DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DENGAN MASALAH OPEN-ENDED MATERI SEGIEMPAT DAN SEGITIGA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIID SMPN 2 KUALASIMPANG

Sri Desilya

Abstrak


ABSTRACT

 

Desilya, S. 2016. Pembelajaran Team Games Tournament (TGT) Dengan Masalah Open-Ended Materi Segiempat dan Segitiga Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIID SMPN 2 Kualasimpang. Tesis. Pascasarjana Pendidikan Matematika Universitas Negeri Malang.

Pembimbing: (I) Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si., (II) Dr. Abdul Qohar, M.T.

Kata Kunci : TGT, masalah open-ended, berpikir kritis        

Berpikir kritis (critical thinking) menurut dimensi belajar merupakan salah satu aspek yang harus dikembangkan dan dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran. Berpikir kritis merupakan kompetensi dasar yang harus  dicapai dalam pembelajaran matematika. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan masalah open-ended mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Pembelajaran yang tepat perlu diterapkan sebagai upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis, salah satunya dengan menerapkan pembelajaran model Team Games Tournament (TGT) dengan masalah open-ended. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pembelajaran TGT dengan masalah open-ended yang dapat meningkatkan berpikir kritis siswa kelas VIID SMPN 2 Kualasimpang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Prosedur dalam penelitian ini memiliki empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi yang dilaksanakan dalam bentuk siklus berulang. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIID SMPN 2 Kualasimpang yang berjumlah 21 siswa. Data yang dikumpulkan berupa hasil observasi aktivitas guru dan siswa serta hasil tes  kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah open-ended yang berkaitan dengan luas daerah dan keliling segiempat dan segitiga.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran TGT dengan masalah open-ended meliputi aktivitas (1) presentasi di kelas; pemaparan konsep luas daerah dan keliling segiempat dan segitiga, (2) mengorganisir siswa dalam kelompok, (3) game, (4) turnamen, (5) rekognisi tim dan (6) tes individu. Indikator berpikir kritis yang diukur meliputi (1) menyajikan alternatif penyelesaian yang beragam, (2) memaparkan argumen, (3) mengevaluasi pernyataan/argumen dan (4) membuat kesimpulan. Skor observasi aktivitas guru dan siswa  berada pada pada kriteria baik. Tingkat berpikir kritis meningkat dari Siklus I ke Siklus II  pada indikator menyajikan alternatif penyelesaian yang beragam sebesar 4,2%. Peningkatan indikator memaparkan argumen sebesar 12,5%.  Peningkatan pada indikator mengevaluasi pernyataan/argumen sebesar 5,4% dan pada indikator membuat kesimpulan sebesar 17,5%.  Persentase peningkatan berpikir kritis siswa kelas VIID SMPN 2 Kualasimpang siklus I sebesar 30% dan siklus II sebesar 75 %. Oleh karena itu, pembelajaran TGT dengan masalah open-ended dapat digunakan dalam melaksanakan pembelajaran matematika untuk meningkatkan berpikir kritis siswa.