DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Persepsi Laba bagi Pengusaha Tempe Skala Mikro di Malang

Hanjar Ikrima Nanda

Abstrak


ABSTRACT

 

Nanda, Hanjar Ikrima. 2016. Persepsi Laba bagi Pengusaha Tempe Skala Mikro di Malang. Tesis. Jurusan Akuntansi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Dr. Puji Handayati, S.E., M.M., Ak., CA., CMA, CIBA, CSRS,  (II) Dr. Suparti, M.P.

Kata kunci: persepsi laba, tujuan usaha, usaha mikro

Tempe merupakan salah satu produk unggulan Malang. Perkembangan usaha tempe cukup tinggi, hal ini dapat dilihat dari data Dinas Koperasi dan UMKM tahun 2015 yaitu ada 1.532 unit usaha tempe skala mikro di Malang. Namun, secara finansial tingkat pertumbuhannya stagnan. Mereka kurang percaya diri untuk meningkatkan volume usahanya, sehingga laba yang dihasilkan kurang maksimal. Terdapat perbedaan kinerja untuk memperoleh laba usaha. Perbedaan kinerja ini dipengaruhi oleh perbedaan tujuan dalam mendirikan usaha. Hal ini akan melahirkan cara pandang berbeda terkait dengan laba usaha. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha mengetahui persepsi laba pengusaha tempe skala mikro yang ada di Malang. Tujuan usaha dan cara menghitung laba akan membantu kontruksi persepsi laba tersebut. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif, fenomenologi. Sampel diambil dengan menggunakan teknik snowball sampling.  Data diambil dengan menggunakan teknik wawancara mendalam. Hasil observasi, dan dokumentasi juga digunakan untuk mendukung penelitian ini. Pada penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengusaha tempe skala mikro mengetahui laba dari dari peningkatan jumlah kekayaan mereka. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) bagi pengusaha yang memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, laba adalah tambahan harta yang dapat membuat balik modal dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian; (2) bagi pengusaha yang memiliki tujuan untuk bisa berinvestasi ke lain bidang, laba adalah tambahan harta yang membuat pengusaha dapat memperkaya diri sendiri dalam wujud investasi lain; (3) bagi pengusaha yang memiliki tujuan agar bisa bebas mengatur waktunya, laba adalah kepuasan batin ketika dapat meluangkan waktu untuk keluarga atau dapat menjalankan usaha sesuai dengan keinginannya; (4)bagi pengusaha yang memiliki tujuan usaha untuk selalu dekat dengan Tuhan laba adalah kepuasan batin ketika dapat mengatur waktu ibadah sesuai dengan aturan Tuhan, atau ketika bisa terus bersedekah; (5) bagi pengusaha yang memiliki tujuan untuk bisa membahagiakan orang lain, laba adalah meningkatnya kepuasan batin diri mereka sendiri ketika dapat membuat pelanggan senang dengan produk dan pelayanan yang diberikan, atau ketika karyawan nyaman mengerjakan tugasnya.

 

Hasil penelitian ini memiliki implikasi praktis: (1) pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah seharusnya lebih ditekankan pada pembentukan kesadaran akan pentingnya mengetahui beban usaha, sehingga mereka menyadari berapa laba yang akan didapatkan dari usaha; (2) pelatihan yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan inovasi usaha mikro perlu dilengkapi dengan solusi pemasaran produk, sehingga rasa percaya diri pengusaha untuk mampu menembus pasar meningkat; (3) peneliti berikutnya dapat mempertimbangkan perbedaan suku, agama, dan etnis informan yang dijadikan subjek penelitian.