DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Inkuiri Untuk Membantu Siswa SMA Kelas X Dalam Memahami Materi Peluang.

Endang Novita Tjiptiany

Abstrak


ABSTRACT

 

Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Inkuiri Untuk Membantu Siswa SMA Kelas X Dalam Memahami Materi Peluang.

Tjiptiany, Endang Novita. 2015. Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Inkuiri Untuk Membantu Siswa SMA Kelas X Dalam Memahami Materi Peluang. Tesis. Jurusan Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing:        (I) Dr. Abdur Rahman As’ari, M.Pd., MA. (II) Dr. Makbul Muksar, S.Pd., M. Si.

Kata Kunci: pengembangan, modul pembelajaran, inkuiri, dan peluang.

Penelitian pengembangan ini didasarkan pada kenyataan bahwa SMA Negeri 2 Malang merupakan salah satu sekolah terpilih untuk melaksanakan kurikulum 2013, yang dalam pembelajarannya siswa dituntut dan dibiasakan dengan aktivitas pemecahan masalah, aktivitas yang menuntut kolaborasi dengan teman-temannya, aktivitas yang berkaitan dengan permasalahan kontekstual atau permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, dan aktivitas berpikir serta penyelidikan sehingga siswa tidak hanya menerima informasi pengetahuan tapi juga menemukan suatu konsep. Untuk melaksanakan kurikulum 2013 dalam pembelajaran matematika, pemerintah melalui Kemdikbud RI telah menyediakan buku ajar berupa buku siswa. Namun berdasarkan pengalaman penulis setelah membelajarkan beberapa pokok bahasan dari buku siswa selama satu semester, diperolah kesimpulan bahwa membelajarkan siswa dengan buku siswa yang ada belum memberikan hasil yang optimal. Hal ini disebabkan karena siswa kurang memahami konsep materi yang dipelajari dari buku siswa. Bahasa penyampaian pada materi sulit dipahami siswa karena kurang komunikatif. Keberadaan buku siswa yang merupakan sumber belajar siswa ternyata belum maksimal dalam membantu siswa mengkonstruksi pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari. Aktivitas dan langkah-langkah dalam teks yang digunakan tidak secara eksplisit memberi kesempatan kepada siswa baik secara individu maupun kelompok untuk berperan aktif dalam mengkonstruksi sendiri pemahaman terhadap materi yang dipelajari.

Berdasarkan masalah tersebut, maka dikembangkan bahan ajar berupa modul yang memuat kegiatan untuk memberi kesempatan kepada siswa berperan aktif dalam mengkonstruksi sendiri pemahamannya terhadap materi yang dipelajari. Kegiatan yang demikian merupakan ciri dari model pembelajaran inkuiri. Dengan demikian bahan ajar yang dikembangkan berupa modul pembelajaran dengan pendekatan inkuiri  materi peluang kelas X SMA Negeri 2 Malang. Bahan ajar ini memuat langkah-langkah pada inkuiri, yaitu (1) orientasi, (2) menyajikan masalah, (3) mengumpulkan informasi dan menyusun dugaan penyelesaian, (4) menguji dugaan dan membuat kesimpulan sementara, (5) mengkomunikasikan, dan (6) refleksi dan kesimpulan. Bahan ajar ini dapat digunakan siswa sebagai sumber belajar untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran.

Pengembangan bahan ajar ini menggunakan model pengembangan Plomp.  Kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan ditetapkan oleh peneliti. Kevalidan diperiksa oleh tiga validator, yaitu satu orang dosen dan dua orang praktisi. Kepraktisan diperiksa oleh dua observer dan keefektifan diperiksa oleh dua observer dan siswa sebagai pengguna pada saat uji coba lapangan. Untuk mendukung pelaksanaan bahan ajar, juga dirancang RPP dan instrumen penelitian. Instrumen penelitian meliputi: (1) lembar validasi, (2) lembar observasi, (3) angket, dan (4) tes.

 

Dalam penelitian pengembangan ini dilaksanakan uji coba terbatas terhadap sepuluh siswa dari lima kelas pararel dan uji coba lapangan terhadap  satu kelas natural sebanyak 28 siswa kelas X Mia 1 di SMA Negeri 2 Malang. Hasil uji coba terbatas yang telah direvisi dihasilkan modul prototype 3 yang kemudian digunakan untuk uji coba lapangan. Hasil uji coba lapangan menunjukkan bahwa modul pembelajaran memperoleh skor kevalidan 3,31 dari ahli materi dan praktisi, yang berarti bahwa modul pembelajaran tersebut valid. Pada keterlaksanaan pembelajaran menggunakan modul diperoleh hasil skor rata-rata total untuk seluruh aspek adalah 3,90.dari dua orang observer yaitu guru SMA Negeri 2 Malang. Sesuai dengan kriteria kepraktisan yang telah ditetapkan, disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan telah memenuhi kriteria praktis. . Hasil uji coba lapangan untuk penguasaan modul diperoleh skor rata-rata penguasaan modul 85,21. Ini menunjukkan bahwa tingkat penguasaan modul seluruh siswa mencapai 96,43%. Sesuai dengan kriteria yang ditetapkan yaitu jika 85% siswa yang mengikuti pembelajaran mampu mencapai nilai minimal 75, maka penguasaan modul untuk materi peluang dikatakan baik, dan siswa dikatakan tuntas materi. Hasil observasi dua observer terhadap aktivitas siswa dan guru selama pembelajaran dengan menggunakan modul berturut-turut adalah 3,56 dan 3,91. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka aktivitas siswa dan guru pada pembelajaran menggunakan modul tergolong sangat aktif. Hal ini berarti modul dapat diterapkan dan mudah diterapkan oleh siswa dan guru. Hasil dari angket respon siswa menunjukkan skor 3,56 yang berarti siswa memberikan respon positif terhadap modul pembelajaran yang mereka gunakan. Berdasarkan indikator-indikator tersebut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang berupa modul pembelajaran matematika materi peluang efektif digunakan dalam pembelajaran. Dengan demikian, hasil pengembangan modul pembelajaran matematika peluang  berdasarkan pendekatan inkuiri dikatakan valid, praktis dan efektif.