DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengelolaan Kelas dalam Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar

Nafi Isbadrianingtyas

Abstrak


ABSTRACT

 

Abstrak: Pembelajaran tematik sudah diterapkan di Sekolah Dasar. Dalam implementasinya diperlukan

pengelolaan kelas saat proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian ini

mendeskripsikan pengelolaan kelas dalam pembelajaran tematik di Sekolah Dasar sehingga dapat

memberikan pengetahuan berkaitan dengan yang menjadi pengelolaan kelas ketika berada di lapangan.

Hasil dari penelitian ini yaitu pengelolaan kelas dalam pembelajaran tematik dapat dibagi menjadi dua

yaitu pengelolaan kelas secara non fisik dan fisik. Pada pengelolaan kelas secara non fisik meliputi

kepedulian, ketegasan, modeling, dan harapan yang tinggi. Sedangkan pengelolaan kelas secara fisik

meliputi meliputi pengaturan posisi papan tulis, modifikasi tempat duduk, mading dan pengaturan

ventilasi dalam ruang kelas. Oleh sebab itu, penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pustaka dalam

mengelola kelas pada pembelajaran tematik.

Kata kunci: pengelolaan kelas, tematik, sekolah dasar

Abstract: Thematic already applied learning in elementary school. Implementation of necessary

management class when the learning process to achieve learning objectives. The purpose of this

research describe the management class in thematic learning in elementary school so as to provide the

knowledge related to being classroom management while in the field. The results of this research,

namely thematic learning in classroom management can be divided into two classroom management

in physical and non physical. Management of class in a non physical includes caring, assertiveness,

modeling, and high expectations. While the physical classroom management include setting the

position of the Board, seating modification, mading and setting the ventilation in the classrooms.

Therefore, this research can be used as references in managing class on thematic learning. 

Keywords: classroom management, thematic, elementary school

Pembelajaran merupakan usaha

sadar yang dilakukan oleh guru dan

siswa untuk mencapai tujuan

pembelajaran. Guru sebagai pengajar

menciptakan lingkungan untuk

mempermudah pembelajaran (Joyce,

2016:6). Saat ini implementasi

pembelajaran di Sekolah Dasar

menggunakan pembelajaran tematik.

Pembelajaran tematik adalah

pembelajaran yang mengaitkan

beberapa pelajaran dalam satu tema.

Tema tersebut diambil dari kehidupan

siswa. Tema-tema tersebut diharapkan

dapat dimaknai siswa dalam kehidupan

sehari-hari. Pembelajaran tematik tepat

untuk siswa Sekolah Dasar karena

mereka merupakan individu yang masih

pada tahap operasional konkret. Mereka

tidak melihat mata pelajaran berdiri

sendiri dalam kehidupan sehingga

membutuhkan tema-tema tertentu dalam

sebuah pembelajaran.

Pembelajaran tematik di Sekolah

Dasar memiliki karakteristik tertentu.

Karakteristik tersebut diantaranya: (1)

berpusat pada siswa; (2) memberikan

pengalaman langsung; (3) pemisahan

mata pelajaran tidak begitu jelas; (4)

menyajikan konsep dari berbagai mata

pelajaran; (5) fleksibel; (6) belajar

sambil bermain. Pembelajaran yang

berpusat pada siswa (student centered)

yang dapat menempatkan siswa

berperan sebagai subjek belajar.

Pembelajaran tematik memberikan

pengalaman langsung bagi siswa yaitu

dihadapkan sesuatu yang konkret.

Fokus pembelajaran dikaitkan dengan

tema dari berbagai mata pelajaran yang

berkaitan dengan kehidupan siswa.

bahkan bahan ajar yang digunakan

bersifat luwes sesuai dengan lingkungan

siswa. pembelajaran tematik diharapkan

dapat belajar sambil bermain.

Pada pembelajaran tematik, ada

beberapa komponen yang berkaitan

dalam pelaksanaannya. Komponen

tersebut diantaranya peran guru dan

siswa, pengelolaan kelas dan strategi

dalam pembelajaran tematik. Hal ini

akan dibahas tentang pengelolaan kelas

dalam pembelajaran tematik.

Kelas merupakan lingkungan

yang digunakan dalam proses

pembelajaran. Untuk menciptakan

lingkungan tersebut dibutuhkan seorang

pengelola. Guru sebagai pengelola

dalam pembelajaran. Pengelolaan kelas

adalah cara guru menciptakan

lingkungan pembelajaran yang tertib

(Jacobsen, 2009:41).

Pengelolaan kelas dalam

pembelajaran tematik tentu diperlukan.

Pada pelaksanaan pembelajaran tematik

suasana belajar dibuat menyenangkan.

Ruangan ditata disesuaikan dengan

tema yang dilaksanakan. Selain itu,

modifikasi bangku siswa disesuaikan

dengan kebutuhan belajar. Siswa tidak

selalu duduk di bangku namun bisa juga

di karpet. Kegiatan belajar pun dapat

dilakukan di dalam kelas maupun luar

kelas (Majid, 2014:191).

Adapun fokus yang diangkat

dalam penelitian ini yaitu:

Pertanyaan Fokus yang

diangkat

1. Bagaimana

pengelolaan kelas

secara non fisik

dalam

pembelajaran

tematik di

Sekolah Dasar? 

2. Bagaimana

pengelolaan kelas

secara fisik dalam

Pengelolaan kelas

secara non fisik

dalam pembelajaran

tematik di Sekolah

Dasar.

Pengelolaan kelas

secara fisik dalam

pembelajaran

2

Pertanyaan Fokus yang

diangkat

pembelajaran

tematik di

Sekolah Dasar? 

3. Bagaimana

pemaknaan siswa

terhadap

pengelolaan kelas

dalam

pembelajaran

tematik di

Sekolah Dasar? 

tematik di Sekolah

Dasar.

Pemaknaan siswa

terhadap

pengelolaan kelas

dalam pembelajaran

tematik di Sekolah

Dasar.

Gambar 1. Fokus Penelitian

Tujuan dari penelitian ini yaitu:

(1) mendeskripsikan pengelolaan kelas

secara non fisik dalam pembelajaran

tematik di Sekolah Dasar, (2)

mendeskripsikan pengelolaan kelas

secara fisik dalam pembelajaran tematik

di Sekolah Dasar, (3) mendeskripsikan

pemaknaan siswa terhadap pengelolaan

kelas dalam pembelajaran tematik di

Sekolah Dasar.

METODE

Penelitian ini menggunakan

pendekatan kualitatif dengan rancangan

studi fenomenologi.  Menurut Atkins

dan Wallace (2012:20) penelitian

kualitatif dalam pendidikan, seperti

penelitian dalam ilmu-ilmu sosial untuk

menjadi subjektif didasarkan pada

tanggapan pribadi. Penelitian ini

mendeskripsikan fenomena

pembelajaran tematik di Kelas III SD

Brawijaya Smart School Kota Malang.

Kehadiran peneliti dalam

penelitian ini sebagai pengamat yang

artinya peneliti terlibat dalam proses

pembelajaran tematik di Kelas III.

Peneliti sebagai pengumpul data,

menyusun instrumen penelitian,

menganalisis data, dan melaporkan hasil

penelitian. Penelitian ini dilaksanakan

di Kelas III SD Brawijaya Smart School

Kota Malang. Sumber data diambil dari

subjek penelitian yaitu kepala sekolah,

guru kurikulum, guru Kelas IIIC, IIID,

27 siswa Kelas IIIC dan 28 siswa Kelas

IIID. Dalam penelitian ini, teknik

pengumpulan data diambil dari

observasi,  wawancara, dan bahan

audiovisual.

 

 

HASIL PENELITIAN

Pengelolaan Kelas Secara Non Fisik

dalam Pembelajaran Tematik di

Sekolah Dasar

Berikut akan dipaparkan hasil

penelitian tentang pengelolaan kelas

secara non fisik dalam pembelajaran

tematik. Ilustrasi yang pertama

ditunjukkan dengan pada saat

pembelajaran tematik, siswa diberi

dorongan guru untuk menjawab dan

guru memberikan pujian kepada siswa

yang telah menjawab ketika melakukan

tanya jawab secara bergilir. Hal ini

dapat disimpulkan bahwa memberikan

dorongan dan pujian kepada siswa

merupakan bentuk kepedulian seorang

guru kepada siswa agar siswa semangat

dalam belajar. Guru yang memiliki

kepedulian akan menghormati kepada

siswanya dan berusaha meningkatkan

kehormatan siswanya (Savage dalam

Jacobsen, 2009:41). Selain Savage,

Stipek (2002) mengemukakan bahwa

cara terbaik menunjukkan rasa hormat

kepada siswa yaitu menerapkan standarstandar

tinggi. Misalnya, tidak

menerima kecerobohan, kelalaian.

Ilustrasi yang kedua yaitu ketika

siswa selesai dalam pekerjaannya,

mereka diberi waktu 2 menit untuk

memeriksa pekerjaannya kembali. Salah

satu tanggung jawab siswa yaitu belajar.

Memeriksa pekerjaan yang telah

dikerjakan juga merupakan salah satu

penanaman sikap tanggung jawab

kepada siswa. Tanggung jawab tidak

3

terlepas dari ketegasan seorang guru.

Guru yang tidak tegas ketika siswa

melanggar aturan akan mengatakan

bahwa aturan tersebut tidak jelas. Untuk

itu, guru perlu menindaklanjuti aturan

tersebut dengan menciptakan tanggung

jawab atas tindakan yang siswa perbuat

(Stipek dalam Jacobsen, 2009:41). Jadi,

dapat dikatakan bahwa ketegasan adalah

kemampuan melatih tanggung jawab

siswa dan menerapkannya atas tindakan

yang dilakukan.

Ilustrasi yang ketiga yaitu ketika

Ibu Guru memberikan contoh kepada

siswa membuat tabung. Hal ini dapat

memengaruhi pemahaman siswa ketika

ia membuat karya. Kepercayaan guru

terhadap pembelajaran dikomunikasikan

melalui modeling. Pemberian contoh

tersebut menunjukkan bahwa guru

menyukai yang diajarkan kepada

siswanya (Jacobsen, 2009:41).

 Ilustrasi yang keempat yaitu

Setelah siswa menyanyikan sebuah

lagu, guru memiliki harapan yang tinggi

kepada siswa tentang pemahaman

mereka terhadap isi lagu tersebut. Hal

ini berguna agar guru dapat mengetahui

mutu pengajarannya. Penelitian lain

menunjukkan bahwa guru

memperlakukan dengan sedikit lebih

baik pada siswa yang memiliki mutu

yang tinggi daripada siswa yang

memiliki mutu yang rendah (Jacobsen,

2009:42).

Dari temuan penelitian di atas,

dapat disimpulkan bahwa pengelolaan

kelas secara non fisik dapat dilihat dari

cara guru mengelola kelas. Cara

tersebut dapat dilihat dari kepedulian,

ketegasan, modeling, dan harapan yang

tinggi. Kepedulian seorang guru kepada

siswa dapat dilakukan dengan

menumbuhkan rasa hormat kepada

siswanya. Ketegasan seorang guru dapat

dilakukan dengan menerapkan tanggung

jawab di kelas. Di dalam kelas guru

perlu memberikan contoh kepada

siswanya. Di dalam pembelajaran

tematik, guru diharapkan memiliki mutu

yang tinggi.

Pengelolaan Kelas Secara Fisik dalam

Pembelajaran Tematik di Sekolah

Dasar

Lingkungan pembelajaran tematik

dapat dilakukan di dalam kelas maupun

luar kelas. Lingkungan belajar

merupakan situasi fisik yang

didalamnya terdapat proses

pembelajaran yang sedang berlangsung

(Smaldino, 2011:17). Pengelolaan kelas

secara fisik dalam pembelajaran tematik

dapat dilakukan dengan pengaturan

ruang kelas. Pengaturan ruang kelas

tersebut dapat kita lihat melalui hasil

temuan berikut. Temuan pertama

mengenai pengelolaan kelas secara fisik

yaitu keberadaan papan tulis. Papan

tulis merupakan fasilitas dalam

pembelajaran. Papan tulis yang dapat

terlihat jelas oleh siswa, memungkinkan

siswa paham apa yang diterangkan oleh

guru. Selain masalah estetika, salah satu

masalah terbesar dalam menata ruangan

yaitu berhubungan dengan penglihatan.

Papan tulis dalam ruang kelas memang

harus dapat terlihat oleh semua siswa

(Lou Anne, 2015:55).

Temuan yang kedua yaitu

pengaturan tempat duduk siswa.

Modifikasi tempat duduk dalam

pembelajaran tematik siswa selalu

bervariasi. Hal ini juga memengaruhi

4

penglihatan papan tulis dalam ruang

kelas. Modifikasi tempat duduk

disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

beberapa pilihan dalam melakukan

modifikasi tempat duduk yaitu dapat

menggunakan bangku dan meja maupun

tidak. Selain bangku, tempat duduk

siswa dapat digantikan denga tikar atau

karpet. Pemerataan tempat duduk dapat

dilakukan dengan menyesuaikan nama