DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Pembelajaran Menulis Teks Fabel dengan Macromedia Flash bagi Siswa SMP

Ida Sari Rahmawati, Ida Sari Rahmawati

Abstrak


ABSTRACT

 

Rahmawati, I. S. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Menulis Teks Fabel dengan Macromedia Flash bagi Siswa SMP. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing:

(I) Dr. Roekhan, M.Pd., (II) Dr. Nurchasanah, M.Pd.

Kata kunci: pengembangan media pembelajaran, menulis teks fabel, macromedia flash

Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh kendala belum tersedianya media pembelajaran yang bisa digunakan guru untuk menyampaikan materi dan mengajarkan keterampilan tertentu kepada siswa. Guru juga masih kesulitan dalam merancang media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan belajar siswa untuk mencapai kompetensi dan meraih hasil belajar yang optimal. Salah satu bentuk kemajuan teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan media pembelajaran adalah dengan menggunakan program macromedia flash. Dengan program ini, berbagai bentuk media pembelajaran, yakni audio, visual, audiovisual, dan teks bisa digabungkan menjadi satu paket media pembelajaran.

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengembangkan media pembelajaran menulis teks fabel bagi siswa SMP yang berisi materi, contoh, dan latihan untuk mencapai indikator dan tujuan pembelajaran dan (2) mendeskripsikan kelayakan media pembelajaran menulis teks fabel bagi siswa SMP yang diperoleh dari uji ahli, praktisi (guru), dan siswa. Media pembelajaran yang dikembangkan merupakan media berbasis multimedia interaktif yang dikemas dalam bentuk program macromedia flash dengan tampilan, isi materi, dan bahasa yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa SMP.

Penelitian ini menggunakan desain pengembangan Borg & Gall (1983: 772) yang membagi tahapan pengembangan produk pembelajaran dalam sepuluh tahapan yang disebut dengan Research and Development (R & D). Berdasarkan desain pengembangan tersebut, dalam penelitian ini ada sembilan tahap pengembangan yang dilakukan, yakni (1) analisis kebutuhan, (2) perumusan tujuan, (3) pengembangan format produk awal, (4) validasi ahli, (5) revisi produk, (6) uji coba awal, (7) revisi produk, (8) uji coba lapangan, dan (9) revisi produk akhir. Pelaksanaan pengembangan dilakukan berdasarkan temuan analisis kebutuhan media pembelajaran dan perumusan tujuan pembelajaran. Setelah dikembangkan, produk divalidasi oleh ahli untuk mendapat penilaian secara teoretis. Produk yang telah valid kemudian diujicobakan di lapangan untuk mengetahui kelayakan produk melalui tahap uji coba awal dan uji coba lapangan di tiga sekolah, yakni SMPN 8 Malang, SMPN 5 Malang, dan SMP Laboratorium UM.

Data dalam penelitian ini berupa data persentase kelayakan produk media pembelajaran dan data verbal berupa data verbal tertulis dan data verbal lisan. Data persentase kelayakan produk diperoleh dari skor pada angket validasi ahli dan uji lapangan. Data verbal tertulis berupa catatan, komentar, masukan, kritik, maupun saran yang dituliskan oleh subjek uji produk pada angket penilaian, sedangkan data verbal tidak tertulis berupa informasi lisan yang diperoleh peneliti ketika melakukan wawancara bebas terhadap ketiga kelompok uji produk.

Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah angket dan pedoman wawancara. Angket digunakan untuk memperoleh data berupa persentase kelayakan dan data verbal tertulis, sedangkan pedoman wawancara bebas digunakan untuk memperoleh data berupa saran dan masukan yang disampaikan secara lisan oleh subjek uji produk. Analisis data dilakukan dengan cara (1) mengumpulkan skor yang diperoleh dari hasil validasi dan uji coba produk, (2) mengklasifikasi angket berdasarkan subjek uji produk, (3) menghitung persentase kelayakan dari masing-masing angket untuk menentukan kelayakan produk dan melakukan tindakan terhadap produk yang dikembangkan, apakah harus direvisi atau diimplementasi.

Berdasarkan hasil validasi aspek isi materi dengan dua ahli pembelajaran diperoleh persentase sebesar 75% dan 100%, sedangkan hasil uji produk dengan empat guru bahasa Indonesia memperoleh persentase sebesar 75%, 90%, 84%, dan 75%. Hasil uji coba lapangan di tiga sekolah memperoleh persentase sebesar 85,2%, 86,1%, dan 81,1%. Hasil revisi aspek isi materi produk adalah (1) penambahan materi tentang mengembangkan karangan, (2) penambahan variasi latihan, dan (3) pengaturan ulang bagian pengantar awal yang langsung ditujukan kepada siswa.

Berdasarkan hasil validasi aspek bahasa dengan dua ahli media pembelajaran diperoleh persentase sebesar 87,5% dan 75%, sedangkan uji ahli pembelajaran memperoleh persentase sebesar 75% dan 100%. Hasil uji produk dengan empat guru bahasa Indonesia memperoleh hasil 100%, 75%, 100%, dan 100%. Hasil uji coba di tiga sekolah memperoleh persentase sebesar 89,6%, 87,5%, dan 80%. Secara keseluruhan aspek bahasa dalam media pembelajaran ini sudah memenuhi standar kebakuan, komunikatif, dan sesuai dengan pengguna media pembelajaran.

Berdasarkan hasil validasi aspek tampilan dengan dua ahli media pembelajaran diperoleh persentase masing-masing sebesar 95% dan 88,6%, sedangkan hasil uji produk dengan empat guru bahasa Indonesia memperoleh persentase sebesar 75%, 93,8%, 89%, dan 75%. Hasil uji coba lapangan di tiga sekolah memperoleh persentase sebesar 87%, 82,4%, dan 79%. Hasil revisi aspek tampilan produk adalah (1) penambahan gambar ilustrasi dan gambar karakter, (2) pengaturan jenis dan ukuran huruf, (3) tampilan penyajian materi dalam bentuk poin-poin, (4) pengubahan tampilan halaman sampul, dan (5) penambahan tombol pada bagian pengantar.

 

Dari penelitian pengembangan yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa secara keseluruhan produk media pembelajaran telah layak untuk diimplementasikan setelah dilakukan beberapa perbaikan. Selanjutnya, sebagai langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, siswa dapat menggunakan media pembelajaran ini sebagai sarana untuk menulis teks fabel. Produk pengembangan dapat disebarluaskan dalam forum MGMP dan ditulis dalam jurnal penelitian.