DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keyakinan Guru Bahasa Asing Inggris tentang Umpan Balik Perbaikan Secara Lisan dan Praktek Mengajar Mereka Di Kelas

Mahammad Surya Rifqi

Abstrak


ABSTRACT

 

Rifqi, Muhammad Surya. 2016. Keyakinan Guru Bahasa Asing Inggris tentang Umpan Balik Perbaikan Secara Lisan dan Praktek Mengajar Mereka Di Kelas. Tesis, Program Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Bambang Yudi Cahyono, M.Pd., M.A., Ph.D., (2) Prof. Dr. Gunadi Harry Sulistyo, M.A.

Kata Kunci: Keyakinan guru, Umpan Balik Perbaikan Secara Lisan, Praktek Mengajar Di Kelas.

Keyakinan guru sangat penting dalam membantu guru membuat pengertian tentang kelas, mempengaruhi apakah informasi yang baru dapat diterima atau ditolak, dan menentuka mengajar dalam kelas. Hubungan antara apa yang diyakini oleh guru dan praktek mengajarnya menghasilkan aksi yang cocok dengan guru untuk dilakukan dan terlebih lagi pemahaman siswa dalam proses belajar. Hal ini penting untuk menguji apakah guru melaksanakan yang mereka yakini dalam mengajar di kelas atau tidak. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengkaji keyakinan guru bahasa asing inggris tentang umpan balik perbaikan secara lisan; 2) untuk mengkaji faktor di bidang pendidikan yang mempengaruhi keyakinan guru bahasa asing inggris tentang umpan balik perbaikan secara lisan; dan 3) untuk menggambarkan hubungan antara keyakinan guru bahasa asing inggris tentang umpan balik perbaikan secara lisan dan praktek mengajar mereka di kelas.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian studi kasus untuk menjawab pertanyaan penelitian di atas. Penelitian ini dikumpulkan, diatur, dan dianalisa oleh peneliti sendiri sebelum akhirnya sampai pada kesimpulan hasil. Subjek penelitian penelitian ini adalah dua orang dosen pengajar mata kuliah Pronunciation Practice dan dua orang dosen pengajar mata kuliah Speaking II. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan subjek penelitian, daftar observasi, rekaman audio, dan catatan lapangan. Keabsahan data dilakukan melalui subjek penelitian, data, dan koreksi dari subjek.

Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan umpan balik perbaikan membantu siswa untuk mengumpulkan informasi, melakukan refleksi dan mengaktifkan kesadaran mereka tentang apa yang mereka katakan dan lakukan. Perbedaan tentang apa yang dikoreksi, kapan mengoreksi, dan bagaimana mengoreksi kesalahan siswa antara dosen-dosen dapat dimengerti karena dosen memegang matakuliah yang berbeda, tujuan yang berbeda, penyuaian dengan umpan balik perbaikan yang efektif. Disana juga ada waktu umpan balik perbaikan tidak diberikan. Kesalahan yang dilakukan siswa ditoleransi oleh dosen dengan berbagai macam alasan yang kemungkinan mempengaruhi siswa bahkan guru sendiri. Sementara itu, latar belakang pendidikan dosen adalah faktor yang paling mempengaruhi dibandingkan dengan faktor yang lain. Pengalaman dosen sebagai seorang siswa memberikan andil dalam terbentuknya keyakinan dasar semua dosen. Guru mereka yang telah lalu berperan penting dalam menentukan keyakinan dosen tentang umpan balik perbaikan secara lisan. Disamping itu, ada beberapa perbedaan antara keyakinan dosen tentang umpan balik perbaikan secara lisan dengan praktek mengajar di kelas. Faktor yang menyebabkan praktek mengajar di kelas dosen berbeda dengan keyakinan yang dikatakan adalah penyesuaian dosen dengan matakuliah, kondisi siswa, dan rumitnya kehidupan di kelas. Bagaimanapun juga, praktek mengajar dikelas dosen sesuai dengan keyakinan dosen secara umum tentang umpan balik perbaikan secara lisan. Penelitian ini menemukan bahwa praktek mengajar dosen merefleksikan keyakinannya bahwasanya dosean mempersiapkan keyakinannya untuk memperbaiki kesalahan siswa.

 

Berdasarkan dari hasil penelitian, guru-guru dianjurkan untuk mempertimbangkan penggunaan umpan balik perbaikan untuk siswa. Ada beberapa strategi umpan balik pebaikan yang tersedia untuk dosen yang lain sebagai bahan pertimbangan, untuk memilih strategi yang lebih efektif untuk umpan balik perbaikan. Untuk peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat di terapkan dalam variabel yang berbeda, seperti keyakinan siswa dan umpan balik perbaikan secara tertulis. Membandingkan antara keyakinan guru dan siswa juga dapat menjadi pertimbangan untuk di uji untuk menghindari kesalahpahaman dan mencapai kesepakatan antara guru dan siswa. Melaksanakan penelitian lebih dalam tentang keyakinan guru terkait dengan teori tentang tingkah laku yang direncanakan juga penting untuk dilakukan.