DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Indonesia bagi Bahasa Asing (BIPA) Tingkat Madya

Sheilla Arumdyahsari

Abstrak


Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar BIPA tingkat madya dengan acuan American Council on the Teaching of Foreign Language (ACTFL), model pembelajaran integratif dan komunikatif. Pada ACTFL, terdapat 11 profil kompetensi berbahasa mulai dari novice low, hingga distinguish. Bahan ajar ini fokus pada tingkat intermediate atau tingkat madya. Rincian profil kompetensi pada ACTFL untuk tingkat madya adalah madya rendah, madya tengah, dan madya tinggi. Kelebihan ACTFL adalah berisi profil kompetensi berbahasa menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Metode ini diadaptasi dari model pengembangan Borg dan Gall. Berdasarkan model tersebut terdapat empat tahap pengembangan yaitu (1) studi pendahuluan, (2) pengembangan, (3) pelaksanaan, dan (4) revisi. Pengembangan bahan ajar didasarkan pada studi pendahuluan yang dilakukan sebelumnya. Hasil pengembangan berupa bahan ajar selanjutnya diujicobakan untuk mengetahui tingkat kelayakan produk. Uji kelayakan dilakukan empat kali yaitu uji ahli pembelajaran BIPA, uji ahli kegrafikan, uji praktisi, dan uji kelompok kecil (pelajar BIPA tingkat madya di BIPA Universitas Muhammadiyah Malang, ISP Malang Kucecwara, dan BIPA Universitas Negeri Malang).

            Terdapat dua data pada penelitian ini yaitu data untuk mengembangkan produk dan data untuk revisi produk. Data untuk mengembangkan produk didapatkan dari studi prapengembangan kepada praktisi dan pelajar BIPA melalui angket dan wawancara. Selain itu, data untuk mengembangkan produk juga didapatkan dari studi dokumen dan pemetaan kurikulum. Data untuk revisi produk didapatkan dari uji ahli dan uji coba kelayakan bahan ajar. Uji ahli dilakukan tiga kali dengan ahli pembelajaran BIPA, ahli pengembangan bahan ajar, dan ahli kegrafikan. Uji coba kelayakan bahan ajar dilakukan kepada praktisi BIPA dan pelajar BIPA tingkat madya.

Berdasarkan hasil uji kelayakan terhadap ahli pembelajaran BIPA, ahli kegrafikan, praktisi BIPA tingkat madya, dan pelajar BIPA tingkat madya, diperoleh hasil berupa persentase sebagai berikut. Pada komponen kegrafikan diperoleh rata-rata sebesar 81,6%, komponen penyajian diperoleh rata-rata sebesar 90,3%, komponen isi diperoleh rata-rata sebesar 87,8%, komponen bahasa diperoleh rata-rata sebesar 82,4%, dan komponen penerapan diperoleh 85,2%. Dari kelima komponen tersebut, semua persentase menunjukkan kualifikasi kategori layak dengan tindak lanjut implementasi.

            Selain data numerik, data verbal berupa saran atau komentar baik tertulis atau lisan terkait lima aspek tersebut juga dijadikan dasar untuk revisi. Pada aspek kegrafikan, revisi dilakukan pada desain sampul bahan ajar dan penambahan keterangan gambar pada awal unit. Pada aspek penyajian, revisi dilakukan pada penggantian fungsi lembar persembahan menjadi lembar nasihat dan penyemangat. Pada aspek isi, revisi dilakukan pada variasi latihan. Pada aspek bahasa, revisi dilakukan pada bahasa yang digunakan dalam kata pegantar. Pada aspek penerapan, revisi dilakukan pada latihan tata bahasa yang kurang sesuai dengan pelajar BIPA tingkat madya.

            Secara keseluruhan, bahan ajar BIPA tingkat madya yang dikembangkan sudah layak dan siap diimplementasikan. Revisi dilakukan agar kualitas bahan ajar semakin bagus. Sebagai langkah pemanfaatan produk, pengajar disarankan untuk menggunakan bahan ajar sebagai salah satu sumber belajar dalam pembelajaran BIPA tingkat madya.