DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Video Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup Berbasis Kearifan Lokal untuk SMA Menggunakan Adobe Flash CS3 Professional

ROHANA SUFIA

Abstrak


ABSTRACT

 

Rohana, Sufia. 2016. Pengembangan Media Video Pembelajaran Lingkungan

Hidup Berbasis Kearifan Lokal untuk SMA Menggunakan Adobe Flash CS3

Professional. Tesis. Program Studi Pendidikan Geografi, Pascasarjana,

Universitas Negeri malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd., (2)

Dr. Ach. Amirudin, M.Pd.

Kata kunci: video pembelajaran, lingkungan hidup, kearifan lokal.

Kurikulum 2013 memiliki standar kompetensi lulusan yang meliputi sikap,

pengetahuan, dan keterampilan sesuai jenjang pendidikan yang ditempuh.

Pendidikan lingkungan hidup kaitannya dengan matapelajaran Geografi dalam

kurikulum 2013 memiliki keterikatan materi dan menuntut siswa untuk mampu

berfikir kritis, logis, dan analistis. Kemampuan berpikir siswa dapat dirangsang

menggunakan media pembelajaran, salah satunya menggunakan media video.

Tujuan penelitian ini menghasilkan sebuah media video pembelajaran pendidikan

lingkungan hidup berbasis kearifan lokal untuk siswa SMA. Substansi materi

tentang kerusakan lingkungan dan peran kearifan lokal dalam menanggulangi

dampaknya. Materi kerusakan lingkungan yang disampaikan adalah kerusakan

lahan pertanian yang terdapat pada beberapa titik di Kabupaten Banyuwangi.

Kearifan lokal yang disajikan adalah kegiatan masyarakat adat Desa Kemiren

Kabupaten Banyuwangi dalam menjaga kelangsungan sumber air.

Prosedur penelitian dan pengembangan menggunakan langkah-langkah

yang dikemukakan oleh Borg dan Gall yang dimodifikasi. Prosedur tersebut

bersifat prosedural sehingga memiliki kelebihan dibanding dengan metode

pengembangan lain. Nilai-nilai untuk menyahihkan produk media diperoleh dari

hasil angket validasi ahli materi, ahli media, dan praktisi, serta hasil uji coba

kelompok kecil dan kelompok besar.

Hasil penelitian dan pengembangan produk media video pembelajaran

menunjukkan bahwa media video pembelajaran valid, layak dimanfaatkan, dan

memiliki kualitas yang baik. Nilai validitas isi materi sebesar 80.35%, nilai

validitas tampilan media sebesar 98.5%, hasil uji dua praktisi untuk keterterapan

media dengan kondisi sebesar 96.97% dan 100%. Hasil uji coba kelompok kecil

untuk mengetahui nilai tampilan produk sebesar 94.67%, sedangkan hasil uji

kelompok besar untuk mengetahui kualitas dan kemenarikan produk sebesar

89.02%. Secara keseluruhan skor nilai tersebut berada pada kategori interpretasi

valid, sangat sesuai, baik dan menarik. Dengan kondisi tersebut maka media video

pembelajaran bisa melanjutkan proses penyebaran (dissemination).

Hasil kajian terhadap media video diketahui  terdapat kekurangan dan

kelebihan. Kekurangan media video dari segi penerapan teknologi diantaranya

adalah; belum menggunakan sistem auto play saat disimpan dalam kepingan

DVD, dan membutuhkan ruang penyimpanan dengan kapasitas yang cukup besar.

Kelebihan media video mampu membawa contoh kontekstual ke dalam kelas,

serta mampu menggugah minat siswa dalam kelangsungan lingkungan hidup

disekitar tempat tinggal. Saran penggunaan media lebih baik digunakan dalam

proses pembelajaran yang didampingi oleh guru  karena media video ini bukan

 

media yang diciptakan dengan bentuk produk akhir berupa multimedia interaktif.