DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Siswa Kelas VIII MTs Nurul Jadid Paiton Probolinggo Melalui Aktifitas Berbasis Perbedaan Informasi

MIFTAHUL HUDA

Abstrak


ABSTRAK

Huda, Miftahul. 2009. Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Siswa Kelas VIII MTs Nurul Jadid Paiton Probolinggo Melalui Aktifitas Berbasis Perbedaan Informasi. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sri Rachmajanti, Dip.TESL., M.Pd, (2) Dr. Yazid Basthomi, M.A.

Kata Kunci  : kemampuan berbicara, aktifitas berbasis perbedaan informasi, 

strategi ”mencari teman anda”

Berbicara adalah salah satu diantara empat keterampilan berbahasa yang harus dikuasasi oleh siswa Indonesia dalam mempelajari Bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Meski demikian, hasil penelitian awal yang dilaksanakan pada bulan Desember 2008 terhadap siswa kelas VIII MTs Nurul Jadid Paiton Probolinggo menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan berbicara bahasa Inggris mereka adalah 52, tepatnya 13 poin lebih rendah daripada Kriteria Ketuntasan Minimal/ KKM), sehingga dapat ditafsirkan bahwa mereka masih memiliki tingkat keterampilan berbicara Bahasa Inggris yang rendah. 

Berdasarkan pemikiran diatas, maka penelitian ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa melalui Aktifitas Berbasis Perbedaan Informasi (selanjutnya disingkat ABPI) dengan ”Strategi Mencari Teman Anda.” Studi ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif dimana peneliti dan seorang guru partner bekerja sama sebagai tim dalam menjalankan siklus penelitian berupa: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi), dan refleksi. Penelitian yang terdiri dari dua siklus ini dilaksanakan di satu kelas yang terdiri dari 20 siswa. Dengan penerapan ABPI, para siswa diharapkan dapat memenuhi dua target pencapaian (atau ”kriteria kesuksesan”): (1) setiap siswa memperoleh nilai minimal 65, dan (2) 75% dari jumlah siswa memiliki sikap positif terhadap ABPI. Data mengenai kedua aspek tersebut dikumpulkan melalui beberapa instrumen, yaitu tugas interaktif, presentasi lisan, angket, dan catatan lapangan.

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ABPI dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa karena nilai akhir mereka melampaui batas minimal 65. Dengan nilai terendah 66 dan nilai tertinggi 87, para siswa tersebut dapat dianggap memiliki kemampuan berbicara pada rentang ”cukup” hingga ”baik.” Secara umum mereka mampu melakukan komunikasi efektif dengan kosakata yang cukup baik dan kesalahan gramatikal yang tidak terlalu sering. Selain itu, alih-alih 75%, jumlah siswa yang memiliki penilaian positif terhadap pelaksanaan ABPI justru mencapai 100%. Informasi yang terkumpul dari angket menunjukkan bahwa para siswa sangat senang dengan aktivitas tersebut dan merasa terbantu dalam mengembangkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris mereka. Merekapun mengakui bahwa ABPI dapat meningkatkan kepercayaan diri, memperkaya kosa kata, dan meningkatkan penguasaan tata bahasa mereka. Mereka juga memberikan dukungan besar terhadap penggunaan media dan penerapan ABPI tersebut dalam pengajaran keterampilan berbicara di masa mendatang.

Sejalan dengan penelitian ini, ABPI dapat diterapkan secara efektif dengan mengikuti langkah-langkah berikut: (1) menggali latar belakang pengetahuan siswa mengenai topik yang hendak dipelajari, (2) menjelaskan fitur kebahasaan yang akan digunakan, (3) meminta siswa, baik secara berpasangan atau berkelompok, untuk mendiskusikan struktur kalimat dari beberapa ekspresi lisan, (4) mengelompokkan siswa, (5) memberi model/contoh, (6) melatih siswa dengan pengucapan dan makna beberapa kosa kata, (7) menugaskan siswa berkeliling kelas untuk melakukan tanya jawab dengan anggota kelompok, serta merekam hasil tanya-jawab tersebut, (8) menugaskan siswa untuk melakukan presentasi lisan secara individu, dan (9) mengoreksi performa lisan siswa.

Dengan mengacu pada hasil penelitian ini, maka disarankan agar guru-guru Bahasa Inggris menerapkan ABPI dalam pengajaran keterampilan berbicara, terutama pada para siswa dengan motivasi yang rendah, kemampuan yang lemah, dan tingkat ketakutan atau keengganan berbicara yang tinggi. Peneliti juga berharap akan hadirnya penelitian-penelitian lain yang dapat memperkuat hasil penelitian ini dengan melakukan studi mengenai implementasi ABPI terhadap subjek, seting, dan desain penelitian yang berbeda, terhadap metode lain di luar ”Strategi Mencari Teman Anda,” serta pada jenjang pendidikan yang berbeda.