DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Malang ). (Tesis)

Tri Suharno

Abstrak


Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) adalah salah satu bentuk pengelolaan manajemen sekolah yang diterapkan untuk peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Beberapa faktor yang melatarbelakangi munculnya Manajemen Berbasis sekolah ini adalah: (1) penerapan pendekatan education production function terlalu memusatkan pada input pendidikan dan kurang memperhatikan pada proses pendidikan, (2) penye lenggaraan pendidikan nasional dilakukan secara birokratik-sentralistik sehingga menempatkan sekolah sebagai penyelenggara pendidikan sangat tergantung pada keputusan birokrasi yang mempunyai jalur yang sangat panjang dan kadang-kadang kebijakan yang dikeluarkan tidak sesuai dengan kondisi sekolah setempat, (3) peran serta warga sekolah khususnya guru dan peran serta masyarakat khususnya orang tua siswa dalam penyelenggaraan pendidikan selama ini sangat minim. Peningkatan mutu pendidikan akan terwujud jika sekolah dengan potensi yang dimiliki diberi kewenangan yang lebih luas dan fleksibel untuk mengatur, mengelola, dan mengembangkannya secara mandiri melalui keputusan-keputusan yang partisipatif.

Dalam implementasi Manajemen Berbasis Sekolah, tanggung jawab utama (key person) berada di pundak kepala sekolah (school principals). Dikatakan demikian karena sudah lama diakui oleh para pakar manajemen pendidikan bahwa kepala sekolah merupakan faktor kunci efektif tidaknya suatu sekolah. Kepala sekolah dikatakan sebagai faktor kunci karena kepala sekolah memainkan peranan yang sangat penting dalam keseluruhan spektrum pengelolaan sekolah. Sebagai manajer pendidikan yang profesional, kepala sekolah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap sukses tidaknya sekolah yang dipimpinnya, sehingga dalam menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah, peran kepala sekolah sangat menentukan efektif tidaknya pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah.

Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan Peran Kepala SMAN Negeri 1 Malang dalam (1) implementasi manajemen partisipatif dan transparan  (2) Pelajaran yang  aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, dan (3) Melibatkan  orang tua / komite secara aktif dalam mendukung program-program sekolah. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam, pengamatan, dan penelusuran dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan alur (a) reduksi data, (b) penyajian data, (c) penarikan kesimpulan.

Dari hasil analisis data diperoleh gambaran bahwa kepala sekolah memiliki peran yang sangat besar dan pengaruh yang sangat kuat dalam menyukseskan program implementasi Manajemen Berbasis Sekolah dengan penerapan manajemen yang partisipatif dan transparan melalui pola kepemimpinan yang terbuka, demokratis, saling menghargai, terbuka, kekeluargaan, dan selalu menjaga hubungan kemanusian. Peran supervisi kepala sekolah dalam pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan besar sekali pengaruhnya dalam membantu guru merealisasikan kegiatan pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan tersebut. Kepala sekolah berperan aktif dalam melibatkan orang tua dan komite sekolah mendukung program-program sekolah.

Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian tersebut di atas, dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut: (1) Kepala SMA Negeri 1 Malang telah melaksanakan perannya dalam implementasi Manajemen Berbasis Sekolah. Bagi kepala sekolah yang lain dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai bahan masukan dalam mengelola sekolah yang menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah. (2) Tenaga Pendidik dan Kependidikan (Pengawas) dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai salah satu bahan masukan dalam melaksanaan tugas pokok dan fungsinya untuk pembinaan di satuan pendidikan yang menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah yang menjadi tanggung jawabnya. (3) Komite Sekolah dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai acuan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara aktif untuk meningkatkan mutu sekolah. (4) Masyarakat secara luas (orang tua siswa, tokoh masyarakat, pemerhati pendidikan dan  Dewan Pendidikan serta DPRD yang membidangi masalah pendidikan), dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai salah satu bahan rujukan dalam upaya memberikan masukan, monitoring, dan evaluasi terhadap sekolah, khususnya dalam penerapan Manajemen Berbasis Sekolah. (5) Para penyelenggara dan pengelola pendidikan dapat mengadopsi peran yang dimainkan oleh kepala sekolah dalam menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah. Dengan mengadopsi peran kepala sekolah tersebut, semua perilaku dan kinerja seluruh warga sekolah dapat memiliki landasan yang kuat dalam mengimplementasikan Manajemen Berbasis Sekolah.

 

Abstract

The School-Based Management (Manajemen Berbasis Sekolah, MBS) is one of the form of school management which is applied to improve the quality of education in schools. Several factors which contribute to the emergence of this School-Based Management are: (1) the implementation of education production function approach gives undue emphasis on educational input and tends to ignore the educational process itself, (2) national education is operated in a bureaucratic-centralized manner where the school as the mainstay of education is highly dependent on bureaucratic decision with its long-winded channels and sometimes the policy produced  by this bureaucracy  is not suitable for the local condition in the schools, (3) the participation of school members, especially teachers and the role of the public, in this case parents, in the education process in the schools has been very minimum. The improvement of educational quality will be achieved if the school with all its potential is given greater authority and flexibility to manage and develop itself in an independent manner through participative decision making.

In the implementation of School-Based Management, the primary responsibi- lity of the key person is held by the school principal. It has been acknowledged for quite some time by the experts in educational management that the principal is one the main factors for determining the effectiveness of a school. The principal has become a primary factor since s/he plays a very important role in all aspects of school management. As professional educational manager, the principal is fully responsible for the success or failure of the school under his/her leadership. In implementing School-Based Management, the role of principal will be crucial for the effectiveness of the School-Based Management.

The objective of this research is to uncover: (1) the role of the principal of SMA Negeri 1 Malang, in implementing a transparent and accountable management, (2) the role of the principal of SMA 1 Malang, , in implementing active, creative, effective and fun learning , and (3) the role of the principal of SMA Negeri 1, in improving active participation of the public. This research uses study case approach and qualitative design. Data is collected through in-depth interview, observation, and documentary. The data which has been collected is analyzed descriptively using: (a) data reduction, (b) data presentation and (c) inferring the conclusion.

The data analysis shows that the principal wields an enormous influence in the outcome of the School-Based Management implementation with transparent and accountable management through an open and democratic leadership with mutual appreciation, openness, consideration and humaneness. The role of principal mentoring in an active, creative, effective and fun learning  is very influential in helping the teachers applying such learning method. The school principal plays an active role in laying the ground for collaboration between the school and the public, both in physical terms (funding, materials) and academic terms (services, moral support) through the association of students' guardian and parents and incidental events in the school and religious events in the surrounding neighborhood.

Based on the findings of this research, several recommendations are in order as follows: (1) other principals can gain from this research as feedback and input for them in implementing School-Based Management in their schools, (2) educators and educational managers should adopt the role of principal in implementing School-Based Management by taking note of the behavior and performance of all members of the school so as to achieve a strong basis for implementing school-based management, (3) educational staff (inspectors, head of UPTD) can gain advantage from this research by using it as input in the implementation of supervision and training on the educational unit under his supervision where School-Based Management is applied, (4) the wide public (parents, public figure, observers of education, educational board and school board) can use the findings of this research as reference in providing feedback, monitoring, and evaluation on schools, especially in the implementation of school-based management, (5) in keeping with the regional autonomy which is being applied at present, the socialization for the implementation of school-based management should be maintained in its continuity by the government (in province, municipality and regency level) through scientific activities (seminars, training, etc.) so that the implementation of educational policy on School-Based Management can be continually improved.