DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Eksplorasi Kualifikasi dan Kompetensi Guru Bidang Studi Biologi SMP-SMA Sebagai Basis Program Peningkatan Kualitas Pendidikan Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat. Tesis. Program Studi Pendidikan Biologi, Pasacasarjana Universitas Negeri Malang. Pemb

Marten Masoka

Abstrak


ABSTRACT

 

Studi Eksplorasi Kualifikasi dan Kompetensi Guru Bidang Studi Biologi SMP-SMA Sebagai Basis Program Peningkatan Kualitas Pendidikan Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat. Tesis. Program Studi Pendidikan Biologi, Pasacasarjana Universitas Negeri Malang. Pemb

Masoka Marten, 2016. Studi Eksplorasi Kualifikasi dan Kompetensi Guru Bidang Studi Biologi SMP-SMA Sebagai Basis Program Peningkatan Kualitas Pendidikan Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat. Tesis. Program Studi Pendidikan Biologi, Pasacasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ibrohim, M.Si, (II) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M.Pd.

Kata Kunci : kualifikasi, kompetensi profesional, kompeteni pedagogik

Kualifikasi Akademik baik guru SMP/MTs maupun SMA/MA harus memiliki kualifikasi akademik minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1) program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. Guru juga dituntut untuk menguasai kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik.  Data Human Development Index (HDI) menunjukkan bahwa di Indonesia terdapat  40% guru SLTP dan SMA 43% guru dianggap belum layak untuk mengajar di jenjang masing-masing. Selain itu menurut Uus Toharudin 2007 bahwa 17,2% guru atau setara dengan 69.477 guru mengajar bukan bidang studinya. Hasil uji kompetensi guru (UKG) tahun 2012 secara online yang dilakukan terhadap guru setelah  memperoleh sertifikat profesional, diperoleh nilai rata-rata nasional sebesar 45,82 untuk skala nilai 0-100 masih dibawah angka 50, atau kurang dari separuh angka ideal. Nilai tertinggi adalah 96,25 dan nilai terendah adalah 0,0. Jumlah guru terbanyak, sekitar 60-70 ribu orang berada pada interval nilai 42-43. Penelitian ini bertujuan untuk untuk (1) mendeskripsikan kualifikasi guru bidang studi IPA/biologi pada tingkat SMP/SMA di Kabupaten Teluk Bintuni. (2) mendeskripsikan kompetensi profesional dan pedagogik guru IPA/Biologi SMP/SMA. (3) mendeskripsikan permasalahan dan kebutuhan guru IPA/Biologi untuk mengembangkan komptensi guru SMP/SMA di Kabupaten Teluk Bintuni.

Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah 21 sampel guru dari 51 guru bidang studi IPA/Biologi pada satuan pendidikan SMP/SMA di Kabupaten Teluk Bintuni. Objek penelitian ini adalah kualifikasi, kompetensi profesional, dan kompetensi pedagogik serta kebutuhan guru bidang studi IPA/ Biologi. Data tentang kualifikasi, kompetensi dan kebutuhan guru dianalisis secara deskriptif kualitatif, yakni dengan menjumlah, merata-rata (persentase).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualifikasi pendidikan guru IPA/biologi secara keseluruhan pada tingkat SMP dan SMA adalah 95,2% berkualifikasi strata satu (S1) dan 4,8% berkualifikasi diploma (D3) dari jumlah sampel 21 guru. Kesesuaian antara kualifikasi akademik dengan bidang studi IPA/biologi yang diajarkan pada satuan pendidikan SMP dan SMA adalah 7ABSTRAK

Masoka Marten, 2016. Studi Eksplorasi Kualifikasi dan Kompetensi Guru Bidang Studi Biologi SMP-SMA Sebagai Basis Program Peningkatan Kualitas Pendidikan Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat. Tesis. Program Studi Pendidikan Biologi, Pasacasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ibrohim, M.Si, (II) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M.Pd.

Kata Kunci : kualifikasi, kompetensi profesional, kompeteni pedagogik

Kualifikasi Akademik baik guru SMP/MTs maupun SMA/MA harus memiliki kualifikasi akademik minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1) program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. Guru juga dituntut untuk menguasai kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik.  Data Human Development Index (HDI) menunjukkan bahwa di Indonesia terdapat  40% guru SLTP dan SMA 43% guru dianggap belum layak untuk mengajar di jenjang masing-masing. Selain itu menurut Uus Toharudin 2007 bahwa 17,2% guru atau setara dengan 69.477 guru mengajar bukan bidang studinya. Hasil uji kompetensi guru (UKG) tahun 2012 secara online yang dilakukan terhadap guru setelah  memperoleh sertifikat profesional, diperoleh nilai rata-rata nasional sebesar 45,82 untuk skala nilai 0-100 masih dibawah angka 50, atau kurang dari separuh angka ideal. Nilai tertinggi adalah 96,25 dan nilai terendah adalah 0,0. Jumlah guru terbanyak, sekitar 60-70 ribu orang berada pada interval nilai 42-43. Penelitian ini bertujuan untuk untuk (1) mendeskripsikan kualifikasi guru bidang studi IPA/biologi pada tingkat SMP/SMA di Kabupaten Teluk Bintuni. (2) mendeskripsikan kompetensi profesional dan pedagogik guru IPA/Biologi SMP/SMA. (3) mendeskripsikan permasalahan dan kebutuhan guru IPA/Biologi untuk mengembangkan komptensi guru SMP/SMA di Kabupaten Teluk Bintuni.

Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah 21 sampel guru dari 51 guru bidang studi IPA/Biologi pada satuan pendidikan SMP/SMA di Kabupaten Teluk Bintuni. Objek penelitian ini adalah kualifikasi, kompetensi profesional, dan kompetensi pedagogik serta kebutuhan guru bidang studi IPA/ Biologi. Data tentang kualifikasi, kompetensi dan kebutuhan guru dianalisis secara deskriptif kualitatif, yakni dengan menjumlah, merata-rata (persentase).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualifikasi pendidikan guru IPA/biologi secara keseluruhan pada tingkat SMP dan SMA adalah 95,2% berkualifikasi strata satu (S1) dan 4,8% berkualifikasi diploma (D3) dari jumlah sampel 21 guru. Kesesuaian antara kualifikasi akademik dengan bidang studi IPA/biologi yang diajarkan pada satuan pendidikan SMP dan SMA adalah 71% sementara yang tidak sesuai (mismatched) 29%. Selanjutnya guru IPA/Biologi pada tingkat SMP dan SMA yang menguasai kompetensi profesional 44,5% dan yang menguasai kompetensi pedagogik 30,7%.

 

1% sementara yang tidak sesuai (mismatched) 29%. Selanjutnya guru IPA/Biologi pada tingkat SMP dan SMA yang menguasai kompetensi profesional 44,5% dan yang menguasai kompetensi pedagogik 30,7%.