DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

engaruh Strategi Pembelajaran Berbasis Proyek dan Reguler terhadap Hasil Belajar IPA SD Mahasiswa dengan Kemampuan Regulasi Diri yang Berbeda. Disertasi,

SUDIYONO . SUDIYONO

Abstrak


ABSTRAK

 

Pengaruh Strategi Pembelajaran Berbasis Proyek dan Reguler terhadap Hasil Belajar IPA SD Mahasiswa dengan Kemampuan Regulasi Diri yang Berbeda. Disertasi,

Sudiyono, 2016. Pengaruh Strategi Pembelajaran Berbasis Proyek dan Reguler terhadap Hasil Belajar IPA SD Mahasiswa dengan Kemampuan Regulasi Diri yang Berbeda. Disertasi, Program Studi Teknologi Pembelajaran. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. I. Nyoman Sudana Degeng, M.Pd., (II) Prof. Dr. I Wayan Ardhana, M.A., (III) Prof. Dr. Suhadi Ibnu, M.A

Kata kunci : strategi pembelajaran berbasis proyek, regulasi diri, strategi pembelajaran reguler, hasil belajar IPA SD.

Proses pembelajaran berhubungan erat dengan upaya rekayasa lingkungan belajar untuk membantu pebelajar dalam mengatasi hambatan-hambatan belajarnya, sekaligus memudahkan pebelajar di dalam mengkonstruksi pengetahuan-pengetahuan barunya. Pembelajaran berbasis proyek (PBP) merupakan strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan lebih luas kepada pebelajar untuk mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri melalui investigasi, pemecahan masalah, dan kegiatan lain yang bermakna bersama kelompok belajarnya, yang kulminasinya adalah diperolehnya sebuah produk yang nyata. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi PBP bersama-sama dengan kemampuan regulasi diri terhadap hasil belajar IPA SD mahasiswa.

Penelitian dilaksanakan di Universitas Kanjuruhan Malang Program Studi PGSD pada semester genap tahun akademik 2014/2015 melalui eksperimen semu dengan desain faktorial 2 x 2. Subjek uji coba berjumlah 153 mahasiswa yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen 84 mahasiswa, dan kelompok kontrol 79 mahasiswa. Variabel penelitian ada tiga, yaitu (1) variabel bebas (strategi pembelajaran) yang memiliki dua dimensi yaitu, PBP dan strategi pembelajaran reguler, (2) varibel moderator (kemampuan regulasi diri / RD), dan (3) variabel terikat (hasil belajar IPA SD),.Instrumen pengumpulan data adalah angket kemampuan RD dan tes hasil belajar IPA SD. Angket kemampuan RD dikembangkan berdasarkan konsep RD menurut Zimmerman, yang dibatasi pada 5 indikator, dan meliputi 47 butir pertanyaan, sedangkan tes hasil belajar merupakan tes buatan dosen pengampu matakuliah yang terdiri atas 20 butir soal pilihan ganda dan 10 butir soal uraian. Validasi instrumen menggunakan uji validitas konstruk dengan analisis faktor eksploratori, sedangkan uji reliabilitas menggunakan analisis Cornbach Alpha. Data penelitian dianalisis menggunakan ANAVA dua jalur dengan α = 0,05. Hasil analisis data hipotesis penelitian 1  diperoleh nilai F=87.364 signifikansi 0.000, dengan demikian H0 ditolak. Hipotesis penelitian 2 diperoleh nllai F=24.830 dengan signifikansi 0.000 maka H0 ditolak. Hipotesis penelitian 3 diperoleh F = 9.388 signifikansi 0.000, dengan demikian H0 ditolak.

 

Kesimpulan: (1) Ada perbedaan hasil belajar IPA SD antara mahasiswa yang dibelajarkan dengan menggunakan strategi PBP, dengan mahasiswa yang dibelajarkan menggunakan strategi reguler, (2) Ada perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang memiliki kemampuan RD tinggi dengan mahasiswa yang memiliki kemampuan RD rendah, (3) Ada pengaruh interaksi dari strategi PBP dan kemampuan RD terhadap hasil belajar  mahasiswa. Rekomendasi: (1) Perlu dilakukan sosialisasi  dan pelatihan tentang strategi PBP kepada dosen pengampu matakuliah, khususnya pengampu matakuliah IPA SD. (2) Menggunakan strategi PBP di dalam pembelajaran mata kuliah yang memiliki karakteristik sama atau mirip dengan mata kuliah IPA SD menggantikan strategi reguler yang selama ini digunakan oleh para dosen yang cenderung monoton. (3) Melakukan uji coba penggunaan strategi PBP pada pembelajaran mata kuliah yang berbeda karakteristiknya dengan IPA, seperti pada bidang  ilmu-ilmu sosial dan humaniora.