DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kearifan Lokal dalam Kumpulan Cerpen Karya Siswa Kelas XI SMAN 1 Kepanjen

Reni Ike Sulistyowati

Abstrak


ABSTRACT

 

Sulistyowati, Reni Ike. 2016. Kearifan Lokal dalam Kumpulan Cerpen Karya Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kepanjen. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd., (II) Prof. Dr. Dawud, M.Pd.

Kata kunci: Kearifan lokal, Penyampaian kearifan lokal, Motif kearifan lokal

Cerpen adalah salah satu bentuk karya sastra yang populer sekaligus merupakan cerminan dari sosial budaya suatu masyarakat, memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat penting dalam masyarakat pendukungnya karena banyak memuat nilai-nilai luhur. Penanaman nilai-nilai luhur membentuk watak serta peradaban masyarakat yang bermartabat sebagai bekal dalam memahami diri, sosial, dan persoalan-persoalan kehidupan lain. Cerpen yang diproduksi oleh siswa memuat beragam kearifan lokal yang sarat nilai luhur. Nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dan menjadi acuan dalam bertingkah laku sehari-hari masyarakat setempat mampu dihadirkan siswa dalam alur cerita yang unik dan menarik. Kearifan lokal memiliki peranan penting dalam upaya mewujudkan sebuah masyarakat yang ditandai dengan adanya keluhuran budi dalam individu.

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan kearifan lokal dalam kumpulan cerpen karya siswa dan bagaimanakah teknik penyampaian kearifan lokal dalam kumpulan cerpen karya siswa kelas XI SMAN 1 Kepanjen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian berupa paparan kebahasaan tertulis dalam cerpen siswa yaitu paparan naratif dan kalimat percakapan (dialog) yang menggambarkan adanya kearifan lokal. Data juga berupa hasil angket dan transkrip wawancara untuk mengungkap motif siswa menyampaikan kearifan lokal dalam cerpennya. Sumber data berupa kumpulan cerpen karya siswa kelas XI SMAN 1 Kepanjen serta dari responden, yaitu siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah peneliti sendiri sebagai instrumen kunci dan tabel penjaring data serta angket dan wawancara. Analisis data penelitian ini meliputi kodifikasi, mendeskripsikan makna teks, menyimpulkan data, dan melakukan interpretasi kesimpulan hasil temuan.

Penelitian ini menghasilkan dua temuan berikut. Pertama, kearifan lokal yang terdapat dalam kumpulan cerpen siswa SMAN 1 Kepanjen adalah (1) laku masyarakat Jawa, (2) pantangan dan kewajiban masyarakat Jawa, (3) ritual dan tradisi masyarakat Jawa, (4) lagu-lagu rakyat Jawa, (5) mitos masyarakat Jawa, (6) makanan tradisional masyarakat Jawa (7) informasi dan pengetahuan dari sesepuh dan pemimpin spiritual masyarakat Jawa, (8) cara-cara komunitas lokal masyarakat Jawa dalam memenuhi kehidupannya sehari-hari, (9) seni pertunjukkan masyarakat Jawa, dan (10) permainan tradisional masyarakat Jawa. Motif yang melandasi siswa dalam menyampaikan kearifan lokal, yaitu yaitu (1) revitalisasai pengembangan pendidikan, (2) keberlanjutan, (3) kesenangan, (4) patriotisme, (5) keberagaman, (6) pariwisata, (7) identitas, (8) meningkatkan kualitas hidup, (9) keuntungan, dan (10) pengembangan. Kedua, teknik penyampaian kearifan lokal dalam kumpulan cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kepanjen disampaikan secara langsung dan tidak langsung. Dari bentuk penyampaian kearifan lokal secara langsung dan tidak langsung, masing-masing tergambar dalam tiga bentuk penyampaian yaitu (1) penyampaian kearifan lokal melalui dialog, (2) penyampaian kearifan lokal melalui tokoh, dan (3) penyampaian kearifan lokal melalui deskripsi pengarang.

 

Berdasarkan hasil penelitian kearifan lokal dalam kumpulan cerpen karya siswa SMA Negeri 1 Kepanjen ada beberapa saran. Pertama bagi pendidik penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan ajar sastra berbasis kearifan lokal. Kedua bagi peserta didik penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan bacaan peserta didik terkait dengan budaya lokal masing-masing. Ketiga, bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini masih terbatas pada kearifan lokal dan teknik penyampaian kearifan lokal dalam cerpen. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk lebih fokus meneliti aspek-aspek lain berkaitan dengan kearifan lokal dalam karya sastra yang diproduksi oleh siswa.