DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

The Effect of Different Feedback on Writing Quality of College Students with Different Cognitive Styles

Sri Wahyuni

Abstrak


ABSTRACT

 

Wahyuni, Sri. 2016. The Effect of Different Feedback on Writing Quality of College Students with Different Cognitive Styles. Dissertation, English Language Teachhing, Graduate Program, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. H. Ali Saukah, M.A., Ph.D., (II) Prof. Hj. Utami Widiati, M.A., Ph.D., (III) Prof. Dr. H. Gunadi Harry Sulistyo, M.A.

Key words: Types of feedback, writing quality, cognitive styles.

The present study aimed at investigating the effect of different feedback on the writing quality of college students with different cognitive styles. Giving feedback in the process of writing has been believed that it can improve students’ writing quality. However, research on the strategies of feedback provision show conflicting findings; whether it should be given directly or indirectly. Furthermore, the way students perceive and understand the feedback given (the students’ cognitive styles) may also affect the way they revise and improve their writing. Therefore, the different strategies of feedback provision may affect differently on the writing quality of students with different cognitive styles.

This study employed a factorial design with random assignment. Fifty-five fourth semester students of the English Education Study Program of STAIN Kediri  (thirty field independent students and twenty-five field dependent students) were involved in this study. They were randomly chosen and assigned into groups of treatment. In the first treatment, field dependent students got direct corrective feedback, and field independent students got indirect corrective feedback. Then in the second treatment, field dependent students got indirect corrective feedback, and field independent students got direct corrective feedback. The revisions of their writings in each treatment were considered as the result of the treatment. In collecting the data, Group Embedded Figure Test (GEFT) was employed to measure students’ cognitive styles, and writing test prompts were employed to measure the students’ writing quality. As the statistical assumptions were fulfilled, a two-way ANOVA was employed. In calculating the data, SPSS 15.0 for Windows was employed, and the value for rejection of the null hypothesis was set up at ɑ = .05 level of significance.

Based on the results of descriptive statistics analysis, there was improvement of students’ writing quality after getting both feedback. However, statistically, the findings of the study revealed that there was not enough evidence to reject the null hypothesis. The observed level of significance was .080; it was greater than .05 level of significance (ρ > ɑ). It indicates that statistically there was no significant difference on writing quality between students getting direct corrective feedback and students getting indirect corrective feedback across their cognitive styles. There was no interaction between types of feedback given and the students’ cognitive styles on the students’ writing quality. As the null hypothesis could not be rejected, the analysis could not go further to do a post hoc analysis, to analyze the effect of students’ cognitive styles. The next analysis focused on the main effect (types of feedback) on students’ writing quality. The result of the main effect analysis using t-test revealed that the obtained level of significance was .653. It was greater than significance level .05 (ρ > ɑ). It meant that statistically there was no significant difference on writing quality of students getting direct corrective feedback and those getting indirect corrective feedback. Even though the mean score of students getting direct corrective feedback was higher than those getting indirect corrective feedback, the difference was statistically not significant. The possible sources of the insignificant results may be found by considering the following variables: the administration of feedback provision, the participants, the study itself, and the quality of the instructor. In conclusion, no matter the students’ cognitive styles, they will write better when they get feedback, and no matter types of feedback given on students’ writing, the students will write better when they get feedback and revise their writing.

Based on the research findings, some recommendations are offered. English teachers are suggested to provide feedback in the teaching and learning process. Writing teachers are suggested to combine written corrective feedback with conference between the teacher and students. They are suggested to give feedback, and conduct classroom discussion and question-answer sessions to make students aware about their errors, and then encourage the students to be able do self-correction. Future researchers are recommended to investigate the effect of different types of feedback on different levels of students and bigger number of students. They are recommended to conduct a study on the effectiveness of feedback on a new text and on other language skills.

ABSTRAK

Wahyuni, Sri. 2016. Pengaruh Jenis Umpan-Balik yang Berbeda terhadap Kualitas Tulisan Mahasiswa dengan Gaya Kognitif yang Berbeda. Disertasi. Pendidikan Bahasa Inggris.Program Pascasarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Ali Saukah, M.A., Ph.D., (II) Prof. Hj. Utami Widiati, M.A., Ph.D., (III) Prof. Dr. H. Gunadi Harry Sulistyo, M.A.

Kata Kunci: Jenis-jenis umpan-balik, kualitas tulisan, gaya kognitif

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh dari dua jenis umpan-balik yang berbeda terhadap tulisan mahasiswa dengan gaya kognitif yang berbeda. Pemberian umpan-balik pada proses menulis telah diyakini mampu meningkatkan kualitas tulisan mahasiswa. Namun, penelitian tentang strategi pemberian umpan-balik menunjukkan hasil penemuan yang berbeda; apakah umpan-balik harus diberikan secara langsung atau tidak langsung. Selain itu, cara mahasiswa menerima dan memahami umpan-balik yang diberikan (gaya kognitif mahasiswa) dimungkinkan juga mempengaruhi cara mereka merevisi dan meningkatkan tulisan mereka. Oleh karena itu, strategi pemberian umpan-balik yang berbeda dimungkinkan mempengaruhi secara berbeda terhadap kualitas tulisan mahasiswa yang mempunyai gaya kognitif yang berbeda. 

Penelitian ini menggunakan desain faktorial dengan penugasan secara acak. Lima puluh lima mahasiswa semester empat program studi Tadris Bahasa Inggris STAIN Kediri (30 mahasiswa yang cenderung mandiri dan 25 mahasiswa yang cenderung tergantung) mengikuti penelitian ini. Mereka secara acak dipilih dan ditempatkan pada kelompok-kelompok perlakuan. Pada perlakuan yang pertama, para mahasiswa yang cenderung tergantung mendapatkan umpan-balik secara langsung, dan mahasiswa yang cederung mandiri mendapatkan  umpan-balik secara tidak langsung. Kemudian, pada perlakuan yang kedua, mahasiswa yang cenderung tergantung mendapatkan umpan-balik secara tidak langsung, dan mahasiswa yang cenderung mandiri mendapatkan umpan-balik secara langsung. Revisi dari tulisan mereka pada setiap perlakuan dianggap sebagai hasil dari perlakuan. Pada pengumpulan data, Group Embedded Figure Test (GEFT) digunakan untuk mengukur gaya kognitif mahasiswa, dan test mengarang digunakan untuk mengukur kualitas tulisan mahasiswa. Dikarenakan asumsi-asumsi statistik terpenuhi, maka tes parametrik ANOVA dua-arah digunakan. Dalam menghitung data, SPSS 15.0 untuk Windows digunakan, dan nilai untuk menolak hipotesa nol ditetapkan pada ɑ = .05 tingkat signifikansi.

Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif, ada peningkatan kualitas tulisan mahasiwa setelah menerima kedua jenis umpan-balik. Namun secara statistik, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak cukup bukti untuk menolak hipotesa nol. Level signifikansi yang diperoleh adalah .080, dan itu lebih besar daripada level signifikansi .05 (ρ > ɑ). Hal itu menunjukkan bahwa secara statistik tidak ada perbedaan yang signifikan pada kualitas tulisan antara mahasiswa yang mendapatkan umpan-balik langsung dan mereka yang mendapatkan umpan-balik tidak langsung untuk semua gaya kognitif. Tidak ada interaksi antara jenis-jenis umpan-balik yang diberikan dengan gaya kognitif mahasiswa pada kualitas tulisan mahasiswa. Dikarenakan hipotesa nol tidak bisa ditolak, maka analisa tidak bisa dilanjutkan ke analisa post hoc, untuk menganalisa pengaruh gaya kognitif mahasiswa. Analisa selanjutnya fokus pada pengaruh utama (jenis-jenis umpan-balik) pada kualitas tulisan mahasiswa. Hasil analisa pengaruh utama menggunakan T-test menunjukkan bahwa level signifikansi yang diperoleh adalah .653, dan itu lebih besar daripada level signifikansi .05 (ρ > ɑ). Hal itu berarti bahwa secara statistik tidak ada perbedaan yang signifikan pada kualitas tulisan antara mahasiswa yang mendapatkan umpan-balik langsung dan mereka yang mendapatkan umpan-balik tidak langsung. Meskipun nilai rata-rata mahasiswa yang mendapatkan umpan-balik langsung lebih tinggi daripada mereka yang mendapatkan umpan-balik tidak langsung, perbedaan itu tidak signifikan secara statistik. Penyebab-penyebab hasil yang tidak signifikan yang dimungkinkan adalah dengan mempertimbangkan variabel-variabel berikut: penyelenggaraan pemberian umpan-balik, partisipan, penelitian itu sendiri, dan kualitas dari instruktur. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tidak peduli gaya kognitif mahasiswa, mereka akan menulis dengan lebih baik ketika mereka menerima umpan-balik, dan tidak peduli jenis umpan-balik yang diberikan pada tulisan mahasiswa, mereka akan menulis lebih baik jika menerima umpan-balik dan merevisi tulisan mereka.

 

Berdasarkan penemuan penelitian ini, ada beberapa rekomendasi yang buat oleh peneliti. Para pengajar khususnya pengajar bahasa Inggris disarankan untuk memberikan umpan-balik pada proses pengajaran dan pembelajaran. Dosen mata kuliang menulis disarankan untuk menggabungkan umpan-balik tertulis dengan konferensi guru-siswa. Mereka disarankan untuk memberikan feedback,  melaksanakan diskusi kelas dan sesi tanya-jawab untuk membuat mahasiswa menyadari kesalahan mereka, dan mendorong mahasiswa untuk mampu melakukan koreksi mandiri. Kemudian para peneliti yang akan datang disarankan untuk menginvestigasi pengaruh jenis-jenis umpan-balik yang berbeda pada level mahasiswa yang berbeda dan jumlah mahasiswa yang lebih banyak. Mereka disarankan untuk melaksanakan penelitian pada efektifitas feedback pada teks yang baru dan pada ketrampilan bahasa yang lain.