DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Integrasi Jurnal Belajar dalam Pembelajaran Berbasis Problem Solving terhadap Pemahaman Konseptual-Algoritmik dan Kesadaran Metakognitif Mahasiswa pada materi Stoikiometri.

Nurul Fathonah

Abstrak


ABSTRACT

 

Pengaruh Integrasi Jurnal Belajar dalam Pembelajaran Berbasis Problem Solving terhadap Pemahaman Konseptual-Algoritmik dan Kesadaran Metakognitif Mahasiswa pada materi Stoikiometri.

Fathonah, Nurul. 2016. Pengaruh Integrasi Jurnal Belajar dalam Pembelajaran Berbasis Problem Solving terhadap Pemahaman Konseptual-Algoritmik dan Kesadaran Metakognitif Mahasiswa pada Materi Stoikiometri. Tesis, Program Studi Pendidikan Kimia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. H.  Suhadi Ibnu, M.A., Ph.D., (II) Dr. Suharti, M.Si.

Kata kunci :  problem solving, jurnal belajar, pemahaman konseptual-algoritmik, metakognitif.

Stoikiometri merupakan salah satu pokok bahasan yang diberikan pada siswa S1 jurusan kimia pada matakuliah Kimia Dasar. Untuk mempelajarinya dibutuhkan pemahaman konseptual dan kemampuan matematika. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak siswa belum memahami materi stoikiometri dengan baik. Hal ini ditunjukkan oleh rendahnya hasil belajar kognitif siswa. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kurangnya keterlibatan siswa dalam menyelesaikan permasalahan stoikiometri. Untuk itu diperlukan suatu model pembelajaran yang optimal dalam melibatkan siswa dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satu model pembelajaran yang dianggap memenuhi adalah problem solving. Problem solving mencakup tahap-tahap sistematik dalam menyelesaikan masalah. Problem solving dapat mengembangkan kesadaran metakognisi siswa. Metakognisi merupakan bagian penting dari pengajaran dan pembelajaran. Siswa yang memiliki kesadaran metakognisi mampu untuk mengontrol aktivitas kognitifnya seperti menyusun lingkungan belajar dan memilih strategi dalam menyelesaikan masalah, memantau proses penyelesaian masalah dan mengevaluasi seluruh kinerjanya. Metakognisi dapat dibangun dalam suasana problem solving. Persoalannya, pelaksanaan problem solving banyak mengalami kendala yaitu sulitnya siswa menghubungkan konsep yang telah diperoleh dengan konsep yang akan dipelajari, bervariasinya kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah, dan belum terlatihnya siswa dalam melakukan proses refleksi. Refleksi sangat baik digunakan untuk memetakan konsep-konsep yang telah diperoleh siswa, sehingga konsep-konsep tersebut dapat dihadirkan kembali dengan cepat saat siswa menyelesaikan masalah baru. Di samping itu, refleksi membantu memperkuat daya ingat. Refleksi dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menulis jurnal belajar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan pemahaman konseptual siswa yang dibelajarkan dengan problem solving terintegrasi jurnal belajar dengan tanpa terintegrasi jurnal belajar; (2) perbedaan pemahaman algoritmik siswa yang dibelajarkan dengan problem solving terintegrasi jurnal belajar dengan tanpa terintegrasi jurnal belajar; (3) perbedaan kesadaran metakognitif siswa yang dibelajarkan dengan problem solving terintegrasi jurnal belajar dengan tanpa terintegrasi jurnal belajar.

Penelitian ini menggunakan Counterbalance design. Populasi penelitian ini terdiri adalah enam kelas homogen. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Kelas kontrol dibelajarkan dengan model problem solving dan kelas ekperimen dibelajarkan dengan model problem solving disertai jurnal belajar. Data penelitian adalah tes hasil belajar kognitif dan data inventori kesadaran metakognitif. Tes hasil belajar meliputi tes pemahaman konseptual-algoritmik. Tes hasil belajar berupa tes pilihan ganda yang terdiri dari 35 butir soal. Tes ini terdiri dari dua. Tes pertama memiliki validitas isi sebesar 94,6% dan koefisien reliabilitas (r) yang diukur dengan persamaan Alpha Cronbach sebesar 0,83. Tes kedua memiliki validitas isi sebesar  96,8% dan koefisien reliabilitas (r) sebesar 0,89.  Kesadaran metakognitif diukur dengan instrumen inventori kesadaran metakognitif yang terdiri dari 52 butir pertanyaan  dengan validitas isi 96,8% dan koefisien reliabilitas (r) yang diukur dengan persamaan Alpha Cronbach sebesar 0,75.  Data yang diperoleh di analisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik dengan uji-t.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan pemahaman konseptual siswa yang dibelajarkan dengan integrasi jurnal belajar dalam pembelajaran berbasis problem solving. Pemahaman konseptual siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran berbasis problem solving disertai jurnal belajar lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan tanpa disertai jurnal belajar; (2) ada perbedaan pemahaman algoritmik siswa yang dibelajarkan dengan integrasi jurnal belajar dalam pembelajaran berbasis problem solving. Pemahaman algoritmik siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran berbasis problem solving disertai jurnal belajar lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan tanpa disertai jurnal belajar; (3) ada perbedaan kesadaran metakognitif siswa yang dibelajarkan dengan integrasi jurnal belajar dalam pembelajaran berbasis problem solving. Kesadaran metakognitif siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran berbasis problem solving disertai jurnal belajar lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan tanpa disertai jurnal belajar.