DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Strategi Problem Posing dipadu dengan Blended Learning terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas XI IA SMA Negeri 8 Malang pada Materi Kesetimbangan Kelarutan

Meiliyah Ulfa

Abstrak


ABSTRACT

 

Ulfa, Meiliyah. 2015. Pengaruh Strategi Problem Posing dipadu dengan Blended Learning terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas XI IA SMA Negeri 8 Malang pada Materi Kesetimbangan Kelarutan. Program Studi Magister Pendidikan Kimia,Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D, (2) Prof. Dra. Sri Rahayu, M. Ed, Ph.D.

Kata-kata kunci: problem posing, blended learning, hasil belajar kognitif, Kesetimbangan Kelarutan

Materi Kesetimbangan Kelarutan melibatkan aspek konseptual dan algoritmik. Aspek konseptual berkaitan dengan masalah yang membutuhkan pemahaman konsep, seperti proses terbentuknya endapan sebagai hasil dari reaksi kimia. Aspek algoritmik berkaitan dengan masalah yang membutuhkan pengetahuan prosedural sehingga membutuhkan kemampuan matematika siswa, seperti menentukan Ksp dari konsentrasi ion. Dalam memahami fenomena pada materi Kesetimbangan Kelarutan dibutuhkan pemahaman terhadap tiga representasi kimia (makroskopik, mikroskopik, dan simbolik) serta penguasaan terhadap konsep dasar yang berkaitan (kelarutan zat, kesetimbangan kimia, asas Le Chatelier, dan persamaan reaksi). Namun, selama ini pembelajaran materi Kesetimbangan Kelarutanpada umumnya hanya melibatkan representasi makroskopik dan simbolik saja, representasi mikroskopik cenderung diabaikan. Sifat materi serta pembelajaran tersebut berpotensi untuk terjadinya kesulitan siswa dalam memahami konsep-konsep dalam materi Kesetimbangan Kelarutan. Aspek algoritmik yang berkaitan dengan perhitungan matematika juga dapat menambah kesulitan siswa pada materi ini. Salah satu strategi pembelajaran yang diperkirakan dapat membantu siswa dalam memahami konsep secara lebih baik pada materi Kesetimbangan Kelarutan adalah strategi problem posing. Strategi problem posing mengharuskan siswa merumuskan soal berdasarkan situasi tugas yang diberikan. Perumusan soal oleh siswa menempatkan siswa dalam situasi berpikir baru, yaitu berpikir mengenai informasi yang diberikan pada soal, strategi penyelesaian, dan informasi lain yang berkaitan. Hal ini dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa sebelum menuliskan soal. Proses pengajaran dan pembelajaran dalam strategi problem posing dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa dan membantu mereka dalam memahami konsep. Penerapan strategi problem posing dalam pembelajaran melibatkan siswa untuk aktif bertanya maupun berpendapat dalam diskusi. Namun, kendala utama dalam strategi ini adalah keterbatasan waktu dalam proses pembelajaran di kelas. Untuk memaksimalkan interaksi antar siswa dalam diskusi perlu tambahan waktu di luar kelas. Hal ini diperkirakan dapat dipenuhi apabila penerapan strategi problem posing dipadu dengan blended learning. Perpaduan ini memberikan kesempatan yang sangat baik dan mencukupi bagi siswa untuk mendiskusikan soal yang telah dibuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan strategi problem posing dipadu dengan blended learning ditinjau dari hasil belajar kognitif dan kemampuan siswa dalam merumuskan soal siswa kelas XI pada materi Kesetimbangan Kelarutan.

Penelitian ini menggunakan pre-test-post-test control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMA N 8 Malang sebanyak lima kelas homogen. Sampel penelitian adalah kelas XI IA 1 yang terdiri dari 35 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IA 3 yang terdiri dari 34 siswa sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen dibelajarkan dengan strategi problem posing dipadu dengan blended learning, sedangkan kelas kontrol dibelajarkan dengan strategi problem posing. Data penelitian adalah hasil belajar kognitif dan kemampuan siswa dalam merumuskan soal. Data hasil belajar kognitif dikumpulkan dengan tes pilihan ganda yang terdiri dari 25 soal dengan validitas butir soal,dihitung dengan product moment pearson,sebesar 93,9%, dan koefisien reliabilitas, dihitung dengan rumus Spearman-Brown, sebesar 0,35. Data kemampuan merumuskan soal diperoleh dari instrumen berupa lembar kerja problem posing. Dari hasil uji coba lembar kerja problem posing diperoleh validitas isi sebesar 80,7%. Data hasil belajar kognitif siswa dianalisis menggunakan uji statistik anakova. Kemampuan merumuskan soal dianalisis secara deskriptif.

 

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) strategi problem posing dipadu dengan blended learning memberikan hasil belajar kognitif lebih tinggi dibandingkan strategi problem posing tanpa dipadu dengan blended learning. (2) strategi problem posing dipadu dengan blended learning menghasilkan kemampuan siswa dalam merumuskan soal yang lebih baik dibandingkan strategi problem posing tanpa dipadu dengan blended learning.