DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Relevansi Muatan Karakter yang Terepresentasi dalam Novel Ayah Karya Andrea Hirata dengan Sikap Sosial Siswa dalam Kurikulum 2013

ANANG SHALIH

Abstrak


ABSTRACT

 

Shalih, Anang. 2016. Relevansi Muatan Karakter yang Terepresentasi dalam

Novel Ayah Karya Andrea Hirata dengan Sikap Sosial Siswa dalam

Kurikulum 2013. Tesis. Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Program

Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr.

Maryaeni, M.Pd., (II) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd.

Kata kunci: relevansi, muatan karakter, representasi, novel, sikap sosial siswa,

Kurikulum 2013.

Arus modernisasi telah banyak memberikan perubahan dalam tatanan

kehidupan masyarakat. Modernisasi seperti dua keping sisi mata uang. Di satu sisi

memberi dampak positif dengan semakin mudah dibukanya akses informasi

secara luas, sehingga memudahkan dalam mencari pengetahuan baru dan pada

muaranya meningkatkan sumber daya manusia. Di sisi lain juga banyak informasi

negatif yang mudah diakses di dunia maya, namun yang menyedihkan saat ini

adalah perubahan akibat arus modernisasi yang cenderung mengarah pada krisis

moral dan akhlak. Jalur pendidikan diharapkan bisa dijadikan sebagai satusatunya

untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Pendidikan dipandang mampu untuk membentuk manusia seutuhnya, salah satunya lewat medium karya sastra.

Didalam karya sastra nilai-nilai karakter merupakan sesuatu yang ingin disampaikan oleh seorang pengarang kepada pembacanya.Nilai kebenaran, kepedulian, dan kemandirian adalah beberapa nilai yang coba diangkat dan didedahkan kepada pembaca agar pembaca menikmati, meresapi, menghayati seraya memaknai sendiri kisah-kisah yang sudah ia tuliskan.

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan muatan karakter yang

terdapat pada novel Ayah karya Andrea Hirata serta relevansinya dengan sikap

sosial siswa dalam Kurikulum 2013. Muatan karakter yang dimaksud adalah

muatan karakter yang kaitannya dengan (1) diri sendiri atau disebut dengan

muatan karakter individu, (2) sesama atau disebut dengan muatan karakter sosial,

serta (3) relevansi muatan karakter individu dan sosial dengan sikap sosial siswa

dalam Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan

metode Content Analysis. Data penelitian berupa paparan kebahasaan tertulis yang

mengandung pendidikan karakter, berupa paparan naratif dan kalimat percakapan

(dialog) yang menggambarkan karakter, perbuatan dan sikap tokoh. Data

diperoleh dengan membaca novel secara kritis untuk menangkap makna,

mengidentifikasi (memberi tanda), dan pengkodean data.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Ayah karya Andrea

Hirata terdapat muatan karakter dalam hubungannya dengan (1) diri sendiri atau

individual, (2) sesama atau sosial, dan (3) relevansi muatan karakter individual

dan sosial yang terepresentasi dalam novel Ayah dengan sikap sosial siswa dalam

Kurikulum 2013. Muatan karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri atau

muatan karakter individual, terwujud dalam sikap (1) kreatif, (2) mandiri, (3)

sabar, (4) rasa ingin tahu, (5) kerja keras, (6) jujur, (7) disiplin, (8) giat belajar, (9)

gemar membaca, dan (10) tangguh. Muatan karakter dalam hubungannya dengan

sesama atau muatan karakter sosial terwujud dalam sikap (1) peduli, (2) santun,

(3) bersahabat/komunikatif, (4) tanggung jawab, (5) cinta damai, (6) toleransi, dan

(7) rela berkorban. Muatan karakter individual dan sosial yang terepresentasi

dalam novel Ayah sangat relevan dengan sikap siswa di kompetensi inti 2 (KI 2)

dalam Kurikulum 2013 yaitu dalam ranah sikap sosial. Hal tersebut bisa

dibuktikan dengan keterkaitan yang kuat antara muatan karakter individual dan

sosial dalam novel Ayah, baik dengan kompetensi inti 2 yaitu sikap sosial siswa

dalam Kurikulum 2013 maupun dengan core value (nilai inti) yaitu jujur, cerdas,

peduli, tangguh, dan turunan dari nilai inti yang telah dikembangkan oleh

kementerian pendidikan dan kebudayaan.

Dari temuan, dapat disimpulkan bahwa muatan karakter individual dan

sosial yang ada dalam novel Ayah dapat digunakan sebagai motivasi dan kajian

bagi pembaca untuk bertindak dengan sikap yang baik. Pembaca juga harus dapat

memilah bahwa dalam novel Ayah juga terdapat perilaku yang menunjukkan sikap

yang tidak baik dan tidak layak dijadikan panutan. Penanaman sikap yang baik

tidak dapat dilakukan secara cepat, namun membutuhkan proses panjang,

berkesinambungan dan secara bertahap. Motivasi dan kesadaran diri untuk selalu

berbuat yang baik dan tidak melanggar norma hidup merupakan dasar yang kuat

untuk membentuk manusia dengan karakter yang baik. Selain itu peranan orang

tua dalam memberikan keteladan di lingkungan keluarga serta lingkungan

pergaulan yang sehat juga berperan dalam membentuk warna karakter dari

seorang manusia.

Berdasarkan hasil penelitian, saran disampaikan kepada pihak berikut.

Pertama, pembaca, penelitian ini diharapkan akan menjadi referensi tentang

muatan karakter dalam karya sastra, memperluas wawasan tentang nilai

kehidupan dan memperkaya jiwa. Kedua, guru, penelitian ini diharapkan dapat

memberikan sumbangan mengenai muatan karakter individual dan sosial dalam

novel serta kegunaanya sebagai media dan sumber belajar dalam kegiatan belajar

mengajar apresiasi karya sastra khususnya dalam mata pelajaran bahasa dan sastra

Indonesia. Novel Ayah ini juga bisa dijadikan sebagai bacaan wajib di sekolah

karena didalamnya sarat dengan muatan karakter positif, sehingga bisa

menginspirasi siswa agar menjadi lebih baik.

 Ketiga, penelitian selanjutnya, diharapkan dengan kajian muatan karakter

individu dan sosial yang terepresentasi dalam novel Ayah ini dapat menginspirasi

penelitian yang sejenis, misalnya ideologi pengarang dalam novel Ayah atau

relevansi narasi novel Ayah sebagai bahan ajar Kurikulum 2013. Keempat, bagi

penyusun bahan ajar, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi

menyusun bahan ajar yang berbasis muatan karakter pedagogis.