DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengasuhan Anak Usia Dini Orang Tua Sosiokultur Madura: Studi Kasus Masyarakat Migran Madura di Kampung Sombo Surabaya.

GUNARTI DWI LESTARI

Abstrak


ABSTRACT

 

Pengasuhan Anak Usia Dini Orang Tua Sosiokultur Madura: Studi Kasus Masyarakat Migran Madura di Kampung Sombo Surabaya.

Lestari, Gunarti Dwi. 2016. Pengasuhan Anak Usia Dini Orang Tua Sosiokultur Madura: Studi Kasus Masyarakat Migran Madura di Kampung Sombo Surabaya. Disertasi. Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Supriyono, M.Pd., (II) Prof. Dr. S. Mundzir, M.Pd (III) Dr. Ach Rasyad.M.Pd.

Kata Kunci: Sosiokultur Migran Madura, Pengasuhan, AnakUsia Dini,

Pola pengasuhan orang tua kepada anak usia dini sangat penting karena anak mendapat pengalaman pertama dari keluarga. Masyarakat migran Madura di kampung Sombo dikenal memegang kuat ajaran Islam, memiliki budaya yang khas, unik, stereotipikal, dan stigmatik. Mereka sangat taat, tunduk, dan pasrah kepada orang tua dan guru, sangat menghargai  martabat dan harga diri etniknya. Kekhasan sosiokultur tersebut dapat mempengaruhi pola pengasuhan anak usia dini mereka.

Penelitianini bertujuan untuk menganalisis: (1) sosiokultur migran Madura; (2) pola pengasuhan anak usia dini; (3) konstruksi makna model pengasuhan anak usia dini yang dipandang sebagai kekhasan; dan (4) konstruksi makna keberhasilan dan kegagalan pengasuhan anak usia dini pada sosiokultur  migran Madura di Kampung Sombo Kelurahan Sidotopo Kecamatan Semampir Kota Surabaya.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Data dikumpulkan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah ibu-ibu migran Madura telah lebih 10 tahun tinggal di Sombo dan memiliki anak usia dini, penentuannya dengan teknik snowball. Data dianalisis mengguakan tahapanYin (2011), meliputi: (1) pengumpulan data; (2) interpretasi data; (3) menyusun kembali data; (4) penafsiran data; dan (5) penarikan kesimpulan.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa sosiokultur migran Madura di Kampung Sombo adalah: (1) masyarakat yang taat menjalankan ajaran Islam; (2) sangat taat, tunduk, dan pasrah secara hierarkis kepada Buppa,’(ayah), Babbu (ibu), guru atau Kyai, dan Rato (pemimpin pemerintahan); (3) kuat dalam memelihara kekerabatan; (4) yang dilakukan dengan pengajian, tiba’an, dan arisan; (5) pribadi yang mudah tersinggung, keras, temperamental, pendendam, mudah marah, dan mudah menaruh curiga kepada orang lain; (6) bermigrasi untuk mempertahankan survivalitas dan harga diri; (7) bekerja apa saja asalkan halal; (8) berdomisili di kamar-kamar kontrakan, lingkungan padat penduduk, kumuh, dan sulit mendapat air bersih; (9) memiliki keberanian, keuletan, dan rasa percaya diri untuk bertahanhidup; (10) memiliki keterbukaan dan jujur; (11) tutur bahasanya lugas dan kasar; dan (12) jika menerima hinaan hampir pasti marah.

Pola pengasuhan kepada anak usia dini mereka cenderung otoriter, ditandai: (1) ketatnya dalam memberi pengawasan; (2) keharusana naktaatkepada orang tua; (3) memberihukumanfisik; (4) anak harus sekolah, termasuk ke PPT PAUD; (5) anak perlu diajari mengaji; dan (6) diberi contoh berperilaku yang baik sesuai ajaran Islam. Meskipun pemberian asupan gizi dan pengobatan anak kurang memenuhi standar hidup sehat, namun ada upaya melatih kemandirian dan kehidupan sosial anak.

Kekhasan pola asuh anak usia dini mereka terletak padapan dangannya tentang anak, bahwa anak adalah anak jimat, anak ratoh, dan anak ebestoh karena berani kepada orang tua atau durhaka. Kekhawatiran mereka anaknya menjadi durhaka mendorong pola pengasuhan mereka otoriter.

Konstruksi makna keunggulan pola asuh: pengawasan ketat; perluhukuman pisik agar anak patuh, keharusan anak diberi pelajaran agama. Konstruksi makna kekurangannya belum dapat: menyediakan asupan gizi dan pengobatan yang sehat, menyediakan tempat tinggal yang sehat, mendidik anak sesuai anjuran guru dan Ustadz, dan memberi contoh berperilaku baik karena keduanya sibuk bekerja.

 

Sebagai saran: (1) kepada ibu-ibu migran Madura di kampung Sombo yang memiliki anak usia dini seyogyanya: (a) meningkatkan pengetahuan dan keterampilanya dalam mengasuh anak mereka dengan berbagai pola beserta kelebihan dan kelemahan setiap pola; (b) memahami jenis makanan dan minuman sehat untuk anak; (c)  meningkatkan kerjasama dengan Bunda PAUD setempat dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini mereka; (2) seyogyanya pola pengasuhan demokratis perlu dicoba, dilatih, dan dibiasakan kepada anak usia dini mereka; (3) Bagi suami ibu-ibu migran Madura di kampung Sombo yang memiliki anak usia dini seyogyanya: (a) meningkatkan kepeduliannya dalam turut mengasuh anak; (b) meningkatkan pengetahuannya dalam mengasuh anak; (c) meningkatkan komunikasi edukatifnya kepada anak; dan (d) memberi contoh berkata serta berbuat yang baik kepada anak.