DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kompetensi Siswa Bidang Pemesinan Bubut Ditinjau dari Hasil Uji Kompetensi oleh Penguji Internal dan Lembaga Sertifikasi Profesi pada SMK Kota Malang. (Tesis)

Sulisetiyoningrum Sulisetiyoningrum

Abstrak


Bagi siswa SMK jurusan Pemesinan harus mempunyai kompetensi produk­­­tif yang sesuai dengan bidang pemesinan, salah satunya harus kompeten diper­mesinan bubut. Kompetensi bubut sangat di perlukan siswa untuk bekerja nanti­nya, oleh karena itu sekolah dalam melaksanakan program pembela­jaran dan pe­ningkatan kompetensi siswa agar dapat diterima oleh DU/DI, bekerja sama dengan DU/DI untuk mengetahui tingkat kompetensi siswa. Karena siswa setelah lulus akan bekerja kedunia industri, maka pada uji kompetensi diperlukan pihak industri untuk melalukan penilaian terhadap hasil kerja siswa sesuai standar industri. Dengan kompetensi siswa yang baik, maka suatu sekolah dapat berhasil me­ning­­­katkan prestasi belajar siswa, dan dapat meningkatkan keberhasilan siswa dalam memperoleh pekerjaan sesuai dengan bidang keahliannya setelah tamat.

Untuk mengungkapkan hasil uji kompetensi siswa bidang pemesinan bubut yang meliputi pekerjaan facing, bubut rata (Ø), bubut rata (L), bubut ber­ting­kat, bubut alur (Ø), bubut alur (L), tampilan N7 pembubutan, tampilan N7 alur, tampilan semua pekerjaan, dan nilai akhir kompetensi penelitian ini meru­mus­­kan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimanakah hasil uji kompetensi siswa bidang pemesinan bubut menu­rut penguji internal pada SMK Kota Malang? (2) Bagaimanakah hasil uji kompetensi siswa bidang pemesinan bubut menurut peng­uji eksternal pada SMK Kota Malang? dan (3) Apakah terdapat perbedaan antara hasil uji kompetensi siswa bidang pemesinan bubut menurut penguji internal dan penguji eksternal pada SMK Kota Malang? Untuk menjawab perta­nya­an di atas penelitian ini dirancang dengan rancangan diskriptif serta  populasi peneli­ti­an adalah semua siswa kelas 3 pada SMK Kota Malang jurusan Teknik Pemesin­an yang melakukan uji kompetensi bubut dasar tahun pelajaran 2007/2008. Peneliti­an ini menggunakan data dokumen dan benda kerja siswa hasil uji kompetensi bidang pemesinan bubut sebagai instrument dalam pengum­pul­an data.

Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: (1) Menurut penguji internal menunjukkan bahwa hasil uji kompetensi siswa bidang pemesinan bubut pada SMK Kota Malang yang meliputi pekerjaan facing, bubut rata (Ø), bubut rata (L), bubut bertingkat, bubut alur (Ø), bubut alur (L), tampilan N7 pembubutan, tam­pilan N7 alur, tampilan semua pekerjaan, dan nilai akhir kompetensi pada umum­nya siswa memiliki kompetensi amat baik, (2) Menurut penguji eksternal menun­jukkan bahwa hasil uji kompetensi siswa bidang pemesinan bubut pada SMK Kota Malang yang meliputi pekerjaan facing, bubut rata (Ø), bubut rata (L), bubut bertingkat, bubut alur (Ø), bubut alur (L), tampilan N7 pembu­butan, tampilan N7 alur, tampilan semua pekerjaan, dan nilai akhir kompetensi sebagian besar siswa memiliki kompetensi cukup, dan (3) ada perbedaan penilaian hasil uji kompe­ten­si siswa an­ta­­ra pe­nguji internal dan penguji eksternal pada pekerjaan facing, bubut rata (Ø), bubut rata (L), bubut bertingkat, bubut alur (Ø), bubut alur (L), dan nilai akhir kompetensi.

Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, beberapa saran yang diperkirakan dapat meningkatkan kualitas uji kompetensi bidang pemesinan bubut adalah: (1) Senantiasa memperhatikan proses penyetingan awal yang dilakukan oleh siswa sebelum proses pengerjaan benda kerja, karena untuk mendapatkan ketepatan ukuran benda kerja, (2) Senantiasa dalam proses belajar praktik pemesinan untuk memberikan jenis pekerjaan bervariasi, dan selalu mengutamakan pada ketepatan ukuran benda kerja dari pada kecepatan dan bentuk benda kerja, (3) Senantiasa melaksanakan evaluasi terhadap hasil uji kompetensi yang telah dilakukan oleh siswa sehingga dapat mmengetahui tingkat kompetensi yang dimilki oleh siswa, (4) Senantiasa berupaya untuk meningkatkan kompetensi siswa dengan mengikuti perkembangan teknologi dunia industri, bekerja sama dengan DU/DI dalam proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan dan mengembang­­­kan peralatan yang dibutuhkan di bengkel praktik sekolah sesuai standar industri serta dapat meningkatkan kompeten­si siswa, dan dapat memenuhi kebutuhan pasar industri

 

 

Abstract

Keywords: Vocational High School, competence test, lathe, internal examiner, external examiner.

            Student of Vocational High School Majoring in Machine must have productive competences which are appropriate to machine field, one of them is lathe. Lathe competence is very needed by students when they work in the future; therefore, in conducting learning programs and improving students' competence so that students can be accepted in business world/industry world, schools cooperate with business world/industry world in order to find out students' competence. Since after graduating from schools students will work in industry world, during the competence test the industry representative is needed to give assessments for the students' work based on the industry standard. With good competences, schools will be successful in improving students' achievement and improve students' successes in getting jobs based on their expertises after graduating from schools.

            In order to find out the result of students' competence in lathe which involves facing work, flat lathe ( Ø ), flat lathe (L), multilevel lathe, slot lathe ( Ø ), slot lathe (L), display of N7 lathe, display of N7 slot, display of all works, and the final score of competence, the problems in this research are (1) How the result of the competence test of lathe based on the internal examiner in Vocational High School in Malang City? (2) How the result of the competence test of lathe based on the external examiner in Vocational High School in Malang City? (3) Are there any differences of the students' result of the competence tests in lathe based on internal and external examiners? In order to answer the abovementioned research problems, this research is designed by a descriptive design and the population is all tweleft grade students of Vocational High School in Malang City majoring in Machine Engineering who did the test of fundamental lathe competence in the bathch of 2007/2008. It employs document data and students' work in the competence test of lathe as the instrument of data collection.

            Based on these findings, it is found that (1) Based on the internal examiner, the result of students' competence test majoring in lathe in Vocational High School in Malang City which involves facing work, flat lathe ( Ø ), flat lathe (L), multilevel lathe, slot lathe ( Ø ), slot lathe (L), display of N7 lathe, display of N7 slot, display of all works, and the final score of competence, and the students' final competence, in general, is very good; (2) Based on the external examiner, the result of students' competence test majoring in lathe in Vocational High School in Malang City which involves facing work, flat lathe ( Ø ), flat lathe (L), multilevel lathe, slot lathe ( Ø ), slot lathe (L), display of N7 lathe, display of N7 slot, display of all works, and the final score of competence, and the students' final competence, in general, is adequate; and (3) There is a difference in the students' result of the competence tests in lathe based on internal and external examiners which involves facing work, flat lathe ( Ø ), flat lathe (L), multilevel lathe, slot lathe ( Ø ), slot lathe (L), display of N7 lathe, display of N7 slot, display of all works, and the final score of competence.

            Based on these findings, there are several suggestions to improve the quality of the students' result of the competence tests in lathe, which are (1) The initial setting process which is done by students before the process of making working objects should be observed in order to get the precision of working objects; (2) the learning process of the machine practice should give the various works and in prioritizing the precision of the working objects size in terms of speed and its form; (3) the evaluation of the competence test result which has been done by students should be done in order to find out the students' level of competence; (4) schools should improve students' competence by keeping up the development of industry world, cooperate with business world/industry world in the learning process so they can improve and develop tools needed in the practice workshop at schools based on the industry standard and be able to improve the students' competence and be able to fulfill the need of industry market.