DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Socioscientific Issues (SSI) sebagai Konteks Pembelajaran Kooperatif pada Materi Laju Reaksi terhadap Pemahaman Konsep, Keterampilan Berpikir Kritis dan Keterampilan Berargumentasi Siswa

Yunilia Nur Pratiwi

Abstrak


ABSTRACT

 

Pratiwi, Yunilia Nur. 2016. Pengaruh Socioscientific Issues (SSI) sebagai Konteks Pembelajaran Kooperatif pada Materi Laju Reaksi terhadap Pemahaman Konsep, Keterampilan Berpikir Kritis dan Keterampilan Berargumentasi Siswa. Tesis. Program Studi Pendidikan Kimia Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Sri Rahayu, M. Ed., Ph. D., (II) Dr. Fauziatul Fajaroh, M. S.

Kata kunci : Socioscientific Issues, pembelajaran kooperatif, pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, keterampilan berargumentasi

Perkembangan bidang sains dan teknologi yang sangat pesat memberikan banyak perubahan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, perkembangan tersebut disertai dengan masalah-masalah global yang pemecahannya tidak sederhana sehingga memerlukan keterlibatan masyarakat yang berliterasi sains. Oleh karena itu, terbentuknya masyarakat berliterasi sains merupakan salah satu tujuan utama pembelajaran sains. Pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis merupakan faktor-faktor yang berperan dalam mengembangkan literasi sains. Selain itu, sebagai individu yang merupakan bagian masyarakat global, siswa perlu memiliki keterampilan berargumentasi yang baik agar dapat terlibat secara aktif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di lingkungan berdasarkan ilmu pengetahuan yang dipahaminya. Keterampilan-keterampilan tersebut dilatihkan melalui pembelajaran kooperatif dengan konteks socioscientific issues (SSI). Pembelajaran yang dilakukan melibatkan isu-isu sosial sains yang bersifat kompleks dengan penyelesaian yang tidak sederhana sehingga akan melatih keterampilan berpikir kritis dan argumentasi siswa, serta memperkuat pemahaman konsep laju reaksi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan socioscientific issues (SSI) sebagai konteks pembelajaran terhadap pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, dan keterampilan berargumentasi siswa pada materi laju reaksi.

Penelitian berikut termasuk jenis penelitian mixed-methods dengan melibatkan data pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis sebagai data kuantitatif dan data keterampilan berargumentasi sebagai data kualitatif. Rancangan penelitian eksperimen yang digunakan adalah quasi experiment posttest-only design dengan dua kelas penelitian yang dipilih dengan teknik convenience sampling. Kedua kelas dibelajarkan dengan metode pembelajaran kooperatif, namun dengan konteks berbeda. Siswa kelas eksperimen dibelajarkan dengan konteks SSI sedangkan siswa kelas kontrol diajarkan tanpa konteks SSI. Instrumen pengukuran pemahaman konsep dan berpikir kritis berupa soal pilihan ganda yang memiliki reliabilitas tinggi dengan nilai koefisien reliabilitas (r) secara berturut-turut 0,788 dan 0,766. Sedangkan instrumen keterampilan berargumentasi berupa pertanyaan terbuka tentang dua artikel singkat yang berhubungan dengan materi laju reaksi dan telah divalidasi. Data pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis yang diperoleh dari hasil posttest selanjutnya dianalisis secara statistik menggunakan independent sample t-test pada taraf signifikansi 95% (α = 0,05). Jawaban tertulis siswa terhadap tes argumentasi dianalisis berdasarkan komponen argumentasi Toulmin dan selanjutnya diklasifikasikan berdasarkan kompleksitasnya menurut kategori Cetin. Pengujian keabsahan temuan dilakukan menggunakan interrater reliability (koefisien Kappa).

 

 Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara pemahaman konsep siswa yang dibelajarkan dengan konteks socioscientific issues (SSI) dan siswa yang dibelajarkan tanpa konteks SSI. Namun, nilai rata-rata pemahaman konsep siswa yang dibelajarkan dengan konteks SSI (79,50) lebih tinggi dibandingkan siswa yang dibelajarkan tanpa konteks SSI (75,17). Selain itu, penggunaan SSI sebagai konteks pembelajaran memberikan perbedaan yang signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Keterampilan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan konteks SSI lebih tinggi dibandingkan siswa yang dibelajarkan tanpa konteks SSI. Hasil analisis keterampilan berargumentasi menunjukkan bahwa argumentasi siswa yang dibelajarkan dengan konteks socioscientific issues (SSI) didominasi level 2 sebesar 48% dan level 3 sebesar 45%, sedangkan level tertinggi argumentasi teridentifikasi sebanyak 5% argumen. Tingkat keabsahan temuan penelitian tentang argumentasi adalah 𝜅 = 0,918.