DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Using Process Approach to Improve the Ability of Intermediate-Level Students in Writing Argumentative Paragraphs. (Thesis)

Maria Hidayati

Abstrak


Saxenian (1988), Brown (2001), Harmer (2002) and Richard (2002) clearly state that the ability to write effectively is not innate, but it must be learned and practiced. It means that the ability to write is acquired through a learning process as a result of certain characteristics that a written product should have. Nevertheless, despite the problems and difficulties, writing has several benefits and advantages as what the students of Intermediate One responded to the questionnaires given by the teacher-researcher. They could recognize the importance of writing in communicating their ideas, writing a scientific paper, proposal or even a thesis, explaining their opinions and getting good marks.

The students' understanding on the importance of writing was quite contrary to their written products during preliminary study, which was intended to find out the students' problems in writing by assigning them to write three types of writing. After analyzing their written products, the teacher-researcher noticed that the students' ability in writing was low since their average scores in writing narrative and descriptive paragraphs were 2.8 within the range of 0-5. Meanwhile, the students' average score in writing argumentative paragraphs was 2.0. These findings were confirmed by the teacher-researcher's colleague that most of the time, it was very hard for the teachers (her colleagues) to understand the students' argumentative paragraphs.

Therefore, the teacher-researcher conducted a collaborative classroom action research to improve the students' ability at Intermediate-level in writing argumentative paragraphs using Process Approach. In this study, the teacher-researcher worked together with her collaborator through the four stages of action research, namely: planning, implementing, observing and reflecting. The subjects of the study are students at Intermediate One, LBPP LIA Malang, term I from January to May 2009 which comprises 17 students altogether in the class.

Through the implementation of Process Approach to improve the students' ability in writing argumentative paragraphs, the teacher-researcher introduced the four elements of Toulmin's model of arguments (1969), namely: (1) claim: the proposition or assertion an arguer wants another to accept, (2) data: the proof or evidence an arguer offers, (3) warrant: a chain of reasoning that connects the data to the claim, and (4) backing: additional justification for the warrant. The teacher-researcher chose this model of arguments since argumentative modes of writing has certain characteristics than other modes of writing; that is to convince other parties.

The study was carried out in one cycle following the stages suggested in classroom action research. This study was conducted in four meetings. The data obtained through the students' three written products, the observation sheets and the questionnaires showed that Process Approach could improve the students' ability in writing argumentative paragraphs. It was indicated through their average score which was 3.9. (within the range of 0-5). Based on the descriptor provided, the students' ability in writing argumentative paragraphs was in the level of good. The students were able to improve their ability in writing argumentative paragraphs under the following sequence of procedures: (1) giving claim of the provided topics, (2) generating ideas using clustering based on their claim, (3) planning their writing by making a sentence outline, (4) testing their outline by having peer-editing, (5) writing their first draft based on their sentence outline, (6) having peer-editing and conferencing with the teacher, (7) revising their argumentative paragraphs based on the inputs and suggestions from the peer-editor and the teacher.

Based on the findings, some suggestions were proposed as follows: (1) students practice writing argumentative paragraphs since this mode of writing would be widely used in their academic life, (2) teachers implement Process Approach in teaching argumentative paragraphs based on Toulmin's model of arguments, (3) teachers at LBPP LIA Malang not only implement Process Approach in their teaching but also use the writing rubric which was based on Toulmin's model of arguments, (4) future researchers conduct other researches in different context or in a more homogeneous population.

 

Abstrak

Saxenian (1988), Brown (2001), Harmer (2002) and Richard (2002) dengan jelas menyebutkan bahwa kemampuan seseorang untuk menulis dengan baik bukanlah bakat bawaan dari lahir, tapi harus dipelajari dan dilatih. Ini artinya bahwa kemampuan untuk menulis diperoleh melalui proses pembelajaran karena sebuah karya tulis harus mempunyai beberapa karakteristik. Akan tetapi, banyak keuntungan yang akan didapat para siswa jika mereka mempunyai kemampuan untuk menulis seperti yang telah diakui oleh siswa Intermediate Satu di LBPP LIA Malang. Para siswa mampu mengenali dan mengetahui pentingnya menulis untuk mewartakan ide-ide mereka, menulis artikel ilmiah, proposal dan bahkan menghasilkan sebuah tugas akhir (skripsi atau tesis), untuk menjelaskan pendapat mereka dan untuk mendapatkan nilai.

Pemahaman para siswa akan pentingnya kemampuan menulis tidak sesuai dengan hasil tulisan mereka yang diperoleh dari preliminary study (penelitian awal), yang dilakukan untuk mencari masalah kemampuan menulis para siswa dengan menugasi mereka menulis tiga jenis paragraf. Setelah menganalisa hasil tulisan mereka, peneliti menemukan bahwa pada dasarnya kemampuan menulis para siswa rendah karena nilai rata-rata mereka dalam menulis paragraph naratif dan deskriptif adalah 2,0 dengan rentangan nilai 0-5. Sedangkan, nilai rata-rata para siswa dalam menulis paragraf argumentative adalah 2,0. Penemuan awal ini dikonfirmasi oleh kolega peneliti melalui interview informal yang mendapati bahwa sering kali sangatlah susah bagi para kolega sebagai guru untuk memahami isi paragraf argumentatif para siswa.

Oleh karena itu, guru-peneliti melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kemampuan siswa tingkat Intermediate dalam menulis paragraf argumentative dengan menggunakan Pendekatan Proses. Dalam penelitian ini, peneliti bekerjasama dengan kolaborator melalui empat tahap dari penelitian tindakan kelas: perencanaan (planning), pelaksanaan (implementing), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Subyek penelitian ini adalah para siswa tingkat Intermediate Satu, LBPP LIA Malang, tahap I dari bulan Januari sampai Mei 2009 yang terdiri dari 17 siswa dalam satu kelas.

Melalui pelaksanaan Pendekatan Proses untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf argumentatif, peneliti memperkenalkan empat komponen model argumen oleh Toulmin (1969), antara lain: (1) claim: pernyataan atau maksud dari penulis untuk menyakinkan orang lain, (2) data: bukti yang ditawarkan atau disediakan oleh penulis, (3) warrant: hubungan alasan antara data dan claim, dan (4) backing: penjelasan tambahan untuk warrant. Guru-peneliti memilih model argumen dari Toulmin (1969) karena jenis tulisan argumentative mempunyai karateristik tertentu yang berbeda dengan jenis tulisan yang lain: yaitu untuk menyakinkan pihak lain.

Penelitian ini dilaksanakan dalam satu siklus sesuai dengan tahap-tahap dalam penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam empat pertemuan. Data yang dikumpulkan dari tiga hasil tulisan para siswa, lembar observasi dan kuesioner menunjukkan bahwa Pendekatan Proses mampu meningkatkan kemampuan para siswa dalam menulis paragraf argumentatif Hal ini terindikasi melalui nilai rata-rata para siswa yaitu 3,9 (dengan rentangan nilai 0-5). Berdasarkan deskriptor yang sudah disiapkan, kemampuan siswa dalam menulis paragraf argumentatif adalah  dalam level "good". Para siswa mampu meningkatkan kemampuan mereka dalam menulis paragraf argumentatif dengan melalui serangkaian prosedur, antara lain: (1) memberikan claim pada topic, (2) mencari ide dengan menggunakan clustering, (3) merencanakan tulisan mereka dengan membuat kerangka karangan, (4) mengetes kerangka karangan melalui peer-editing, (5) menulis draf pertama mereka berdasarkan kerangka karangan, (6) melalui peer-editing dan konferensi dengan guru, (7) merevisi paragraf argumentatif mereka berdasarkan saran dan masukan dari peer-editor­ dan guru.

Berdasarkan hasil temuan penelitian ini, beberapa saran dari peneliti bagi beberapa pihak adalah sebagai berikut: (1) para siswa untuk sering berlatih menulis paragraf argumentatif karena jenis tulisan ini akan sering dipakai dalam kehidupan akademis mereka, (2) para guru untuk menggunakan Pendekatan Proses dalam pengajaran tentang menulis paragraf argumentatif berdasarkan model argument dari Toulmin, (3) para guru di LBPP LIA Malang untuk tidak hanya menggunakan Pendekatan Proses dalam pengajaran mereka tapi juga menggunakan writing rubric yang dibuat berdasarkan model argumen dari Toulmin, dan (4) para peneliti untuk melakukan penelitian dalam konteks yang berbeda atau dalam subyek yang lebih homogen.