DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Manajemen Kurikulum Pendidikan Seni Tari di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Studi Multi-situs di Universitas Ngremo, Universitas Gambang, dan Universitas Beskalan

Wahjudhi Dwidjowinoto

Abstrak


ABSTRAK

Dwidjowinoto, Wahjudhi. 2009. Manajemen Kurikulum Pendidikan Seni Tari di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan  Studi Multi-situs di Universitas Ngremo, Universitas Gambang, dan Universitas Beskalan. Disertasi (Tidak Dipublikasikan). Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Hendyat Soetopo, M.Pd., (2) Prof. H. A. Sonhadji K.H., M.A., Ph.D., (3) Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd.

 

Kata kunci: kurikulum, manajemen kurikulum, pendidikan seni tari, lembaga pendidikan tenaga kependidikan.

 

Guru seni tari mempunyai tugas dan tanggung jawab yang berat dalam pengembangan, pelestarian, dan pembinaan kesenian kepada generasi penerus. Pendidikan seni tari memang mempunyai keunikan tersendiri bila dibandingkan dengan mata pelajaran lain. Sudah sejak lama ada pendapat yang saling bertentangan antara para pendidik dan seniman tari. Para seniman tari berpendapat bahwa tari sebagai seni akan mencair dan turun derajatnya apabila diajarkan oleh seseorang yang bukan seniman. Sebaliknya para pendidik berpendapat bahwa dialah yang paling tepat mengajar tari di pendidikan umum. Karena guru mengetahui pengalaman dan kegiatan siswa setiap hari, sehingga lebih mudah merencanakan program tari yang seimbang. Pada kenyataannya tidak setiap seniman sesuai mengajar tari di sekolah umum, demikian juga tidak semua guru/pendidik memahami permasalahan tentang tari. Sebagai pemecahnnya dirasakan perlu ada lembaga yang dapat memenuhi kebutuhan guru tari yang dapat mengajar seni tari di sekolah umum. Kebutuhan guru seni tari di sekolah umum, sama kebutuhnnya dengan guru pendidikan jasmani yang sudah lama ada lembaga pendidikannya.

Manajemen kurikulum pendidikan guru seni tari ini sangat menarik bila diteliti melalui sudut pandang manajemen pendidikan, dan cukup urgen karena sepanjang pengetahuan peneliti belum banyak penelitian tentang kurikulum pendidikan seni, terutama kurikulum LPTK pendidikan seni tari.

Fokus penelitian: (1) perencanaan kurikulum pada awal berdirinya pendidikan seni tari di LPTK, (2) organisasi kurikulum pada kurikulum tahun 2008 jenjang strata 1 pendidikan seni tari di LPTK, (3) implementasi kurikulum tahun 2008 jenjang strata 1 pendidikan seni tari di LPTK yang meliputi: pengembangan materi pembelajaran, sarana-prasarana pembelajaran, SDM pelaksana kurikulum, dan (4) pengawasan pelaksanaan kurikulum pendidikan seni tari di LPTK.

Tujuan umum penelitian ini adalah mendeskripsikan manajemen kurikulum pada pendidikan seni tari di lembaga pendidikan tenaga kependidikan. Tujuan khusus penelitian adalah mendeskripsikan manajemen kurikulum pendidikan seni tari di lembaga pendidikan tenaga kependidikan sesuai dengan fokus penelitian.

   

i

   


Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi berperan serta wawancara mendalam, dan studi dokumen. Pengabsahan data dengan dependabilitas, dan kredibilitas. Analisis data:dengan analisis data situs tunggal dan analisis lintas situs.

Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut.

Pertama, perencanaan  kurikulum pendidikan seni tari LPTK pada awal berdirinya, dengan memadukan kurikulum pendidikan seni tari murni, tari daerah setempat, dengan kurikulum kependidikan seni rupa LPTK.

Kedua, pengorganisasian kurikulum tahun 2008  pendidikan seni tari LPTK pada tiap semester atas dasar pertimbangan: tingkat kesulitan matakuliah teori maupun matakuliah praktek, matakuliah pengetahuan disusul matakuliah yang memerlukan pemahaman, matakuliah yang perlu analisis-sintesis; untuk menyiapkan fisik mahasiswa diberikan matakuliah Olah Tubuh, matakuliah praktek tari dari yang rendah tingkat kesulitannya sampai yang rumit, dibuat berjenjang dengan disertai prasarat, matakuliah tari ciri daerah di diutamakan, berusaha lulusannya mempunyai kompetensi sesuai tuntutan matapelajaran Seni Budaya di SMP dan SMA, pengorganisasian kurikulum pendidikan seni tari LPTK memberikan bekal penalaran ilmiah melalui penulisan skripsi, bekal kepribadian, kependidikan, dan latihan sebagai guru melalui PPL, bekal penciptaan seni tari melalui Karya Tari, bekal penmgabdi kepada masyarakat melalui KKN,  menyediakan kelompok matakuliah untuk profesi selain profesi guru tari, memberikan matakuliah pengayaan materi praktek seni tari bagi mahasiswa yang dapat selesai 7 semester, penulisan skripsi ada 3 pilihan bentuk.

 Ketiga, implikasi kurikulum pendidikan seni tari LPTK: (a) pengembangan materi pembelajaran pendidikan seni tari LPTK dilaksanakan secara terkoordinasi dan secara individu atau tim pengajar, ada matakuliah muatan lokal tertentu yang dilaksanakan dengan kegiatan nyantrik. (b) sarana-prasarana pembelajaran pendidikan seni tari LPTK dilaksanakan oleh laboratorium jurusan, (c) SDM pelaksana kurikulum, rekrutmen dengan pemagangan, pembinaan resmi

ii

  dan tidak resmi, peningkatan kualitas SDM sesuai dengan ketentuan peningkatan kualitas tenaga akademis di perguruan tinggi, komunikasi dan informasi menggunakan: komunikasi searah dan komunikasi timbal balik

. Keempat, pengawasan pelaksanaan kurikulum melalui pengawasan melekat, rapat jurusan, jurnal kemajuan perkuliahan, dan monitoring pelaksanaan perkuliahan.

Penelitian ini merekomendasikan: (1) Matakuliah Karya Tari dan Skripsi di pendidikan seni tari LPTK tidak merupakan matakuliah pilihan. (2) Kegiatan nyantrik perlu dipertahankan dan dilaksanakan oleh semua pendidikan seni tari LPTK. (3) Perpustakaan pendidikan seni tari LPTK dapat dilengkapi VCD tari hasil Karya Tari dan hasil nyantrik. (4) Tradisi dosen membuat karya tari dan dipentaskan hendaknya tidak hanya dipentaskan di kampus masing-masing, tetapi juga di LPTK yang mempunyai jurusan/prodi pendidikan seni tari. (5) Selain matakuliah Olah Tubuh, Yoga Asanas (senam yoga) juga penting diberikan kepada mahasiswa pendidikan seni tari LPTK agar kelenturan fisik, daya tahan tubuh, dan kepekaan rasa mahasiswa bertambah baik.