DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Konsep Diri Waria (Studi Kasus di Situbondo Tahun 2016)

AS'AD AS'AD

Abstrak


ABSTRACT

 

As’ad, 2015. Konsep Diri Waria (Studi Kasus di Situbondo Tahun 2015). Tesis. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Program Pasca sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd., (II) Dr. Carolina Ligya Radjah, M. Kes.

Kata Kunci: konsep diri, waria, studi kasus 

Waria merupakan individu yang merasa dan berfikir berbeda dari sudut pandang kelamin yang telah ditetapkan; dalam konteks penelitian ini, seorang laki-laki yang memiliki kebiasaan  dan perilaku seperti perempuan. Perilaku ini sulit diterima masyarakat. Masyarakat menganggap mereka adalah penyakit kehidupan.

Penelitian ini bertujuan mengetahui dinamika dan karakteristik konsep diri waria, sebagai langkah awal untuk memberikan kontribusi bagi praktik bimbingan dan konseling di SMA. Data diperoleh dari satu bulan masa penelitian di sebuah paguyuban waria di Situbondo.

Metode penelitian kualitatif-studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Subjek diperoleh dengan teknik snow ball, berjumlah 5 orang waria. Dari kelima subjek tersebut disimpulkan bahwa dinamika konsep diri waria adalah sebuah perjalanan hidup yang memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan konsep diri mereka. Dinamika ini banyak dipengaruhi oleh keadaan keluarga dan situasi sosial.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing waria mempunyai konsep diri positif dan negatif. Konsep diri positif diinterpretasikan dari paparan data yang menggambarkan sifat dan kebiasaan konstruktif yang ada dalam diri masing-masing subjek. Sedangkan konsep diri negatif didapatkan dari paparan data yang mendeskripsikan sifat dan kebiasaan yang merugikan bagi diri subjek sendiri maupun orang lain.

 

Bimbingan dan konseling sebagai wadah untuk menerima tanpa syarat setiap konseli perlu mengetahui secara detail tentang konsep diri konselinya. Setelah penelitian ini dilaksanakan, diharapkan akan memberi kontribusi untuk praktik bimbingan dan konseling. Secara kongkrit konselor disarankan untuk memahami secara mendalam konsep diri waria, sehingga praktik bimbingan dan konseling di sekolah mampu membantu menyelesaikan setiap permasalahan konseli khususnya mereka yang berkepribadian seperti waria dengan lebih cepat dan tepat.