DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KEBIASAAN BELAJAR ANAK DALAM KELUARGA SUKU TOGUTIL HALMAHERA TIMUR

Wawan Suprianto Nadra

Abstrak


ABSTRACT

 

Wawan Suprianto Nadra. 2016. Kebiasaan Belajar Anak dalam Keluarga Suku Togutil Halmahera Timur. Tesis, Jurusan Pendidikan Dasar, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Hariyono, M.Pd (II) Dr. M. Ramli, M.A.

Kata Kunci: Kebiasaan belajar, orang tua, Suku Togutil.

Anak-anak dari Suku Togutil mulai mengenal dunia pendidikan, meskipun masih sebatas Sekolah Dasar. Dengan adanya pengaruh pendidikan ini, anak-anak dari Suku Togutil memiliki keinginan dan cita-cita, seperti menjadi Polisi, Tentara, dan ada yang bercita-cita ingin menjadi guru dengan keinginan untuk mengabdi di desa mereka sendiri. Hal ini akan mempengaruhi cara dan kebiasaan belajar anak-anak Suku Togutil yang berada di Dusun Titipa. Untuk dapat memiliki kebiasaan belajar, dibutuhkan waktu yang cukup lama.

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui kehidupan sosial budaya Suku Togutil Halmahera Timur, (2) mengetahui kebiasaan Belajar Anak Dalam Keluarga Suku Togutil Halmahera Timur, (3) mengetahui faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebiasaan Belajar Anak Dalam Keluarga Suku Togutil Halmahera Timur, dan (4) mengetahui upaya orang tua dan guru dalam meningkatkan Kebiasaan Belajar Anak Suku Togutil Halmahera Timur.

Pendekatan yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi mengungkap kebiasaan belajar anak dalam keluarga Suku Togutil.

Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa (1) Kehidupan sosial masyarakat di Dusun Titipa terlihat ada perubahan dari sebelumnya. Terbukanya komunikasi antara masyarakat dengan warga desa lainnya ditandai dengan adanya perubahan-perubahan budaya salah satunya bertambahnya pemahaman masyarakat tentang bahasa yang digunakan. (2) Kebiasaan belajar yang dilakukan oleh anak-anak di Dusun Titipa belum maksimal. Aktifitas kebiasaan belajar tersebut dilihat dari waktu belajar serta kegiatan keseharian mereka. Dalam proses belajar, kurang adanya perhatian yang diberikan oleh orang tua, disebabkan karena minimnya pengetahuan dan pendidikan yang dimiliki oleh orang tua, (3) Faktor yang mempengaruhi kebiasaan belajar anak di Dusun Titipa antara lain yaitu dari faktor keluarga, lingkungan sekolah dan budaya, (4) dalam meningkatkan kebiasaan belajar, orang tua harus dapat memberikan kebutuhan yang dibutuhkan anak dan memotifasi anak serta pihak sekolah menyediakan fasilitas sarana dan prasarana dan menambahkan tenaga guru di Sekolah Darurat.

 

Penelitian ini disarankan (1) kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Timur sebagai pengambil kebijakan untuk dapat menyediakan fasilitas sarana dan prasarana pendidikan. Selain itu, kepada Dinas Pendidikan Kabupaten agar program pendidikan selalu ditekankan pada pendidikan formal melainkan disarankan untuk bisa membuka pendidikan nonformal sehingga anak-anak di Daerah tersebut dapat menyesuaikan dengan kondisi budaya setempat sehingga tidak hanya terpaku pada pendidikan formal, (2) menjadi rekomendasi khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur agar dapat merelokasikan kembali masyarakat Suku Togutil, (3) Sosialisasi dan penyuluhan terhadap masyarakat Suku Togutil yang mendiami pemukiman di Dusun Titipa tentang pentingnya pendidikan bagi generasi anak-anak sehingga masyarakat setempat tidak hanya menyekolahkan anak-anak mereka begitu saja akan tetapi masyarakat setempat juga dapat memahami dengan benar arti dan manfaat dari pendidikan itu sendiri, dan (4) Kepada peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian di tempat yang sama dengan judul yang berbeda atau judul yang sama dengan tempat yang berbeda, dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai referensi dalam menunjang penulisan penelitian serta dapat mengimplementasikan dalam bentuk pengembangan produk yaitu sebagai bahan pembelajaran bagi siswa yang mendukung.