DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh model experiential learning terhadap kemampuan berfikir kritis siswa SMA pada pembelajaran geografi

Mar'atus Sholihah

Abstrak


ABSTRAK

Sholihah, Maratus. 2016. Pengaruh Model Experiential Learning Terhadap            Kemampuan Berfikir Kritis Siswa SMA pada Pembelajaran Geografi. Tesis.      Pendidikan Geografi. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing    (1). Prof. Dr. Sugeng Utaya, M. Si; (2) Dr. Singgih Susilo, M S, M. Si

 

Kata Kunci: model pembelajaran Experiential Learning, kemampuan berpikir kritis.

 

               Model Pembelajaran Experiential Learning  merupakan salah satu dari sekian banyak model pembelajaran yang secara khusus menangani kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Model pembelajaran Experiential Learning dalam penelitian digunakan untuk membelajarkan siswa SMA dalam berpikir kritis yang dikembangkan oleh Teori Kolb melalui empat langkah model. Manfaat dari berfikir kritis bagi siswa SMA yakni mempunyai kepekaan terhadap permasalahan-permasalahan lingkungan disekitar agar dapat memberikan solusi atas permasalah yang terjadi.

               Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran Experiential Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA pada pembelajaran geografi. Penelitian dilakukan di SMA Assa’adah Bungah Gresik semester genap tahun ajaran 2015/2016. Subjek penelitian yakni siswa kelas X IS 1 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 34 siswa dan X IS 2 sebagai kelas kontrol dengan jumlah 32 siswa. Subjek penelitian ditentukan berdasarkan kemiripan kemampuan akademik yang relatif sama dilihat dari nilai rata-rata ujian semester serta penggolongan kelas ketika penerimaan siswa baru. Penelitian ini dilakukan pada mata pelajaran geografi dengan materi pengaruh tenaga eksogen terhadap kehidupan. Rancangan penelitian adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain Non Equivalent Control Group Design. Instrumen pengukuran kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan tes essai. Hasil pengukuran berupa data yang selanjutnya dianalisis menggunakan t-test dengan bantuan program SPSS 22.0 for Windows.

               Berdasarkan analisis data gain score kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen lebih tinggi dengan skor 19,72 dibandingkan dengan kelas kontrol dengan skor 9,25. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Experiential Learning  berpengaruh signifkan terhadap kemampuan berfikir kritis siswa SMA pada pembelajaran geografi. Siswa mampu mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan lingkungan serta bagaimana cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Saran yang dapat diberikan pada penelitian ini yaitu guru geografi hendaknya lebih memperhatikan materi-materi geografi khususnya tentang tenaga eksogen mengingat pentingnya pengetahuan tenaga eksogen baik bagi siswa di dalam lingkup sekolah maupun kelak setelah mengaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Pembuatan dan penyusunan RPP dengan baik merupakan solusi dari kendala tersebut dengan pemanfaatan alokasi waktu sebaik dan semaksimal mungkin.