DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Model Pembelajaran RMS (Reading, Mind Mapping, and Sharing) dan Pengaruhnya terhadap Penguasaan Konsep, Keterampilan Berpikir Kritis, Keterampilan Metakognitif, serta Retensi Mahasiswa Berkemampuan Akademik Berbeda

Ahmad Muhlisin

Abstrak


ABSTRACT

 

Pengembangan Model Pembelajaran RMS (Reading, Mind Mapping, and Sharing) dan Pengaruhnya terhadap Penguasaan Konsep, Keterampilan Berpikir Kritis, Keterampilan Metakognitif, serta Retensi Mahasiswa Berkemampuan Akademik Berbeda

Ahmad Muhlisin. 2016. Pengembangan Model Pembelajaran RMS (Reading, Mind Mapping, and Sharing) dan Pengaruhnya terhadap Penguasaan Konsep, Keterampilan Berpikir Kritis, Keterampilan Metakognitif, serta Retensi Mahasiswa Berkemampuan Akademik Berbeda. Disertasi. Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc. Ph.D., (II) Prof. Dr. Agr. Moh. Amin, M.Si., (III) Dr. Fatchur Rohman, M.Si.

Kata kunci:  Model Pembelajaran RMS, Penguasaan Konsep, Keterampilan Berpikir Kritis, Keterampilan Metakognitif, Retensi, Kemampuan Akademik.

Penguasaan konsep, keterampilan berpikir kritis, metakognitif, dan retensi mahasiswa belum direncanakan dan diberdayakan dengan baik pada perkuliahan Konsep Dasar IPA di PGSD Universitas PGRI Semarang. Model pembelajaran yang digunakan belum mengupayakan mahasiswa untuk aktif dalam perkuliahan. Oleh karena itu diperlukan inovasi model pembelajaran baru yang mampu mengaktifkan mahasiswa dalam pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dan keterampilan berpikir mahasiswa dapat ditingkatkan.

Penelitian dan pengembangan model pembelajaran mengacu pada langkah learning development cycle (LDC) yaitu scope, creation, user experience, meta evaluation, dan evaluation. Data yang diperoleh terdiri dari: lembar validasi isi model, konstruks model, RPS, RPP, LKM, evaluasi, dan keterlaksanaan sintaks pembelajaran. Selain itu juga dihasilkan data tes penguasaan konsep, keterampilan berpikir kritis, keterampilan metakognitif, dan retensi. Implementasi model pembelajaran di kelas dilakukan dengan penelitian quasi eksperimen. Rancangan penelitian dengan menggunakan desain non equivalent group design. Populasi penelitian adalah semua mahasiswa yang menempuh mata kuliah Konsep Dasar IPA 2 dengan jumlah 418 mahasiswa yang tersebar pada 9 kelas. Penarikan sampel dengan teknik cluster random sampling yang terlebih dahulu diuji kesetaraan dengan menggunakan data indeks prestasi (IP) semester ganjil dengan analisis varian (anova). Kelas-kelas yang dijadikan sampel penelitian terlebih dahulu diuji kesetaraan dengan menggunakan data indeks prestasi (IP) semester ganjil dengan analisis varian (anova). Penentuan kemampuan akademik berdasarkan rentang IP yaitu IP ≥ 3,25 kategori akademik atas (AA) dan IP ≤ 2,90 kategori akademik bawah (AB). Kelas perlakuan yakni, kelas 2A (kelas konvensional) dengan rincian 15 AA dan 15 AB dan kelas 2C dengan rincian 16 AA dan 16 AB. Teknik analisis statistik inferensial parametrik untuk menguji pengaruh pada penelitian eksperimen menggunakan uji mancova dan uji anacova.

Hasil penelitian dan pengembangan diperoleh: 1) model pembelajaran RMS yang layak dalam upaya meningkatkan penguasaan konsep, keterampilan berpikir kritis, keterampilan metakognitif, dan retensi mahasiswa berkemampuan akademik berbeda yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata penilaian 4,05 dengan kriteria valid, keterlaksanaan proses pembelajaran yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata penilaian 4,85 dengan kriteria atas; 2) Karakteristik langkah model pembelajaran RMS meliputi reading (membaca secara kritis informasi dari berbagai sumber belajar), mind mapping (membuat mind map secara individu dan kelompok kolaboratif), dan sharing (kegiatan tukar pikiran berdasarkan hasil mind map kolaboratif). Karakteristik proses pembelajaran pada model pembelajaran RMS yaitu berlandaskan empat pilar pendidikan yang direkomendasikan oleh UNESCO untuk pembelajaran abad 21, literasi informasi (menggali pengetahuan dari berbagai informasi), menghasilkan produk mind map dan melaporkannya, dan menuntut kegiatan individu dan kolaboratif; 3) Terdapat pengaruh secara signifikan penerapan model pembelajaran RMS terhadap penguasaan konsep, keterampilan berpikir kritis, keterampilan metakognitif, dan retensi mahasiswa; 4) Tidak terdapat pengaruh kemampuan akademik berbeda terhadap penguasaan konsep, keterampilan berpikir kritis, keterampilan metakognitif, dan retensi mahasiswa; 5) Tidak terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran RMS dan kemampuan akademik berbeda terhadap penguasaan konsep, keterampilan berpikir kritis, keterampilan metakognitif, dan retensi mahasiswa.

 

Berdasarkan hasil penelitian, maka merekomendasikan: a) menerapkan model pembelajaran RMS oleh dosen pada mata kuliah Konsep Dasar IPA, mata kuliah Biologi; b) meneliti lebih lanjut untuk menerapkannya pada sekolah menengah atas, sekolah menengah pertama, dan sekolah dasar; c) meneliti lebih lanjut pengaruh model pembelajaran RMS terhadap variabel selain penguasaan konsep, keterampilan berpikir kritis, keterampilan metakognitif, dan retensi; d) meneliti lebih lanjut untuk mata kuliah yang lain selain Konsep Dasar IPA dan Biologi.