DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

. Penggunaan FX Draw untuk Memahamkan Konsep Kesebangunan melalui Metode Penemuan Terbimbing pada Siswa kelas IX.4 SMPN 23 Malang.

SETYANING DEWI ANGGRAENI

Abstrak


ABSTRACT

 

Penggunaan FX Draw untuk Memahamkan Konsep Kesebangunan melalui Metode Penemuan Terbimbing pada Siswa kelas IX.4 SMPN 23 Malang.

Anggraeni, Setyaning Dewi. 2016. Penggunaan FX Draw untuk Memahamkan Konsep Kesebangunan melalui Metode Penemuan Terbimbing pada Siswa kelas IX.4 SMPN 23 Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M.Sc. , (2) Dr. Sri Mulyati, M.Pd

Kata Kunci : FXDraw, Kesebangunan, Penemuan Terbimbing

Sebagian besar siswa masih kesulitan menentukan panjang sisi yang belum diketahui pada dua bangun datar yang sebangun disebabkan pemahaman yang kurang maksimal terhadap konsep kesebangunan. Hal ini disebabkan siswa kesulitan menentukan sisi yang bersesuian karena tidak dapat secara langsung menentukan pasangan sudut yang sama besar diantara dua segitiga sebangun. Untuk mengatasi permasalahan tersebut direncanakan pembelajaran kesebangunan dengan metode penemuan terbimbing  berbantuan FXDraw. Alasan penggunaan aplikasi ini karena, (1)pada pembelajaran materi geometri dan persamaan garis lurus pernah menggunakan FXDraw, (2) dengan tools mark angle ukuran sudut langsung diketahui, dan (3) ukuran sisi bangun datar diketahui cukup dengan mengklik pada sisi yang dimaksud. Penemuan terbimbing dipilih didukung oleh pendapat Sobel dan Maletsky(1975:126) bahwa metode yang cocok untuk siswa berkemampuan sedang dan rendah adalah metode penemuan terbimbing.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah pembelajaran menggunakan metode penemuan terbimbing dengan bantuan FXDraw yang dapat meningkatkan pemahaman konsep kesebangunan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IX.4 SMP Negeri 23 Malang pada tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 31 siswa. Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan melalui 2 siklus masing-masing terdapat 2 dan 3 pertemuan. Data yang dikumpulkan berasal dari, (1) hasil tes awal penelitian, (2) tes akhir pada siklus 1 dan 2, (3) hasil observasi aktivitas guru dan siswa, serta (4) hasil wawancara terhadap siswa.

Tahapan pembelajaran pada penelitian ini sebagai berikut, (1) pada fase pendahuluan siswa disajikan contoh benda-benda yang sebangun, (2) pada fase terbuka siswa mengamati contoh-contoh pasangan segitiga maupun segiempat baik yang sebangun maupun tidak sebangun, (3) pada fase konvergen siswa merumuskan sifat-sifat segitiga maupun segiempat yang sebangun berdasarkan sudut dan perbandingan panjang sisi yang bersesuaian, dan (4) pada fase penutup dan penerapan siswa apabila disajikan pasangan gambar segitiga maupun segiempat dapat mengidentifikasi pasangan gambar tersebut sebangun atau tidak. Siswa menyimpulkan bahwa dua segitiga dikatakan sebangun apabila ada 3 pasang sudut sama besar diantara dua segitiga serta setiap pasang sisi yang menghadap sudut yang sama besar, perbandingan panjang sisinya sama. Dapat ditulis  ABC  DEF jika dan hanya jika A D, B E, C F dan  .

Berdasarkan hasil tes akhir siklus 1 masih terdapat 64,5% siswa yang mendapat nilai kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) serta skor aktivitas guru dan siswa berdasarkan pengamatan observer adalah 2,9. Pada akhir siklus 2 terdapat lebih dari 80% siswa mendapat nilai lebih dari KKM serta skor aktivitas guru dan siswa naik menjadi 3,7.

Temuan data pada siklus 1 menunjukkan bahwa saat siswa mengerjakan soal latihan menggunakan sifat segitiga yang sebangun untuk menentukan panjang sisi yang belum diketahui, penyebabnya ternyata siswa kesulitan menyelesaikan karena tidak memahami konsep pecahan senilai dan perbandingan. Sehingga guru perlu mengulang kembali materi prasyarat kesebangunan yaitu hubungan sudut diantara dua garis sejajar, sifat-sifat segitiga maupun segi empat ,pecahan senilai serta transformasi agar pembelajaran kesebangunan lebih efektif.

 

Pembelajaran kesebangunan dengan metode penemuan terbimbing menggunakan LKS yang berintegrasi worksheet FXDraw membantu siswa lebih mudah mengidentifikasi sifat-sifat dua bangun datar sebangun apabila dibandingkan dengan mengamati panjang sisi dan besar sudut menggunakan alat ukur manual. Namun pembelajaran menggunakan aplikasi FXDraw ini akan lebih efektif lagi jika pada saat kegiatan diskusi siswa masing-masing dapat melakukan pengamatan langsung pada LKS yang diintegrasikan dengan FXDraw pada laptop atau memanfaatkan komputer yang ada di ruang multimedia di sekolah apabila tersedia dan sudah terinstall aplikasi tersebut.