DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kontribusi Pengalaman Prakerin, Wawasan Dunia Kerja dan Kompetensi Kejuruan Melalui Employability Skill Serta Dampaknya terhadap Kesiapan Kerja Lulusan SMK Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan di Probolinggo

EGA PUTRIATAMA

Abstrak


ABSTRACT

 

Trisnawati, Ade. 2016. Pengaruh Pembelajaran Kooperatif STAD dipadu dengan Blended Learning terhadap Pemahaman dan Self Regulated Learning Mahasiswa pada Matakuliah Kimia Analisis Instrumentasi. Tesis. Program Studi Pendidikan Kimia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D, (II) Dr. Munzil Arief, M.Si.

Kata kunci: STAD, blended learning, pemahaman mahasiswa, self regulated learning

Salah satu tujuan pembelajaran kimia analisis instrumentasi adalah agar mahasiswa dapat menguasai prinsip, instrumentasi, dan aplikasi dari suatu metode analisis. Metode spektroskopi merupakan salah satu metode analisis instrumentasi modern yang harus dipelajari oleh mahasiswa sebagai calon sarjana kimia. Materi spektroskopi cenderung sulit untuk dipelajari karena materi ini merupakan materi yang abstrak dan kompleks. Kesulitan mahasiswa dalam mempelajari materi spektroskopi mungkin dikarenakan pembelajaran di kelas kurang memberikan gambaran terkait penjelasan prinsip dasar, alat instrumentasi dan aplikasi metode spektroskopi yang diajarkan. Kurangnya interaksi antara mahasiswa dan pengajar serta keterbatasan waktu perkuliahan menyebabkan pembahasan materi kurang mendalam. Masalah ini diharapkan dapat diatasi dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif STAD dipadu dengan blended learning. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pemahaman dan self regulated learning mahasiswa pada pembelajaran kooperatif STAD dipadu dengan blended learning, (2) mengetahui hubungan antara self regulated learning dengan pemahaman mahasiswa pada pembelajaran kooperatif STAD dipadu dengan blended learning.

Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan postes dalam satu kelompok. Subjek penelitian adalah mahasiswa program pendidikan kimia Universitas Negeri Malang semester 5 yang berjumlah 34 mahasiswa. Instrumen pengukuran adalah soal tes pilihan ganda yang berjumlah 43 soal dengan reliabilitas sebesar 0,898; angket self regulated learning dengan reliabilitas sebesar 0,914 dan lembar observasi aktivitas mahasiswa. Data yang diperoleh dari tes pemahaman dan angket self regulated learning dianalisis secara deskriptif dan hubungan keduanya dianalisis menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pemahaman mahasiswa pada submateri alat instrumentasi spektroskopi UV-VIS, prinsip dasar spektroskopi inframerah, prinsip dasar spektroskopi Raman, aplikasi spektroskopi Raman, alat instrumentasi spektroskopi atom dan aplikasi spektroskopi atom tergolong baik. Sedangkan pemahaman mahasiswa pada submateri prinsip dasar dan aplikasi spektroskopi UV-VIS, alat instrumentasi spektroskopi Raman, alat instrumentasi dan aplikasi spektroskopi inframerah dan prinsip dasar spektroskopi atom tergolong rendah. (2) Mahasiswa yang memiliki self regulated learning tinggi lebih banyak daripada mahasiswa yang memiliki self regulated learning rendah. (3) Terdapat hubungan positif antara pemahaman dan self regulated learning mahasiswa.

 

now It. Jakarta: Gramedia.