DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pembelajaran Modul dan Kooperatif (Jigsaw), Tingkat Inteligensi Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa SMA Negeri 1 Lawang Tahun 2009-2010. (Tesis)

Surwiyati Surwiyati

Abstrak


Dalam KTSP seperti yang telah dilaksanakan oleh tiap Satuan Pendidikan, mensyaratkan adanya perubahan paradigma guru dalam proses belajar mengajar. Berkaitan dengan hal tersebut, guru perlu menerapkan pembelajaran inovatif yang mampu dan memperkaya pengalaman belajar sehingga aktivitas siswa dalam belajar akan meningkat, sehingga akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya dalam pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Lawang. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) pembelajaran dengan modul yaitu model pembelajaran yang lebih menonjolkan kegiatannya secara individu, dan (2) model kooperatif (jigsaw) yaitu model pembelajaran yang dicapai secara kooperatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis 1) perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan melalui modul dan kooperatif (jigsaw) pada siswa yang memiliki tingkat inteligensi berbeda, 2) perbedaan hasil belajar siswa yang memiliki inteligensi tinggi, sedang dan rendah melalui pembelajaran modul dan kooperatif (jigsaw), 3) menjelaskan interaksi antara strategi pembelajaran, inteligensi dan hasil belajar siswa.

Penelitian ini termasuk kuasi eksperimen, dengan rancangan faktorial, bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran ekonomi dengan modul dan kooperatif (jigsaw) terhadap hasil belajar siswa kelas XII IPS dengan kontrol tingkat Inteligensi di SMA Negeri 1 Lawang, semester 1 tahun 2009-2010. Pengambilan sampel digunakan teknik Cluster Random Sampling yaitu dilakukan secara acak dengan mengelompokkan kelas yang diperlakukan sebagai kelas modul dan kelas kooperatif (jigsaw) dengan inteligensi tinggi, sedang dan rendah. Pengambilan data tentang hasil belajar dilakukan dengan mengadakan pre tes dan pos tes, sedang pengambilan data tentang tingkat inteligensi digunakan data dokumenter. Analisis data digunakan analisis variansi (Anova).

Hasil penelitian berdasarkan deskripsi data, siswa yang mempunyai inteligensi tinggi, mean hasil belajar ekonomi pada pembelajaran modul 9,54, pada pembelajaran kooperatif (jigsaw) 5,14. Pada tingkat inteligensi sedang, mean hasil belajar pada pembelajaran modul 13,38 dan pada pembelajaran kooperatif (jigsaw) 8,84. Sedang untuk inteligensi rendah, mean hasil belajar pada pembelajaran modul 12,41 dan pada pembelajaran kooperatif (jigsaw) 12,10. Berarti berdasarkan deskripsi data pembelajaran modul lebih sesuai untuk digunakan pada pembelajaran akuntansi perusahaan dagang. Dari hasil uji hipotesis dengan teknik Anova ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan modul dan kooperatif jigsaw terhadap hasil belajar ekonomi dengan taraf signifikan 0,042 dan t hitung 2,049 sedang t tabel 1,645, tetapi jika dibedakan antar tingkat inteligensi tidak ada perbedaan secara signifikan. Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran modul terhadap hasil belajar antar tingkat inteligensi, digunakan uji t dengan hasil hipotesis tidak signifikan pembelajaran modul dengan hasil belajar baik untuk inteligensi tinggi dengan sedang, tinggi dengan rendah, dan sedang dengan rendah. Tetapi ada perbedaan yang tinggi yaitu antara tinggi dan sedang dengan tingkat kepercayaan 79,6 %. Dan berdasarkan deskripsi data, modul lebih sesuai digunakan untuk siswa yang ber inteligensi sedang. Sedang pada kooperatif (jigsaw) ada perbedaan yang signifikan dengan hasik belajar pada siswa yang berinteligensi tinggi dengan rendah, taraf signifikan 0,032 dan t hitung -2,211. Berdasarkan deskripsi data, pembelajaran kooperatif (jigsaw) lebih sesuai digunakan pada siswa yang berinteligensi rendah. Antara strategi pembelajaran, tingkat inteligemsi terhadap hasil belajar tidak ada interaksi yang signifikan, namun jika dilihat pengaruh model pembelajaran terhadap hasil belajar dan pengaruh tingkat inteligensi terhadap hasil belajar mempunyai tingkat kepercayaan yang tinggi yaitu 91,5 % dan 92,9 %.

Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka tingkat intelegensi berpengaruh terhadap perolehan hasil belajar. Oleh karena itu, dalam penggunaan model pembelajaran akuntansi perusahaan dagang dapat disesuaikan berdasarkan tingkat inteligensi Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, maka unutuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran ekonomi dan hasil belajar siswa, diajukan saran - saran bahwa, dalam pembelajaran ekonomi khususnya pada kompetensi dasar akuntansi perusahaan dagang, hendaknya guru ekonomi dapat mengefektifkan penggunaan pembelajaran dengan modul; bagi siswa yang berinteligensi rendah, maka guru dapat menggunakan model kooperatif (jigsaw); untuk memperoleh hasil belajar ekonomi yang diinginkan, maka dalam kegiatan belajar mengajar hendaknya siswa tidak mendapatkan perlakuan yang sama dari suatu model pembelajaran, tetapi perlakuan yang diberikan kepada siswa dikelompokkan atau dibedakan berdasarkan tingkat inteligensi; persepsi siswa yang positif tentang pembelajaran yang digunakan oleh guru hendaknya mendapatkan pembinaan sehingga persepsi itu terbentuk dalam perolehan hasil belajar yang lebih baik, guru ekonomi harus selalu berupaya untuk membelajarkan materi kepada siswa melalui pendekatan kontekstual, dan mengkaitkan dengan fakta / fenomena kehidupan sehari-hari agar dapat membentuk siswa yang melek ekonomi, tercipta pembelajaran yang inovatif, kreatif dan menyenangkan, serta bagi peneliti lain dapat mengadakan penelitian lanjutan dengan subyek dan variabel yang lebih luas.

Keywords: Effects, Economics Module Learning, Cooperative (Jigsaw) Learning, Student's Achievement, Level of Intelligence

Abstract:

Educational Institutions have applied the KTSP that requires changing in teaching and learning process paradigm. In correlation with it, the teachers have to apply an innovative learning that can enrich the student's learning experience so the learning process activities will be improved, and the student's achievements will be increased, especially in the Economics learning in SMA Negeri 1 Lawang. Learning models used in this research are (1) Module learning, the learning model that emphasizes the class activities individually, and (2) Cooperative (jigsaw) learning, the learning model that is gained cooperatively.   This research has a goal to describe and analyze 1) The difference of the student's achievements through module and cooperative (jigsaw) learning between different intelligence level of students, 2) The difference of the student's achievements between students with high, medium and low level of intelligence through module and cooperative (jigsaw) learning, 3) The interaction between learning strategies, intelligence and the student's achievements.

This research is a quasi experiment based on factorials plan. The research is classified as comparison co relational research that has a goal to know the effects of module and cooperative (jigsaw) learning towards the twelve grade social student's achievements with the intelligence level control in SMA Negeri 1 Lawang, first semester 2009-2010. To take the sample, Cluster Random Sampling technique is used: the sample is taken randomly by classifying the class which is considered as high, medium and low intelligence module learning group. The student's achievements data are taken by giving pre-test and post-test; in other hand the data of intelligence level are taken using documentary data.

Result of the research based on the data descriptions, students with high level of intelligence have 9,54 mean gain score in the module learning; and 5,14 in the cooperative (jigsaw) learning. students with medium level of intelligence, have 13,38 mean gain score in module learning and 8,84 in cooperative (jigsaw) learning, and for students with low level of intelligence have 12,41 mean gain score in module learning and 12,10 in cooperative (jigsaw) learning. It means that based on the descriptive data, module learning is more suitable to be applied in the learning of trading company accountancy. From the result of hypothesis test with ANOVA technique, there is a significant difference between students using module and cooperative (jigsaw) learning towards their achievements of Economics learning with a very significant grade: 0,042 and for t count is 2,049 while for t table is 1,645, but if they are compared by their intelligence level, there will be no significant differences. To know the effect of module learning towards student's achievement, t test is used with the insignificant hypothesis result in the high and medium, high and low, or even in medium and low level of intelligence. The most different result happened between high and medium level of intelligence students with the 79,6% credibility level.

Based on the data description the module learning is more appropriate to the medium level of intelligence students. On the other hand, in cooperative (jigsaw) learning, there is a significant difference between the student's achievements in high and low level of intelligence, with the significant rate of 0,032 and t count -2,211. Based on the data description the cooperative (jigsaw) learning is more suitable to the low level of intelligence students. There is no significant difference in students achievements between learning strategies, however, there is a very high credibility level: 91,5% and 92,9% in the effect of learning model and intelligence level towards student's achievements.

Based on the analysis above, we can conclude that level of intelligence affected the student's achievements. That's why the usage of learning model in trading company accountancy can be based on the level of intelligence. Knowing the result from the research, in order to improve the quality of economics learning and the student's achievements, there are some suggestions that in economics learning, especially in basic competence of trading company accountancy, the module learning given by the teacher must be more effective, the low level of intelligence students can be given the cooperative (jigsaw) learning, the teaching and learning process all students must not have the same treatment, but it must be appropriate based on the level of their intelligence, the teacher must encourage the students in order to have the positive perception towards the economics learning, contextual approach must be given by the economics teacher in delivering the subjects, the learning process must have correlation with the fact or today's phenomena so that it can create the economics literate students, an innovative, creative and enjoyable learning can be created for the students, and the other researchers can held continues research with broader subjects and variables.