DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peranan Kepala Sekolah Dalam Mengembangkan Budaya Organisasi Pada Gugus PAUD Klojen Juara I Nasional Di Kota Malang

Henny Soesiandari

Abstrak


ABSTRACT

 

Peranan Kepala Sekolah Dalam Mengembangkan Budaya Organisasi Pada Gugus PAUD Klojen Juara I Nasional Di Kota Malang

Pengelolaan pendidikan yang tidak memperhatikan unsur budaya dapat menjadikan sekolah sebagai lingkungan yang terpisahdari masyarakat, padahal warga sekolah adalah warga masyarakat, dan lulusan pendidikan akan kembali ke masyarakat. Pengelolaan budaya organisasi yang ada di Gugus PAUD  6  Klojen   Juara 1 Nasional Gugus PAUD tahun 2012 yang  terdiri dari  tiga lembaga yaitu  TK/KB  Negeri Pembina 1, BA/KB Restu 1, dan TKK Sang Timur, didasarkan atas pemahaman Kepala Sekolah terhadap sistem nasional dimana Kepala Sekolah dalam mengelola TK memperhatikan unsur budaya organisasi.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan budaya organisasi di sekolah terbaik pada tingkat kelompok bermain atau taman kanak-kanak tepatnya di Gugus PAUD  6  Klojen. Dimana masing-masing sekolah memiliki kekhasan budaya yang mempengaruhi proses pendidikan di dalamnya, terlebih guru dan staf yang menjadi sasaran utama dalam penelitian ini.

Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi multikasus. Peneliti ingin menggali kekhasan budaya organisasi organisasi di TK/KB Negeri Pembina 1, BA/KB Restu 1, dan TKK Sang Timur selain pada peranan kepala sekolah dalam mengembangkan budaya organisasi, juga pada nilai-nilai budaya organisasi yang dikembangkan dari ajaran Agama, cinta kasih, sehingga guru dan karyawan bekerja juga dilandasi dengan keyakinan, dan memantapkan terlaksananya budaya organisasi yang ada. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan sumber data yang berbeda disesuaikan dengan tupoksi masing-masing dan jenis data yang ada.

Peneliti menemukan bahwa: (1) Pada tahapan awal budaya organisasi terbentuk, kepala sekolah berperan dalam melaksanakan sosialisasi budaya sekolah kepada seluruh staf. Tahapan sosialisasi budaya sekolah yang dilakukan oleh kepala sekolah sebatas pada memperluas pemahaman mengenai unsur-unsur budaya organisasi sehingga guru dan staf lebih mudah untuk melaksanakan tugasnya; (2) Implementasi pengembangan budaya organisasi kepada guru dan staf dan guru secara dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang juga melibatkan peserta didik, hal tersebut dimaksudkan akan guru dan staf dapat menjadi panutan peserta didik sehingga budaya organisasi dapat menyasar seluruh warga sekolah secara merata; dan (3) Upaya pemeliharaan budaya organisasi dilaksanakan melalui berbagai kegiatan, antara lain evaluasi, monitoring kepala sekolah dan kegiatan yang sifatnya insidental seperti rekreasi dan kumpul rutin. Pada tahap ini, pemeliharaan budaya organisasi menjadi bagian penting dalam upaya mempertahankan nilai-nilai luhur sebagai pedoman kehidupan guru dan karyawan di sekolah atau dapat dikatakan pemeliharaan budaya organisasi adalah tahap yang menentukan pencapaian tujuan sekolah. Pemeliharaan budaya organisasi dilakukan dengan melaksanakan fungsi manajemen yakni fungsi monitoring dan evaluasi.

 

Saran peneliti meliputi: (1) bagi Kepala TK/KB Negeri Pembina, BA/KB Restu 1, dan TKK Sang Timur dapat merencanakan pengembangan budaya organisasi dengan lebih rinci dan sistematis; (2) bagi guru dan staf harus membentuk karakter yang ideal karena mereka adalah role model bagi peserta didik. Serta perlu diingat bahwa upaya memperbaiki kultur sekolah harus dimulai dari pengembangan budaya stafnya; (3) bagi pengawas diharapkan dapat memberikan bimbingan dan supervisi yang sesuai dengan kondisi TK/KB Negeri Pembina, BA/KB Restu 1, dan TKK Sang Timur. Melalui bimbingan dan supervisi yang sesuai, budaya sekolah yang dibina dapat memberikan ruang yang baik bagi warganya untuk selalu meningkatkan kompetensi diri dimana tujuan akhirnya adalah untuk pencapaian visi misi dan tujuan sekolah; (4) bagi Gugus PAUD 6 Klojen diharapkan dapat mengembagkan budaya khas sekolah masing-masing yang didasarkan pada nilai luhur yang ada pada visi, misi, tujuan, maupun nilai keagamaan; (5) bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengkonstruk teori khusus mengenai pengembangan budaya organisasi di sekolah dengan basis tertentu.