DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Instrumen Asesmen Kemampuan Berpikir Kritis dalam Membaca dan Menulis Teks Eksposisi

GIATI ANISAH

Abstrak


ABSTRACT

 

Anisah, Giati. 2016. Pengembangan Instrumen Kemampuan Asesmen Berpikir Kritis dalam Membaca dan Menulis Teks Eksposisi. Tesis, Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suparno, (II) Dr. Titik Harsiati, M.Pd.

Kata kunci: instrumen asesmen, berpikir kritis, membaca dan menulis, teks eksposisi

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen asesmen yang mengimplementasikan teori berpikir kritis Peter A. Facione dalam tahapan-tahapan membaca dan menulis teks eksposisi. Instrumen asesmen dihajatkan untuk mengases kemampuan berpikir kritis siswa SMA ketika membaca dan menulis teks eksposisi.

Landasan metodologis yang digunakan adalah model penelitian pengembangan R & D yang dioperasionalkan dengan menggunakan model pengembangan asesmen Djaali dan Muljono. Data mengenai kelayakan produk diperoleh dari empat sumber data, yaitu pakar asesmen, pakar membaca dan menulis, guru, dan siswa.

Instrumen asesmen dikembangkan berdasarkan konstruk berpikir kritis yang diadaptasi dari teori kemampuan berpikir kritis Peter A. Facione tanpa mengaitkannya dengan kurikulum SMA. Kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan interpretasi, analisis, inferensi, dan evaluasi untuk menghasilkan keputusan dengan memperhatikan fakta, konsep, metode, kriteria, dan konteks. Konstruk tersebut diterapkan pada kompetensi membaca dan menulis teks eksposisi. Teks eksposisi adalah teks yang menonjolkan satu sudut pandang mengenai satu permasalahan; tersusun atas tiga komponen meliputi (a) pengantar yang berisi tesis (claim), sifat tesis (qualifiers), dan preview argumen, (b) argumen yang berisi dasar (ground), jaminan (warrant), dukungan (backing), dan sanggahan (rebuttals), dan (c) simpulan yang berisi ringkasan, reiterasi (pada teks eksposisi analitis), dan rekomendasi (pada teks eksposisi hortatori); dan terdiri atas tiga jenis, yaitu editorial, opini, dan iklan.

Kemampuan berpikir kritis dalam membaca dan menulis teks editorial adalah kemampuan melakukan interpretasi, analisis, inferensi, dan evaluasi terhadap teks yang menonjolkan satu posisi (pro atau kontra) mengenai satu permasalahan yang kemudian diikuti kemampuan merespon teks, menganalisis, menginferensi, dan mengevaluasi respon yang hasilnya ditulis dalam bentuk teks berjenis sama. Kemampuan berpikir kritis dalam membaca dan menulis teks opini adalah kemampuan melakukan interpretasi, analisis, inferensi, dan evaluasi terhadap teks yang menonjolkan argumen mengenai hasil interpretasi sesuatu yang kemudian diikuti kemampuan merespon teks, menganalisis, menginferensi, dan mengevaluasi respon yang hasilnya ditulis dalam bentuk teks berjenis sama.  Kemampuan berpikir kritis dalam membaca dan menulis teks iklan adalah kemampuan melakukan interpretasi, analisis, inferensi, dan evaluasi terhadap teks yang menonjolkan kelebihan sesuatu untuk mempersuasi pembaca yang kemudian diikuti kemampuan merespon teks, menganalisis, menginferensi, dan mengevaluasi respon yang hasilnya ditulis dalam bentuk teks berjenis sama.

Beradasarkan konstruk yang telah dipaparkan, dihasilkan tiga jenis instrumen asesmen meliputi (a) instrumen asesmen kemampuan berpikir kritis dalam membaca dan menulis teks editorial, (b) instrumen asesmen kemampuan berpikir kritis dalam membaca dan menulis teks opini, dan (c) instrumen asesmen kemampuan berpikir kritis dalam membaca dan menulis teks iklan. Setiap jenis instrumen asesmen dilengkapi petunjuk penggunaan. Setiap jenis instrumen terdiri atas dua komponen, yaitu tugas dan rubrik penilaian. Tugas berisi butir-butir soal yang memandu siswa berpikir kritis yaitu melakukan interpretasi, analisis, inferensi, dan evaluasi ketika membaca dan menulis. Capaian siswa dalam berpikir kritis dalam membaca dan menulis dinilai dengan menggunakan rubrik penilaian.

 

Hasil analisis data uji validasi dan uji lapangan menunjukkan bahwa instrumen asesmen kemampuan berpikir kritis dalam membaca dan menulis telah memenuhi syarat validitas, kepraktisan, dan reliabilitas sehingga layak diimplementasikan. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan instrumen asesmen memiliki validitas 86,01%, kepraktisan 83,39%, reliabilitas (administrasi dan tes) 90,33%, dan reliabilitas penyekor 0,961 dengan signifikansi 0,000. Selain kelayakan produk, hasil analisis korelasi antara kemampuan berpikir kritis dalam membaca dengan kemampuan berpikir kritis dalam menulis menghasilkan koefisien korelasi +0,781 dengan signifikansi 0,000. Jika kemampuan berpikir kritis dalam membaca tinggi, kemampuan berpikir kritis dalam menulis juga tinggi. Jika kemampuan berpikir kritis dalam membaca rendah, kemampuan berpikir kritis dalam menulis juga rendah. Hal tersebut berarti terdapat korelasi positif dan signifikan antara kemampuan berpikir kritis dalam membaca dengan kemampuan berpikir kritis dalam menulis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa instrumen asesmen berpikir kritis dalam membaca dan menulis teks eksposisi yang memenuhi syarat validitas, kepraktisan, dan reliabilitas memfasilitasi siswa mengintegrasikan dan mengorelasikan kemampuan berpikir kritis dalam membaca dan menulis teks eksposisi.