DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Daya Infeksi Sugarcane streak mosaic virus (SCSMV) Terhadap Tanaman Jagung (Zea mays) dan Sorgum (Shorgum sp.)dalam Berbagai Umur Tanaman pada Waktu Inokulasi di Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan

Lutfi Maratus Solikhah

Abstrak


ABSTRAK

 

Solikhah, Lutfi Maratus. 2008. Daya Infeksi Sugarcane streak mosaic virus (SCSMV) Terhadap Tanaman Jagung (Zea mays) dan Sorgum (Shorgum sp.)dalam Berbagai Umur Tanaman pada Waktu Inokulasi di Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr, Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd. (II) Ari Kristini, S.P, M.PlantProt

 

Kata kunci: daya infeksi, SCSMV, jagung, sorgum, umur tanaman

 

Penyakit mosaik bergaris merupakan salah satu penyakit penting pada tebu di Indonesia yang disebabkan oleh Sugarcane streak mosaic virus (SCSMV). gejala umum berupa pola pada helaian daun berupa noda-noda atau garis-garis berwarna hijau muda atau kekuningan sejajar dengan berkas pembuluh. Gejala ini kadang disertai warna merah pada daun tua. Umur tanaman saat di inokulasi sangat berpengaruh terhadap tingkat ketahanan tanaman. Untuk tanaman tebu serangan virus pada umur tanaman yang lebih muda akan menyebabkan tanaman menjadi lebih rentan daripada umur tanaman yang lebih tua.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1) untuk mengetahui perbedaan daya infeksi SCSMV terhadap tanaman jagung pada umur 2,3,4,5 minggu setelah tanam (mst), 2) untuk mengetahui perbedaan daya infeksi SCSMV terhadap tanaman sorgum pada umur 2,3,4,5 minggu setelah tanam (mst). Teknik inokulasi yang dipakai yaitu teknik Scrubbing dengan cara menyelupkan kain sabut  kedalam larutan sumber inokulum kemudian diinokulasi dengan cara menjepit daun +1 dan daun yang masih menggulung diantara kain sabut yang dilipat, mulai dari pangkal bawah kemudian ditarik ke atas ke arah ujung daun sambil ditekan. Inokulasi dilakukan pada batang induk tanaman jagung dan tanaman sorgum masing-masing pada umur 2,3,4,5 minggu setelah tanam.

Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Penelitian dilakukan selama bulan Maret-Juni 2008 di kebun percobaan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan. Gejala serangan pada tanaman jagung dan sorgum serta masa inkubasi virus SCSMV adalah parameter yang digunakan untuk pengamatan selama 2 bulan setelah inokulasi. pengaruh masa inkubasi dan gejala serangan virus SCSMV terhadap tanaman jagung dan sorgum dianalisis dengan menggunakan anava tunggal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya infeksi SCSMV terhadap ta-naman jagung pada umur tanaman 2,3,4,5 minggu setelah tanam pada saat inokulasi tidak berbeda nyata, begitu juga dengan daya infeksi SCSMV terhadap tanaman sorgum pada umur tanaman 2,3,4,5 minggu setelah tanam pada saat inokulasi juga tidak berbeda nyata. Selain itu umur tanaman tidak berpengaruh terhadap gejala serangan dan masa inkubasi virus SCSMV.