DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Teks Genre Cerita Bermuatan Nilai-Nilai Kewirausahaan

Nursila Dwi Nugraha

Abstrak


ABSTRACT

 

Pengembangan Teks Genre Cerita Bermuatan Nilai-Nilai Kewirausahaan

Penelitian dan pengembangan ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk membantu guru mengembangkan bahan pembelajaran penunjang yang berkaitan dengan teks genre cerita. Hal tersebut dikarenakan buku teks yang diedarkan pemerintah belum bisa maksimal untuk digunakan dalam pembelajaran. Teks-teks yang terdapat dalam buku teks tersebut masih perlu direvisi. Beberapa istilah asing dan itu belum dipahami oleh guru sehingga menghambat pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan bahan ajar penunjang bagi guru untuk memperlancar pembelajaran.

Pembelajaran berbasis teks diterapkan pada kurikulum 2013. Pembelajaran ini dititikberatkan pada materi-materi berbasis teks. Pembelajaran tersebut diharpkan tidak hanya membahas mengenai kaidah, struktur, dan karakteristik teks tertentu sesuai dengan rancangan pembelajaran. Siswa juga perlu diarahkan untuk menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam teks-teks tertentu. Kelas XI SMA/sederajat terdapat beberapa teks yang dapat digunakan untuk mengarahkan siswa menghayati nilai-nilai positif. Teks cerita ulang, biografi, dan eksemplum digolongkan ke dalam genre cerita. Genre ini dapat digunakan untuk mendidikan dan menghibur siswa. Ketiga teks di atas dijadikan alat untuk mengarahkan siswa agar memiliki dan melakukan nilai-nilai positif dalam cerita. Nilai-nilai tersebut berupa berani, cermat, disiplin, pantang menyerah, optimis, tanggung jawab, beretika dan bermoral. Semua nilai-nilai tersebut dikelompokkan ke dalam teks-teks yang berisi kewirausahaan.

Untuk mewujudkan harapan di atas, penelitian dan pengembangan ini menghasilkan bahan ajar berjenis penunjang untuk guru. Buku penunjang tersebut berjudul “Teks Genre Cerita Bermuatan Nilai-Nilai Kewirausahaan”. Pemilihan nilai-nilai tersebut dipandang penting karena semakin hari peluang lowongan pekerjaan semakin menurun. Buku penunjang guru ini memiliki posisi penting untuk (1) menunjang bahan pembelajaran yang digunakan oleh guru dan (2) memotivasi siswa melalui beragam teks yang bermuatan nilai-nilai kewirausahaan.

Bahan ajar penunjang bagi guru berisi lima bagian utama. Kelima bagian tersebut adalah (1) pembelajaran berbasis teks, (2) teks genre cerita, (3) teks biografi, (4) teks cerita ulang, dan (5) teks eksemplum. Bahan ajar penunjang ini dikembangkan dan diadaptasi berdasarkan modal ADDIE. Prosedur yang dilakukan dalam penelitian ini dibagi dalam enam tahap, yakni (1) menganalisis, (2) mendesain, (3) mengembangkan, (4) menerapkan, (5) menerapkan, dan (6) menguji keefektifan.   

Data dalam penelitian ini berupa data numerik dan data verbal. Data numerik diperoleh dari hasil penilaian validator terhadap buku ajar penunjang yang dikembangkan. Data verbal dibagi menjadi dua, yakni data verbal lisan dan tulis. data verbal lisan berupa informasi lisan yang diperoleh pada saat berkonsultasi dengan validator. Data verbal tulis diperoleh dari catatan yang terdapat pada lembar instrument penilaian.

Data yang telah dihimpun kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis data verbal dilakukan secara kualitatif, yakni (1) mengumpulkan data verbal tertulis yang diperoleh dari angket penilaian, (2) mentranskrip data verbal lisan, (3) menghimpun, menyeleksi, dan mengklasifikasi data verbal tulis dan hasil transkrip verbal lisan berdasarkan kelompok uji, dan (4) menganalisis data dan merumuskan simpulan analisis sebagai dasar untuk melakukan tindakan terhadap produk yang dikembangkan: revisi atau implementasi. Analisis data numerik dilakukan secara kuantitatif. Cara kuantitatif dilakukan dengan membandingkan hasil pretes dan postes.

Berdasarkan hasil validasi dan uji coba, bahan penunjang yang dikembangkan dapat dinyatakan layak untuk diimplementasikan karena hasil validasi aspek kelayakan isi, bahasa, dan grafika adalah 81,25%, 77,77%, dan 77,08%. Rata-rata hasil akhir tersebut dapat diartikan bahwa bahan ajar penunjang yang dikembangkan layak diimplementasikan tetapi perlu revisi pada bagian-bagian tertentu.

Hasil uji keefektifan diperoleh dari hasil pretes dan postes dua subjek. Skor pretes dari dua subjek dibandingkan dengan skor postes. Hasil perbandingan pretes dan postes digunakan untuk mengetahui hasil uji keefektifan produk. Skor pretes subjek 1 sebesar 40 dan subjek 2 sebesar 50. Skor postes subjek 1 sebesar 90 dan subjek 2 sebesar 80. Jika kedua hasil tes tersebut dibandingkan, maka terdapat peningkatkan skor yang diperoleh guru. Oleh karena itu, bahan ajar penunjang yang dikembangkan efektif digunakan oleh guru.

 

Langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan adalah bahan ajar penunjang dapat menambah pengetahuan guru berkaitan dengan teks genre cerita. Selain itu, buku ini juga membantu guru untuk menemukan beragam teks yang bermuatan nilai-nilai kewirausahaan. Hasil penelitian dan pengembangan dapat didiseminasikan dalam jurnal ilmiah, baik tercetak maupun online. Hasil penelitian dan pengembangan juga direkomendasikan untuk ditindaklanjuti dengan cara diinformasikan kepada guru dalam forum MGMP.