DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Experimental Mathematics Berbantuan GeoGebra untuk Memahamkan Materi Irisan Kerucut Bagi Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Ngantang

ahmad fauzi

Abstrak


Pemahaman tentang irisan kerucut sangat penting dikuasai oleh siswa kelas XI SMA karena banyak diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun pada mata pelajaran lain. Siswa sekolah menengah atas seharusnya sudah mampu melakukan penalaran dengan hal-hal yang bersifat abstrak, namun pada kenyataannya siswa membutuhkan bantuan benda konkret (media) untuk memodelkan objek geometris. Penerapan metode pembelajaran berbasis eksperimen dapat membantu siswa memahami hubungan antar komponen-komponen geometri. Pembelajaran matematika dengan metode eksperimen disebut dengan experimental mathematics, yang dalam penerapannya menempatkan teknologi komputer sebagai “Laboratorium” untuk melakukan eksperimen. Pemanfaatan teknologi seperti software GeoGebra dalam pembelajaran dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa terutama siswa dengan kemampuan menengah dan rendah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran experimental mathematics berbantuan GeoGebra untuk memahamkan materi irisan kerucut bagi siswa kelas XI SMA.

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek siswa kelas XI MIPA 2 di SMA Negeri 1 Ngantang Kabupaten Malang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif tentang proses pembelajaran dan data kuantitatif berupa hasil belajar siswa. Data-data yang dikumpulkan berupa: a) validasi perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian, b) rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), c) lembar kegiatan siswa (LKS), d) tes hasil belajar, e) lembar observasi aktivitas guru, f) lembar observasi aktivitas siswa, dan g) catatan lapangan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran experimental mathematics berbantuan GeoGebra dapat memahamkan materi irisan kerucut melalui langkah-langkah pembelajaran berikut: (1) exploring and conjecturing, (2) verifying, (3) explaining, dan (4) generalizing. Hasil tes akhir siklus II menunjukkan sebanyak lebih dari 78% siswa telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal dan telah memenuhi indikator pemahaman geomeris pada level 3 Teori Van Hiele, serta sebanyak 71,4% siswa mampu membuat konstruksi untuk membuktikan sifat-sifat irisan kerucut dengan bantuan GeoGebra.