DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementasi Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Nilai-nilai Budaya Huyula di Daerah Terpencil Gorontalo.

BESSE . MARHAWATI

Abstrak


ABSTRACT

 

Implementasi Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Nilai-nilai Budaya Huyula di Daerah Terpencil Gorontalo.

Marhawati, Besse. 2016. Implementasi Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Nilai-nilai Budaya Huyula di Daerah Terpencil Gorontalo. Disertasi. Program Studi Manajemen pendidikan. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd., (2) Prof. Hj. Utami Widiati, M.A., Ph.D., (3) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd.

Katakunci: kepemimpinan kepala sekolah, nilai-nilai budaya huyula, daerah  terpencil

Sekolah tidak dapat dipisahkan dari budaya masyarakat dimana sekolah itu berada. Oleh karena itu kepala sekolah dalam menjalankan kepemimpinannya harus mencari cara atau strategi melalui nilai-nilai budaya masyarakat untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Setiap masyarakat memiliki kearifan budaya yang dapat dijadikan alat bagi kepala sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolahnya. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan teori kepemimpinan yang memanfaatkan nilai-nilai budaya Huyula untuk mencapai tujuan pendidikan pada masyarakat terpencil Gorontalo.

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan teori kepemimpinan kepala sekolah yang pengimplementasiannya mengintegrasikan nilai-nilai budaya Huyula di daerah terpencil Gorontalo. Fokus penelitian mencakup: (1) nilai-nilai budaya Huyula yang menjadi dasar dan diintegrasikan pada kepemimpinan kepala sekolah; (2) strategi kepemimpinan kepala sekolah berbasis nilai-nilai budaya Huyula; (3) peran kepemimpinan kepala sekolah berbasis nilai-nilai budaya Huyula; dan (4) dampak kepemimpinan kepala sekolah berbasis nilai-nilai budaya Huyula.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multisitus dan menggunakan metode analisis induktif termodifikasi. Penelitian dilaksanakan di tiga sekolah yaitu SMPN 5 Satap Telaga Biru, SMPN 5 Satap Limboto, dan SMPN 6 Satap Telaga Kabupaten Gorontalo. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif, melalui dua tahap yaitu analisis data situs individu, dan analisis data lintas situs. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan uji kredibilitas, transferabilitas, auditabilitas, dan konfirmabilitas.

Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, (1) nilai-nilai budaya Huyula yang menjadi dasar pada kepemimpinan kepala sekolah terdapat pada delapan jenis kegiatan Huyula yaitu: Ambu (mengumpul); Ti’ayo (memanggil tiba-tiba); Timo’a (mengumpul dalam bentuk materi); Hileiya (memindahkan); Dembulo (menutup); Duluhu (jalan dipinggiran); Hulunga (ramai-ramai); dan Himbunga (memulai sesuatu yang baru); (2) nilai-nilai budaya Huyula yang diintegrasikan pada kepemimpinan kepala sekolah terdapat pada empat jenis kegiatan Huyula yaitu: Ti’ayo; Timo’a; Hulunga; dan  Himbunga. Nilai-nilai yang terkandung pada berbagai jenis kegiatan Huyula tersebut secara keseluruhan adalah nilai kerjasama, kebersamaan, empati, kepedulian, persatuan, musyawarah, kekeluargaan, keteladanan, dan keikhlasan. Adapun nilai-nilai utama yang ditonjolkan dalam budaya Huyula adalah nilai-nilai sosial yakni kerja sama sosial secara suka rela; kedua, strategi kepemimpinan kepala sekolah berbasis nilai-nilai budaya Huyula di daerah terpencil dilakukan melalui dua strategi yaitu: (1) strategi eksternal, dan (2) strategi internal; ketiga, peran kepemimpinan kepala sekolah berbasis nilai-nilai budaya Huyula meliputi tiga peran, yaitu: (1) sebagai pemimpin (leader), (2) sebagai pemotivasi (motivator), dan (3) sebagai juru bicara (spokesman); dan keempat, dampak kepemimpinan kepala sekolah berbasis nilai-nilai budaya Huyula yaitu berdampak positif pada pencapaian program sekolah, guru, siswa, masyarakat dan orang tua.

 

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka disarankan kepada berbagai pihak yaitu: (1) kepala sekolah hendaknya memasukkan nilai-nilai budaya Huyula ke dalam visi, misi, tujuan, dan program sekolah, meningkatkan kerjasama eksternal untuk pembangunan psikis (bukan hanya pembangunan fisik di sekolah), dan menggali lagi nilai-nilai budaya Huyula dalam kegiatan Ambu, Hileiya, Duluhu, dan Dembulo; (2) guru-guru hendaknya mendukung dan memanfaatkan nilai-nilai budaya Huyula dalam melaksanakan tugas-tugasnya di sekolah; (3) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo hendaknya memasukkan nilai-nilai budaya Huyula ke dalam visi, misi, dan kebijakan tentang kurikulum muatan lokal di sekolah di kabupaten Gorontalo; (4) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, sebagai bahan informasi dan masukan untuk menetapkan kebijakan tentang pengakomodasian pentingnya nilai-nilai budaya lokal dalam pencapaian tujuan pendidikan; dan (5) peneliti lainnya, yang ingin melakukan penelitian lanjutan dengan fokus penelitian yang sama atupun dengan metode yang berbeda terkait dengan kepemimpinan kepala sekolah berbasis nilai-nilai budaya Huyula maupun budaya lainnya.