DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pembelajaran Daur Belajar Enam Langkah dengan Penugasan Peta Pikiran terhadap Hasil Belajar, Motivasi Belajar, dan kemampuan Berfikir Kritis Siswa pada Materi Larutan Penyangga

Dwi Asti Ardiani

Abstrak


ABSTRACT

 

Ardiani, D. A. 2016. Pengaruh Pembelajaran Daur Belajar Enam Langkah dengan Penugasan Peta Pikiran terhadap Hasil Belajar, Motivasi Belajar, dan kemampuan Berfikir Kritis Siswa pada Materi Larutan Penyangga. Tesis, Jurusan Pendidikan Kimia Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dra. Srini M. Iskandar, M.Sc., Ph.D., (2) Dr. Yahmin, S.Pd., M.Si.

Kata Kunci : Daur Belajar Enam Langkah, Peta Pikiran, Hasil Belajar, Motivasi Belajar, dan Kemampuan Berfikir Kritis

Kurikulum 2013 yang menganut paradigma konstruktivisme digunakan di sekolah-sekolah. Salah satu pembelajaran yang relevan dengan kurikulum tersebut adalah pembelajaran daur belajar enam langkah. Implementasi daur belajar disekolah diketahui masih terdapat kesulitan siswa terutama pada fase penerapan. Hambatan ini terjadi karena kurang mampunya siswa menghubungkan antara pengetahuan sebelumnya dengan konsep yang sedang dipelajarinya. Diyakini bahwa salah satu cara untuk menghubungkan antar konsep ini adalah membuat peta pikiran. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) menguji perbedaan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 3 Lumajang yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran daur belajar enam langkah dengan dan tanpa penugasan peta pikiran, (2) mengetahui motivasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 3 Lumajang setelah penerapan pembelajaran daur belajar enam langkah dengan dan tanpa penugasan peta pikiran, dan (3) mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMA Negeri 3 Lumajang setelah penerapan pembelajaran daur belajar enam langkah dengan dan tanpa penugasan peta pikiran.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dimana subyek dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Populasi penelitian ini semua kelas XI MIA SMAN 3 Lumajang dan sampelnya dipilih 2 kelas secara undian sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen perlakuan tersusun atas silabus dan rencana pembelajaran (RPP). Sedangkan instrumen pengukuran tersusun atas lembar observasi, LKS, soal kuis, soal evaluasi, soal kemampuan berfikir kritis, dan angket motivasi belajar siswa. Instrumen tersebut divalidasi oleh 2 dosen kimia sebelum dipakai. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas, uji kesamaan dua rata-rata, dan uji hipotesis. Hasil uji reliabilitas soal evaluasi sebesar 0,861 sedangkan hasil uji reliabilitas soal kemampuan berfikir kritis sebesar 0,859.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Ada perbedaan hasil belajar antara hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran daur belajar enam langkah dengan dan tanpa penugasan peta pikiran, (2) Motivasi belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran daur belajar enam langkah dengan dan tanpa penugasan peta pikiran adalah sama-sama tinggi, dan (3) Kemampuan berfikir kritis antara siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran daur belajar enam langkah dengan dan tanpa penugasan peta pikiran adalah sama-sama masih rendah.