DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Deiksis dalam Karangan Narasi Siswa Kelas VII SMP Negeri I Wagir Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2015/2016

Wahyu Puji Hanggoro

Abstrak


ABSTRACT

 

Hanggoro, Wahyu Puji. 2016. Deiksis dalam Karangan Narasi Siswa Kelas VII SMP Negeri I Wagir Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2015/2016. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Widodo, H.S, M.Pd, (2) Dr. Nurchasanah, M.Pd

Kata Kunci: deiksis, karangan siswa, teks narasi

Penggunaan deiksis pada karangan narasi siswa kelas VII SMPN I Wagir belum pernah dianalisis bentuk, fungsi, distribusi dan ketepatannya. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui penggunaan deiksis dalam karangan siswa kelas VII SMPN I Wagir. Salah satu karangan siswa yang dapat diteliti dari segi deiksis adalah karangan narasi. Maka pada penelitian ini, difokuskan pada deiksis dalam karangan narasi siswa kelas VII SMPN I Wagir tahun pelajaran 2015/2016.

Fokus penelitian ini adalah (1) bentuk deiksis dalam karangan narasi siswa, (2) fungsi pemakaian deiksis dalam karangan narasi siswa, (3) distribusi deiksis yang digunakan dalam karangan narasi siswa, dan (4) ketepatan penggunaan deiksis dalam karangan narasi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wagir kabupaten Malang tahun pelajaran 2015/ 2016.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Berdasarkan pertimbangan sudut analisis datanya, penelitian ini menggunakan desain metode content analisys (analisis konten). Penelitian analisis konten ini berusaha menganalisis dokumen untuk diketahui isi dan makna yang terkandung dalam dokumen tersebut.

Berdasarkan paparan data, temuan penelitian, dan pembahasan,disimpulkan bahwa deiksis pada karangan narasi siswa kelas VII SMP Negeri I Wagir tahun pelajaran 2015/2016 terdapat lima macam bentuk, yakni deiksis persona (persona pertama tunggal, persona pertama jamak, persona ketiga tunggal, dan persona ketiga jamak), deiksis tempat (tempat yang dekat dengan penutur dan tempat yang jauh dari penutur), deiksis waktu (deiksis waktu lampau, sekarang dan akan datang), deiksis wacana (anafora dan katafora), dan deiksis sosial (eufemisme dan honorific).

Fungsi deiksis yang terdapat pada karangan narasi siswa kelas VII SMP Negeri I Wagir tahun pelajaran 2015/2016 adalah (1) penunjukan pada referen (persona pertama, persona ketiga), (2) penentuan lokasi sebuah objek tuturan (dekat, jauh), (3) penunjuk waktu (lampau, sekarang, akan datang), (4) pemberian rujukan dalam wacana (anafora, katafora), (5) pengungkapan perbedaan status pada masyarakat, dan (6) penunjukan sikap hormat.

Distribusi deiksis pada karangan siswa terdapat di awal, tengah, dan akhir kalimat yang berimplikasi pada fungsi masing-masing deiksis. Pada ketepatan deiksis, siswa masih melakukan kesalahan dalam penggunaan deiksis. Contohnya adalah penggunaan kita dan kami yang salah, redundansi dan pelesapan deiksis.

 

Berdasarkan hasil temuan dan analisis penelitian, dikemukakan dua saran. Saran pertama diberikan kepada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia supaya lebih sering melatih siswa dalam kegiatan mengarang khususnya bentuk karangan narasi yang agar lebih teliti, benar, tepat, dan variatif dalam penggunaan deiksis dalam karangan mereka. Karangan narasi siswa belum banyak yang menggunakan kalimat langsung-tak langsung sehingga penggunaan deiksis masih belum maksimal. Saran kedua bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian tentang deiksis dengan lebih detail lagi dan dengan beberapa variasi teks karangan siswa agar diperoleh manfaat untuk pembelajaran bahasa indonesia, khususnya di tingkat SMP.