DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KOMPETENSI LULUSAN SMK PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK BANGUNAN KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KONSTRUKSI BATU DAN BETON YANG DIBUTUHKAN INDUSTRI JASA KONSTRUKSI DI JAWA TIMUR

DINY ALMIRA

Abstrak


ABSTRACT

 

Almira, Diny. 2015. Kompetensi Lulusan Smk Teknik Bangunan Paket Keahlian Teknik

Konstruksi Batu Dan Beton Yang Dibutuhkan Industri Jasa Konstruksi Di Jawa

Timur. Tesis, Program Studi Pendidikan Kejuruan, Fakultas Pascasarjana,

Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. A. Dardiri, M.Pd, (II) Dr. H.

Isnandar, M.T.

Hasil survei Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPEDDA) Provinsi

Jawa Timur pada Tahun 2014 bahwa lulusan SMK Bangunan baru 45% terserap industri,

selebihnya sebesar 55% masih menjadi pengangguran. Adanya kesenjangan (gap) lulusan

SMK Teknik Bangunan tidak sepenuhnya terserap oleh kebutuhan tenaga kerja industri

jasa konstruksi. Keterserapan lulusan yang rendah ini diakibatkan oleh keengganan pihak

industri untuk memperkerjakan lulusan SMK Teknik Bangunan karena ketidak sesuaian

kompetensi yang tersedia dengan yang dibutuhkan oleh industri jasa konstruksi.

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor dominan dari kompetensi

lulusan SMK TBB yang dibutuhkan industri jasa konstruksi di Jawa Timur. Rancangan

penelitian ini adalah deskriptif, dimana masing-masing variabel akan di analisis dengan

menggunakan exploratory factor analysis (EFA). Unit analisis dalam penelitian ini adalah

berupa industri jasa konstruksi yang bergerak di bidang pelaksana. Teknik sampling yang

digunakan adalah cluster sampling, pengambilan sampel ditetapkan secara bertahap dari

wilayah yang luas sampai ke wilayah terkecil. Instrumen penelitian menggunakan angket

dengan skala likert yang akan diukur dan dijabarkan menjadi indikator variabel.

 Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pengetahuan lulusan SMK TBB

yang dibutuhkan pada skala kecil dibutuhkan pemahaman mengenai mutu agregat beton

dan mengelola pekerjaan konstruksi di lapangan seperti pembuatan jadwal pengelolaan

material, tenaga kerja, peralatan dan waktu pekerjaan konstruksi sampai dengan

pelaporan pekerjaan. Skala menengah dibutuhkan pemahaman mengenai tata cara

pengujian slump, penggunaan material dan pekerjaan konstruksi beton. Skala besar

dibutuhkan pemahaman mengenai mutu agregat, pekerjaan konstruksi beton dan

pengelolaan pekerjaan. Kompetensi keterampilan lulusan SMK TBB yang dibutuhkan

pada skala kecil dibutuhkan keterampilan dalam gambar, pekerjaan persiapan dan

finishing. Skala menengah dibutuhkan persiapan, gambar, perhitungan volume dan

pelaksanaan pekerjaan struktur. Skala besar dibutuhkan keterampilan pemasangan

perancah, perhitungan dan pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Kompetensi sikap lulusan

SMK TBB yang dibutuhkan pada skala kecil dibutuhkan lulusan yang bertanggung

jawab, penyelesaian tugas baik secara langsung ataupun bertahap, konsisten dengan apa

yang dikerjakan dan membina hubungan dengan beberapa orang tertentu sesuai dengan

bidang pekerjaannya. Skala menengah dibutuhkan lulusan yang mempunyai rasa

tanggung jawab, konsisten dalam menghadapi segala situasi dan kondisi serta mampu

memecahkan masalah secara bersama atau kelompok. Skala besar dibutuhkan lulusan

yang mampu memecahkan masalah baik secara individu dan kelompok dan tanggung

jawab atas apa yang telah menjadi kewajiban.

Untuk memenuhi kebutuhan industri jasa konstruksi terhadap lulusan, maka bagi

pihak sekolah SMK TBB perlu adanya pengembangan dan perluasan materi pembelajaran

terkait kompetensi yang dominan, bagi industri jasa konstruksi agar dapat membina

kerjasama dengan mengadakan pelatihan bagi para siswa terkait bidang pekerjaan untuk

memudahkan pengambilan tenaga kerja yang profesional sesuai dengan kebutuhan

industri.

 

Kata kunci: kompetensi, industri jasa konstruksi, analisis faktor