DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Pemahaman Mahasiswa Terhadap Materi Kongruensi Segitiga Berdasarkan Gaya Belajar dan Tahapan APOS

arinalhaq fatachul aziiz

Abstrak


ABSTRACT

 

Aziiz,   Arinalhaq Fatachul. 2016. Analisis Pemahaman Mahasiswa Terhadap Materi Kongruensi Segitiga Berdasarkan Gaya Belajar dan Tahapan APOS. Tesis, Pascasarjana Universitas Negeri Malang . Pembimbing: (1) Dr.Edy Bambang Irawan, M.Pd, (II) Dra. Santi Irawati, M.Si, Ph.D

Kata kunci: tahapan APOS, gaya belajar, kongruensi segitiga.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemahaman mahasiswa terhadap materi kongruensi segitiga berdasarkan gaya belajar dan tahapan APOS. Pada penelitian ini materi yang dipilih adalah pembuktian kongruensi segitiga karena dalam materi pembuktian ini memuat tahapan APOS mulai dari aksi sampai skema. Pendeskripsian pemahaman mahasiswa dilakukan dalam empat tahapan yaitu (1) tahapan aksi yang digambarkan dengan mahasiswa mentranformasikan apa yang diketahui di soal menjadi gambar dan simbol-simbol, (2) tahapan proses yang digambarkan dengan kemampuan mahasiswa dalam melakukan kontruksi mental berupa memilih dan menggunakan teorema yang sesuai, (3) tahapan objek ditentukan saat mahasiswa membuat suatu struktur, dan (4) tahapan skema yang ditentukan saat mahasiswa mengaitkan antara struktur kognitif untuk menyelesaikan permasalahan.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Peneliti memilih enam subjek yang terdiri dari dua subjek gaya belajar dominan visual, dua subjek dominan gaya belajar auditori, dan dua subjek dominan gaya belajar kinestetik. Peneliti menganalisis pemahaman dari enam subjek penelitian tersebut berdasarkan respons subjek penelitian itu pada soal tes kongruensi segitiga. Peneliti melakukan analisis pemahaman subjek ke dalam empat kategori pemahaman yaitu aksi, proses, objek, dan skema.

 

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kelompok kinestetik melakukan aksi sebanyak 94%, proses sebanyak 45%, objek sebanyak 45%, dan skema sebanyak 25%. Kelompok auditori menunjukkan bahwa kelompok ini melakukan aksi sebanyak 78%, proses sebanyak 42%, objek sebanyak 95%, dan skema sebanyak 25%. Kelompok visual melakukan aksi sebanyak 89%, proses sebanyak 48%, objek sebanyak 95%, dan skema sebanyak 75%. Hasil ini menempatkan kelompok visual sebagai kelompok yang paling banyak dalam melakukan skema yaitu sebanyak 75%, menempatkan kelompok kinestetik paling banyak dalam melakukan aski yaitu sebanyak 94%. Kelompok auditori mendapat hasil paling sedikit untuk tahapan aski dengan hanya melakukan sebanyak 78%.