DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PROSES CONJECTURING SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH GENERALISASI POLA

Sutarto .

Abstrak


ABSTRACT

 

Sutarto, 2016. Proses Conjecturing Siswa dalam Pemecahan Masalah Generalisasi Pola. Disertasi, Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Promotor: Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si., Ko-Promotor I: Dr. Subanji, M.Si., Ko-Promotor II: Dr. Sisworo, M.Si.

Kata Kunci: Proses conjecturing, pemecahan masalah, generalisasi pola.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses conjecturing siswa dalam pemecahan masalah generalisasi pola berdasarkan teori APOS. Subjek penelitian ini adalah 27 siswa kelas VIII SMP. Pengumpulan data dilakukan dengan dua tahap menggunakan instrumen bantu yaitu Tugas Pemecahan Masalah Generalisasi Pola (TPMGP) dan wawancara. Pada tahap pertama, siswa menyelesaikan TPMGP sambil think alouds, peneliti fokus mengamati kegiatan siswa melalui komputer sambil menulis catatan penting yang akan dikonfirmasi pada saat wawancara. Pada tahap kedua, wawancara berbasis tugas untuk mendalami dan mengklarifikasi proses conjecturing yang dilakukan siswa serta menjaring data yang belum diperoleh melalui think alouds. Data yang telah diperoleh tersebut di analisis dengan tahapan mentranskrip data, mereduksi data, kategorisasi data, menggambar struktur berpikir, dan membuat kesimpulan.

Hasil penelitian tentang proses conjecturing siswa dalam pemecahan masalah generalisasi pola terdiri dari proses global conjecturing dan proses local conjecturing. Proses global conjecturing dalam pemecahan masalah generalisasi pola, terjadi pada tahap aksi, dimana siswa mengamati dan mengorganisir kasus secara utuh sebagai dasar untuk membangun konjektur. Pada tahap proses, siswa melakukan interiorization aksi untuk mencari dan memprediksi pola yang  dihubungkan dengan pengetahuan sebelumnya. Pada tahap objek, siswa melakukan encapsulation proses atau de-encapsulation untuk merumuskan konjektur secara simbolik dan selanjutnya melakukan validasi konjektur untuk mengetahui kebenaran dari konjektur yang dihasilkan tetapi tidak secara umum. Pada tahap skema, siswa menggeneralisasi konjektur dan selanjutnya membentuk skema baru, yaitu rumus atau aturan umum pola.

 

Proses local conjecturing dalam pemecahan masalah generalisasi pola terjadi pada tahap aksi, dimana siswa mengamati dan mengorganisir kasus secara terpisah sebagai dasar untuk membangun konjektur. Pada tahap proses, siswa melakukan interiorization aksi untuk mencari dan memprediksi pola yang  dihubungkan dengan pengetahuan sebelumnya. Pada tahap objek, siswa melakukan encapsulation proses atau de-encapsulation untuk merumuskan konjektur secara simbolik dan selanjutnya melakukan validasi konjektur untuk mengetahui kebenaran dari konjektur yang dihasilkan tetapi tidak secara umum. Pada tahap skema, siswa menggeneralisasi konjektur dan selanjutnya membentuk skema baru, yaitu rumus atau aturan umum pola. Proses local conjecturing dikelompokkan menjadi dua, yaitu proses local conjecturing berdasarkan proximity dan local conjecturing berdasarkan contrast. Proses local conjecturing berdasarkan proximity adalah proses membangun konjektur berdasarkan faktor kedekatan, sedangkan proses local conjecturing berdasarkan contrast adalah proses membangun konjektur berdasarkan faktor perbedaan