DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Pengalaman Penataran dan Pengetahauan tentang Keselamatan Kerja dengan Kompetensi Guru Teknik dalam Mengelola Bengkel Praktik

Saleh Rifadi

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Rifadi, Saleh. 2009. Hubungan antara Pengalaman Penataran dan Pengetahauan tentang Keselamatan Kerja dengan Kompetensi Guru Teknik dalam Mengelola Bengkel Praktik. Tesis, Program Studi Pendidikan Kejuruan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Haris Anwar Syafrudie, M.Pd, (II) Drs. Ir. I Wayan Jirna, M.T.

 

    Kata kunci: pengalaman penataran, Keselamatan kerja, kompetensi mengelola          

                         bengkel.

 

Sekolah Menengah kejuruan (SMK) bertujuan untuk menyiapkan siswa menjadi tenaga kerja tingkat menengah yang produktif, adaptif, dan kreatif. Tenaga kerja tersebut merupakan produk dari Lembaga Pendidikan Teknik, Sekolah Menengah Kejuruan dan sejenisnya. SMK banyak menekankan pada pelajaran praktik, sehingga keberadaan fasilitas yang berupa bengkel praktik sangat penting. Pengelolaan bengkel praktik dilakukan untuk memperlancar proses pembelajaran bagi siswa, sehingga guru produktif diharapkan memiliki kompetensi yang memadai dalam pengelolaan bengkel praktik. Keberadaan bengkel praktik bagi SMK adalah sebagai sarana melatih dan meningkatkan kompetensi siswa. 

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan lama penataran yang pernah diikuti oleh guru, tingkat pengetahuan guru tentang keselamatan kerja, dan kompetensi guru teknik dalam mengelola bengkel praktik di SMK Wilayah Madura. Mengetahui hubungan antara pengalaman penataran dengan kompetensi guru dalam mengelola bengkel praktik, hubungan antara pengetahuan tentang keselamatan kerja dengan kompetensi guru dalam mengelola bengkel praktik, serta hubungan antara pengalaman penataran dan pengetahuan tentang keselamatan kerja dengan kompetensi guru teknik dalam mengelola bengkel praktik.  Penelitian dilakukan pada SMK Negeri dan SMK Swasta di Wilayah Madura dengan melibatkan 52 guru Teknik Mesin dan Bangunan. Pengambilan data dilaksanakan dengan menggunakan angket. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif, korelasi parsial dan regresi ganda.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat pengalaman penataran guru SMK di Wilayah Madura dari segi jumlah penataran pada umumnya cenderung kurang, jenis penataran sebagian besar cenderung pada bidang praktik, sedangkan pada bidang pengelolaan bengkel praktik masih sangat kurang, ini berarti perlu adanya peningkatan  jenis penataran yaitu bidang pengelolaan bengkel praktik, (2) guru SMK di Wilayah Madura pada umumnya cenderung sangat setuju untuk menciptakan keselamatan kerja, melakukan pencegahan dan penanganan terhadap keselamatan kerja, serta memiliki pemahaman tentang keselamatan kerja, (3) Kompetensi guru SMK di Wilayah Madura dalam mengelola bengkel pada umumnya cenderung selalu melaksanakan pengelolaan bengkel sesuai dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dimiliki, (4) terdapat hubungan yang signifikan dan negatif antara pengalaman penataran dengan kompetensi guru teknik dalam mengelola bengkel praktik sebesar -0,378 tetapi rendah atau lemah tapi pasti, (5) terdapat hubungan yang tidak signifikan antara pengetahuan tentang keselamatan kerja dengan kompetensi guru teknik dalam mengelola bengkel praktik sebesar 0,102 tetapi sangat rendah atau lemah sekali, (6) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengalaman penataran dan pengetahuan tentang keselamatan kerja dengan kompetensi guru teknik dalam mengelola bengkel praktik dengan t hitung 3,00 lebih besar dari t tabel 2,011. 

            Saran yang diajukan dari penelitian adalah: (1) dalam hal pengembangan kompetensi guru teknik, pihak sekolah hendaknya memperhatikan jenis penataran apa yang akan diikuti oleh guru, serta kompetensi apa yang akan didapat, (2) perlu adanya peningkatan kerja sama dengan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Teknologi dalam upaya peningkatan kompetensi guru teknik khususnya dalam pengelolaan bengkel praktik, (3) agar guru teknik selalu meningkatkan kompetensinya sesuai dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, baik melalui penataran dan/atau kajian pustaka, maupun studi lanjut, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan kinerja guru, dan hasil belajar siswa, (4) agar diadakan tindak lanjut penelitian sejenis untuk pengembangan khasanah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).