DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peran Kepala Madrasah sebagai Inovator dan Supervisor dalam Implementasi Kurikulum 2013 (Studi Multikasus pada MTs Negeri Lawang, MTs Negeri Turen, dan MTs NU Pakis).

MOHAMMAD AS'ADUL ANAM

Abstrak


ABSTRACT

 

Judul   Peran Kepala Madrasah sebagai Inovator dan Supervisor dalam Implementasi Kurikulum 2013 (Studi Multikasus pada MTs Negeri Lawang, MTs Negeri Turen, dan MTs NU Pakis).

Anam, Mohammad As'adul. 2016.Peran Kepala Madrasah sebagai Inovator dan Supervisor dalam Implementasi Kurikulum 2013 (Studi Multikasus pada MTs Negeri Lawang, MTs Negeri Turen, dan MTs NU Pakis). Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Ahmad Sonhadji K.H., M.A., Ph.D.; (II) Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd.; dan (III) Prof. Dr. H. Ali Imron,  M.Pd., M.M.

Kata kunci : peran kepala madrasah, implementasi kurikulum, inovator, supervisor

Perubahan dalam setiap aspek kehidupan tidak lepas dari berbagai hal yang berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, dan pengaruh global. Perubahan ini menuntut adanya perbaikan sistem pendidikan yang didalamnya termasuk upaya perbaikan kurikulum. Perbaikan kurikulum dari Kurikulum 2006 menjadi Kurikulum 2016 dilakukan untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia sehingga generasi bangsa Indonesia akan dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain, mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri, produktif, dan kompetitif. Di kabupaten Malang ada enam madrasah yang ditunjuk sebagai pelaksana implementasi Kurikulum 2013. Dari keenam madrasah tersebut, ada tiga madrasah yang dinilai paling berhasil dan meraih banyak prestasi, yaitu MTs Negeri Lawang, MTs Negeri Turen, dan MTs NU Pakis. Oleh sebab itu, peneliti tertarik melaksanakan studi multikasus untuk mendeskripsikan peran kepala madrasah sebagai inovator dan supervisor, faktor-faktor pendukung, dan kendala-kendala dalam implementasi Kurikulum 2013 di tiga madrasah tersebut.

Penelitian ini memiliki empat tujuan. Pertama, mendeskripsikan peran kepala madrasah sebagai inovator dalam implementasi kurikulum 2013. Kedua, mendeskripsikan peran kepala madrasah sebagai supervisor dalam implementasi kurikulum 2013. Ketiga, mendeskripsikan faktor-faktor pendukung keberhasilan implementasi kurikulum 2013. Keempat, mendeskripsikan kendala-kendala dalam upaya implementasi kurikulum 2013.

Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif karena peneliti perlu melakukan pengamatan yang mendalam dalam situasi yang wajar atau alamiah. Rancangan penelitian ini adalah studi multikasus dengan metode komparatif konstan (the constant comparative methode). Dalam rancangan ini peneliti hadir sebagai instrumen kunci sekaligus sebagai pengumpul data. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara itu, analisis data dilakukan dengan teknik analisis Miles dan Huberman.

Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, dapat dibuat kesimpulan sesuai fokus penelitian, yaitu (1) peran kepala madrasah sebagai inovator; (2) peran kepala madrasah sebagai supervisor; (3) faktor pendukung implementasi; dan (4) kendala implementasi kurikulum. Pertama, peran kepala madrasah sebagai inovator dalam implementasi kurikulum yang baru akan berhasil apabila kepala madrasah (1) mengembangkan kekhasan madrasah yang sesuai visi dan misi, yang sesuai isi kurikulum, dan yang dapat memberikan pembiasaan karakter positif pada siswa; (2) mengadakan sarana kerja yang sebelumnya tidak ada dan yang sesuai dengan kebutuhan guru dan karyawan madrasah; (3) membekali para guru dengan pengetahuan dan keterampian yang memadai terkait kurikulum baru dengan berbagai cara kreatif sehingga inovasi pembelajaran dapat terwujud; (4) membekali para guru dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai tentang pembelajaran berbasis ICT sehingga para guru dapat memanfaatkan ICT untuk mengembangkan inovasi pembelajaran; (5) memberikan petunjuk-petunjuk pada guru untuk menyusun rencana pembelajaran yang inovatif dan kreatif; (6) mengembangkan sistem pembelajaran tertentu yang kreatif, efektif, bersifat baru, dan dapat mendukung keberhasilan implementasi kurikulum; dan (7) menciptakan lingkungan dan suasana madrasah yang sesuai karakteristik dan kekhasan madrasah sehingga terbentuk lingkungan yang aman, nyaman, kondusif, dan khas bagi proses pembelajaran di madrasah.

Kedua, peran kepala madrasah sebagai supervisor dalam implementasi kurikulum yang baru akan berhasil apabila kepala madrasah (1) melakukan pendekatan interpersonal secara kreatif dan efektif agar kegiatan supervisi dapat mendorong kemajuan para guru; (2) menyosialisasikan program secara efektif kepada seluruh pihak yang terkait dan terlibat agar kegiatan supervisi dapat diterima dengan penuh konsekuensi; (3) menciptakan hubungan kerja antarelemen madrasah (kepala, guru, dan karyawan) yang harmonis dan penuh kebersamaan agar setiap elemen memiliki kesediaan menanggapi kegiatan supervisi secara p ositif; (4) menunjukkan sikap dan perilaku yang pantas diteladani oleh seluruh warga madrasah agar kegiatan supervisi yang dilakukan oleh kepala madrasah mendapat tanggapan positif dari warga madrasah; (5) melaksanakan peningkatan mutu guru dan karyawan secara kreatif dan efektif agar tindak lanjut dari kegiatan supervisi dapat diselesaikan dengan baik oleh para guru; (6) menjalankan kegiatan supervisi dengan sungguh-sungguh secara rutin dan berkelanjutan agar kualitas pembelajaran benar-benar terkontrol; (7) memberikan penghargaan kepada para guru yang berhasil menindaklanjuti hasil supervisi dengan baik sesuai kriteria agar para guru termotivasi untuk menindaklanjuti setiap hasil supervisi secara sungguh-sungguh; dan (8) mengupayakan peningkatan kesejahteraan bagi para guru terkait dengan perbaikan yang dilakukannya sesuai hasil supervisi agar para guru semakin termotivasi untuk memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan supervisi.

Ketiga, peran kepala madrasah sebagai inovator dan supervisor dapat berhasil dalam implementasi kurikulum yang baru apabila faktor pendukungnya diperhatikan, yaitu (1) personel madrasah yang meliputi kepala, wakil, guru, dan karyawan memiliki tekad dan semangat yang kuat untuk belajar khususnya mempelajari hal-hal yang terkait dengan implementasi kurikulum yang baru; (2) sarana dan prasarana yang dimiliki madrasah sudah relatif lengkap dengan jumlah dan kapasitas yang memadai, serta dengan kondisi yang layak pakai; dan (3) kondisi keuangan madrasah relatif kuat dan cukup untuk membiayai kebutuhan operasional madrasah, kesejahteraan personel madrasah, serta pengadaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

Keempat, ada tiga kendala besar yang biasa dihadapi oleh kepala madrasah sebagai inovator dan supervisor dalam upaya implementasi kurikulum yang baru, yaitu (1) personel madrasah (kepala, wakil, guru-guru, dan karyawan) belum memiliki kesiapan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman tentang kurikulum yang baru itu; (2) sarana dan prasarana yang dimiliki madrasah kurang memenuhi standar, seperti kualitas dan kapasitas laboratorium yang kurang memadai, distribusi buku siswa yang terlambat, atau jaringan internet yang kurang memadai dengan luas area madrasah; dan (3) ketersediaan dana madrasah kurang cukup untuk kebutuhan operasional serta pengadaan sarana dan prasarana madrasah, seperti karena partisipasi wali murid yang tidak maksimal, dana komite yang tidak bisa dipastikan tiap bulan, atau pencairan dana BOS yang sering terlambat.

 

Berdasarkan simpulan penelitian, peneliti menyampaikan beberapa saran kepada (1) ketiga kepala madrasah yang menjadi subjek penelitian supaya tetap mempunyai komitmen untuk selalu berinovasi; (2) kepala madrasah yang lain supaya dalam mengembangkan kurikulum selalu mempertimbangkan karakteristik individu madrasah; dan (3) Kementerian Agama supaya memberikan perhatian, pemikiran, dan pembinaan dengan mengoptimalkan kinerja pengawas madrasah dalam upaya meningkatkan kualitas kepala madrasah, kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru, serta kualitas tenaga kependidikan yang lain dalam upaya mengelola administrasi dan sarana pendukung pembelajaran di madrasah