DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kesalahan Berbahasa Indonesia dalam Karangan Pelajar IISY Myanmar

mar pang nang sar

Abstrak


ABSTRACT

 

Nang Sar, Mar Pang. 2016. Kesalahan Berbahasa Indonesia dalam Karangan

Pelajar IISY Myanmar. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd, Pembimbing (II) Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd.

Kata kunci: kesalahan berbahasa Indonesia, pelajar IISY Myanmar, karangan

Kesalahan merupakan sisi yang cacat pada ujaran atau tulisan sang pelajar. Kesalahan berbahasa yang sering dialami pelajar terutama terjadi pada tataran gramatika. Kesalahan gramatikal biasanya dapat dengan mudah diidentifikasi pada bahasa tulis. Semua bentuk yang menyimpang atau tidak sesuai dengan norma-norma bahasa target (Bahasa Indoensia) dalam ragam tulis maupun lisan digolongkan sebagai kekhilafan atau kesalahan. Seorang pembelajar lebih cenderung memperoleh bahasa lisan lebih mudah dari pada bahasa tertulis. Hal ini terjadi karena dalam menulis, pelajar harus mampu menyusun tulisan yang baik dengan memperhatikan beberapa aspek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan penggunaan pilihan kata, kesalahan bentukan kata dan kesalahan struktur kalimat dalam karangan pelajar kelas X IISY myanmar.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Data penelitian ini adalah kesalahan berbahasa Indonesia berkaitan dengan penggunaan pilihan kata, bentukan kata dan struktur kalimat. Data bersumber dari karangan yang dihasilkan oleh pelajar IISY kelas X yang hanya berbahasa ibu (Burmese). Data dikumpulkan dengan teknik tes menulis yang cara penugasan kepada siswa dalam membuat karangan dengan tema bebas, dengan memperhatikan kalimat bahasa Indonesia terutama kesalahan berbahasa Indonesia yang berkaitan dengan tiga fokus yang telah dijelaskan di atas. Prosedur analisis data terdiri atas beberapa langkah, yaitu (1) mengidentifikasi kesalahan yang berkaitan dengan fokus masalah masing-masing, (2) menganalisis data secara induktif dengan mendiskripsikan sumber penyebabnya, dan (3) menginterpretasi hasil dari analisis data dan pembahasannya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajar IISY melakukan  kesalahan berbahasa Indonesia pada tataran gramatikal. Kesalahan penggunaan pilihan kata meliputi (1) penggunaan kata-kata yang tidak tepat, (2) penggunaan pilihan kata-kata yang tidak sesuai dengan konteknys, (3) penggunaan pronomina penunjuk yang tidak tepat, (4) penggunaan preposisi yang tidak tepat, (5) penggunaan kata-kata yang terpengaruh bahasa kedua (Inggris), dan (6) kesalahan penggunaan kata-kata karena kesalahan pelafalan. Kesalahan bentukan kata meliputi: (1) penggunaan bentukan kata berimbuhan ber- dan ter- tidak tepat, (2) penggunaan bentukan kata berimbuhan –kan dan –an benar tetapi tidak tepat pada proses berimbuhan berdasarkan struktur unsur kalimatnya , dan (3) penggunaan bentukan kata berimbuhan ke-an dan pe-an benar tetapi tidak tepat pada proses berimbuhan berdasarkan struktur unsur kalimatnya. Kesalahan struktur kalimat dalam karangan pelajar IISY berupa: (1) kalimat yang bersubjek tidak jelas, (2) kalimat yang tidak predikat, (3) kalimat yang berpredikat berlebihan, (4) kalimat dengan objek yang hilang, (5) kalimat yang berkonjungsi kurang tepat, (6) kalimat yang berkonjungsi terpisah atau bagian kalimat majemuk tidak dipenggal, (7) kalimat yang tidak logis, (8) kalimat yang ambigu, dan (9) kalimat yang terpengaruh struktur bahasa kedua (Inggris).

 

Dari hasil penelitian ini dapat disampaikan saran kepada sekolah, guru, siswa dan peneliti lain: (1) Sekolah perlu menambah waktu cukup untuk menegaskan matapelajaran BI, (2) Guru matapelajaran BI hendaknya perlu mengembangkan sekemata siswa tentang berbagai topik dengan system jaringan semantik dengan menggunakan diagram pohon agar memperkayakan kosakata BI dan lebih mengetahui dan menguasai. Guru hendaknya memberikan pengetahuan tentang proses berimbuhan BI dan tata kalimat secra intensif dan sistementikal dan memberikan latihan mengarang dengan memperhatikan aspek-aspek kesalahan masing-masing. Selanjutnya, guru hendaknya memotivasi kepada para siswa untuk lebih ingin atau tertarik untuk belajar BI, dan menggunakan BI dalam proses mengajar-belajar di kelas, (3) Siswa harus memperhatikan penjelesan guru dan harus adanya waktu untuk konsultasi diluar jam sekolah, (4) Peneliti lain dapat mengembangkan bahan ajar BI bagi orang asing terutama pelajar berbahasa ibu (Burmese) yang mana hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi untuk penelitian-penelitian sejenis.