DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah, Motivasi Kerja, dan Iklim Organisasi dengan Profesionalisme Guru Produktif di SMK se-Kota Kupang

Wofrid Erlista Bianome

Abstrak


ABSTRACT

 

Nur Aini, Dian Fitri. 2016. Pengembangan Motivasi Belajar Siswa Berprestasi Anak Tenaga Kerja Indonesia (Studi Kasus pada Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Blitar). Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar, Pasca Sarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si. M.Ed., (II) Prof. Dr. Hariyono, M.Pd.

Kata Kunci: motivasi belajar, siswa berprestasi, Sekolah Dasar, tenaga kerja Indonesia.

Berdasarkan studi pendahuluan ditemukan fakta bahwa siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Blitar yang merupakan anak dari tenaga kerja Indonesia memiliki prestasi belajar yang baik meskipun tanpa pendampingan orang tua yang lengkap. Setelah dilakukan studi pendahuluan lebih dalam, ketercapaian prestasi belajar siswa salah satunya dipengaruhi oleh motivasi belajar.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan motivasi belajar siswa berprestasi yang merupakan anak dari tenaga kerja Indonesia pada Sekolah Dasar di Kabupaten Blitar. Deskripsi pengembangan motivasi dikaitkan dengan beberapa pemenuhan kebutuhan belajar siswa, yaitu: kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan rasa cinta, kebutuhan penghargaan diri serta kebutuhan aktualisasi diri.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata-kata dan tindakan.  Sumber data dalam penelitian ini satu siswa kelas IV, satu siswa kelas V, dan satu siswa kelas VI. Penelitian ini menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu: observasi, wawancara dan telaah dokumen. Tahapan analisis data dalam penelitian ini yaitu: pertama, manajemen data untuk memahami keseluruhan. Kedua, membaca dan membuat memo untuk memahami unit bermakna dari data. Ketiga, mendeskripsikan, mengklasifikasikan dan menafsirkan data menjadi kode dan tema. Keempat, menyajikan dan memvisualisasi data. Penelitian ini menggunakan pengecekan keabsahan data dengan triangulasi data.

Berdasarkan paparan hasil analisis data dan temuan penelitian serta pembahasan disimpulkan bahwa pengembangan motivasi belajar siswa berprestasi yang merupakan anak tenaga kerja Indonesia dapat tercapai dengan pemenuhan beberapa kebutuhan belajar siswa di rumah dan di sekolah. Pertama, kebutuhan fisiologis yang terkait dengan kebutuhan dasar dan pokok siswa yang dapat menunjang keberlangsungan proses belajarnya. Kedua, kebutuhan rasa aman yang berkaitan dengan keamanan fisik dan keamanan yang bersifat psikologis. Ketiga, kebutuhan rasa cinta yang berkaitan dengan interaksi siswa dengan individu di lingkungannya. Keempat, kebutuhan penghargaan diri yang berkaitan dengan reinforcement dan umpan balik kepada siswa. Kelima, kebutuhan aktualisasi diri yang berkaitan dengan pengembangan potensi secara sistematik.

Pemenuhan berbagai kebutuhan belajar siswa tersebut menunjukkan keterkaitannya dengan peningkatan motivasi belajarnya. Pertama, kebutuhan fisiologis belajar siswa di rumah dihayati berdasarkan pemenuhan nutrisi makanan siswa; pakaian seragam yang dikenakan; kebutuhan finansial terkait uang saku dan keikutsertaan les; dan waktu istirahat siswa. Sedangkan kebutuhan fisiologis di sekolah dihayati dengan keberadaan kantin sekolah yang memadai, ruang kelas yang memadai, dan waktu istirahat yang cukup bagi siswa. Kedua, kebutuhan rasa aman di rumh dihayati dengan pendampingan belajar oleh orang tua dan penataan tempat belajar yang nyaman. Sedangkan kebutuhan rasa aman di sekolah dihayati dengan pengendalian sikap siswa di kelas serta sikap guru dalam pembelajaran. Ketiga, kebutuhan rasa cinta di rumah dihayati dengan perhatian orang tua dan komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak. sedangkan pada lingkungan sekolah, kebutuhan rasa cinta dihayati dengan terjalinnya hubungan baik antara guru dan siswa serta siswa dengan temannya. Keempat, kebutuhan penghargaan diri di rumah dihayati dengan pemberian reinforcement positif, kepercayaan orang tua dan pemberiaan hadiah. Sedangkan kebutuhan penghargaan diri di sekolah dihayati dengan penilaian dan umpan balik yang direspon oleh guru. Kelima, kebutuhan aktualisasi diri di rumah dihayati dengan dukungan pengembangan hobi dan cita-cita siswa. Sedangkan di lingkungan sekolah, kebutuhan aktualisasi diri dihayati dengan panduan belajar, sikap humanistik guru serta dukungan terhadap minat siswa.

 

Berdasarkan hasil penelitian disarankan bagi: pertama, orang tua. Hasil penelitian ini memberikan pengetahuan kepada orangtua tentang pengembangan motivasi belajar sehingga dapat dijadikan sebagai rujukan untuk kebutuhan pendampingan terhadap pendidikan anak pada usia sekolah dasar. Kedua, guru. Hasil penelitin ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk memberikan konseling terhadap anak tenaga kerja Indonesia dalam memberikan motivasi agar dapat meningkatkan pembelajaran siswa serta bahan pengetahuan bagi guru tentang karakteristik anak didiknya sehingga dapat memahami kebutuhan siswa dalam belajar. Ketiga, peneliti. Hasil penelitian ini memberikan deskripsi kajian tentang pengembangan motivasi belajar siswa berprestasi anak tenaga kerja Indonesia sehingga dapat dijadikan sebagai rujukan untuk keperluan penelitian selanjutnya. Keempat, praktisi pendidikan. Hasil penelitian ini memberikan deskripsi kajian tentang motivasi belajar siswa berprestasi anak tenaga kerja Indonesia sehingga dapat dijadikan rujukan untuk membuat kebijakan berkenaan dengan peningkatan kualitas pembelajaran.