DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Relevansi Pemilihan Tempat Prakerin dan Pelaksanaan Prakerin sebagai Determinan Kepuasan dan Ketercapaian Kompetensi Siswa SMK Program Keahlian Tata Busana di Malang Raya

Agus Hery Supadmi Irianti

Abstrak


ABSTRACT

 

Irianti Agus Hery Supadmi.2015. Relevansi Pemilihan  Tempat  Prakerin dan Pelaksa naan Prakerin   sebagai Determinant  Kepuasan dan Ketercapaian Kompetensi   Siswa  SMK  Program   Keahlian   Tata Busana   di Malang Raya. Disertasi. Program Studi Pendidikan Kejuruan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang.  Promotor (1)  Prof. Dr.  H. Marji, M.Kes.  (2) Dr. Syarif  Suhartadi, M.Pd.  (3)  Dr. Trisnani  Widowati, M.Si.

Kata Kunci: Tempat prakerin,  pelaksanaan prakerin, kepuasan siswa, kompetensi siswa,  SMK,  Program keahlian Tata Busana.

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1)variabel relevansi pemilihan  tempat  prakerin,   variabel pelaksanaan prakerin,   variabel kepuasan,  varia bel ketercapaian kompetensi prakerin, dan variabel ketercapaian kompetensi siswa SMK Program   Keahlian   Tata Busana, (2) Hubungan struktur antar variabel dan (3) menemu kan ada tidaknya pengaruh secara langsung antar variabel.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional. Populasi meliputi seluruh siswa SMK program keahlian Tata Busana kelas XII di Malang Raya sejumlah 315. Sampel penelitian berjumlah 259 siswa yang diten-tukan dengan teknik proporsional random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner yang diisi oleh siswa. Hasil uji coba terhadap 56 siswa menunjukkan bahwa kelima variabel valid dan reliabel dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05. Model analisis yang digunakan adalah SEM ( Structural Equetion Modelling) dengan software Lisrel 8,30 for window NT

Pengujian hipotesis dengan SEM menemukan bahwa (1)tidak  ada pengaruh  pemilihan tempat  prakerin terhadap  kepuasan  siswa, (2):  tidak ada pengaruh  pemilihan tempat  prakerin terhadap  ketercapaian kompetensi prakerin , (3) ada pengaruh pelak-sanaan prakerin terhadap kepuasan siswa , (4) ada pengaruh pelaksanaan prakerin terhadap ketercapaian prakerin siswa, (5) tidak ada pengaruh  kepuasan  siswa terhadap keterca-paian kompetensi siswa  SMK  , (6) tidak ada pengaruh  ketercapaian kompetensi prakerin  siswa terhadap ketercapaian kompetensi siswa  SMK, (7) tidak ada pengaruh i  pemilihan tempat prakerin terhadap ketercapaian kompetensi siswa SMK  (8),  tidak ada pengaruh pelaksanaan prakerin terhadap  ketercapaian kompetensi siswa SMK dan (9) ada pengaruh antara kepuasan siswa prakerin terhadap ketercapaian kompetensi prakerin yang tidak dihipotesiskan dalam penelitian ini.

 

Simpulan yang dapat dipaparkan (1) pemilihan tempat praktik kerja Industri (Prakerin) secara empiris tergolong tinggi (51%), dan secara umum menerangkan bahwa siswa SMK Program Keahlian Tata busana di Malang raya telah memilih tempat prakerin yang relevan. (2) pelaksanaan praktik kerja industri (prakerin) secara empiris tergolong tinggi (58,7%), dan secara umum menerangkan bahwa pelaksanaan prakerin siswa SMK Program Keahlian Tata busana di Malang raya tergolong baik. (3) kepuasan siswa prakerin  secara empiris tinggi (68,3%). hal ini menunjukkan bahwa siswa prakerin  puas akan  pengalaman yang diperoleh selama prakerin. (4) ketercapaian kompetensi prakerin secara empiris dalam kategori tinggi (56,7%) . hal ini menggambarkan bahwa ketercapaian kompetensi prakerin siswa SMK Program Keahlian Tata Busana tercapai, (5) ketercapaian kompetensi SMK secara empiris membuktikan bahwa siswa SMK Program Keahlian Tata Busana dalam kategori tinggi(56%). Hasil penelitian yang lain adalah: (6) tidak ada pengaruh langsung pemilihan tempat prakerin terhadap kekepuasan siswa : (7) tidak ada pengaruh langsung pemilihan tempat prakerin terhadap keterca paian kompetensi prakerin, (8) ada pengaruh langsung  pelaksanaan prakerin terhadap kepuasan siswa, (9) ada pengaruh langsung  pelaksanaan prakerin terhadap ketercapaian kompetensi prakerin, (10) tidak ada pengaruh langsung ketercapaian  kompetensi prakerin terhadap ketercapaian kompetensi siswa SMK, (11) tidak ada pengaruh langsung pelaksanaan prakerin terhadap ketercapaian kompetensi siswa SMK, (12) tidak ada pengaruh langsung pelaksanaan prakerin terhadap ketercapaian kompetensi siswa SMK, (13) ada pengaruh langsung kepuasan prakerin terhadap ketercapaian kompetensi prakerin yang tidak dihipotesiskan dalam penelitianini. Saran penelitian diharapkan siswa serius dalam melaksanakan prakerin, karena yapa yang diperoleh selama prakerin mempengaruhi kepuasan siswa. Selain itu lebih proaktif dalam pelaksanaan prakerin agar mendapatkan bimbingan lebih intensif dalam memperoleh kompetensi yang diharapkan. Sekolah disarankan melaksanakan kerjasama yang diisi dengan tindak lanjut kegiatan prakerin dengan industri sebagai mitra. siswa disarankan untuk memaksimalkan kesempatan yang ada dengan bertanggung jawab penuh terhadap tugas yang dibebankan dan membina hubungan baik antar teman, karyawan dan pimpinan yang dapat memberikan kepuasan siswa, karena kepuasan juga berpengaruh terhadap ketercapaian kompetensi prakerin, Bagi guru agar lebih berperan aktif dalam merencanakan pelaksanaan prakerin yang dapat membantu siswa dalam pencapaian kompetensi di dunia kerja. Saran bagi Industri lebih berpartisipasi secara aktif dalam membimbing, pemberian tanggung jawab dan kesempatan berkembang pada siswa prakerin untuk mencapai kompetensinya. Saran bagi dinas pendidikan agar turut berperan aktif sebagai mediator hubungan sekolah dan industri terkait pelaksanaan prakerin.  Saran bagi peneliti selanjutnya terkait dengan pelaksanaan prakerin yang melibatkan unsur siswa, sekolah dan industri tempat prakerin maka perlu dilanjutkan  dengan peran pembimbing industri dalam pelaksanaaan prakerin dan peran hubungan kerja sama dalam meningkatkan kompetensi siswa prakerin.