DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kontribusi Self Regulated Learning, Locus of Control dan Kemampuan Berpikir Kreatif terhadap Penguasaan Kompetensi Kejuruan dan Dampaknya Pada Kematangan Vokasional Siswa SMK

lativa hartiningtyas

Abstrak


ABSTRACT

 

Hartiningtyas, Lativa. 2016. Kontribusi Self Regulated Learning, Locus of Control dan Kemampuan Berpikir Kreatif terhadap Penguasaan Kompetensi Kejuruan dan Dampaknya Pada Kematangan Vokasional. Tesis, Program Studi Pendidikan Kejuruan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Purnomo, S.T., M.Pd., (2) Dr. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T.

Kata kunci: self regulated learning, locus of control, kemampuan berpikir kreatif, kompetensi, kematangan vokasional

Lulusan SMK harus menguasai aspek hard skill dan soft skill agar menjadi tenaga kerja yang terampil. Hard skill terdiri atas kecakapan teknis, sedangkan soft skill merupakan kecakapan intrapersonal dan interpersonal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi self regulated learning terhadap penguasaan kompetensi kejuruan, kontribusi locus of control terhadap penguasaan kompetensi kejuruan, kontribusi kemampuan berpikir kreatif terhadap penguasaan kompetensi kejuruan, kontribusi self regulated learning terhadap kematangan vokasional, kontribusi locus of control internal terhadap kematangan vokasional, kontribusi kemampuan berpikir kreatif terhadap kematangan vokasional, dan  kontribusi penguasaan kompetensi kejuruan terhadap kematangan vokasional baik secara langsung maupun tidak langsung.       

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi suatu variabel eksogen terhadap intervening dan variabel eksogen dan intervening terhadap variabel endogen. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMK Kelas XI paket keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) se-Kabupaten Tulungagung yang berjumlah 337 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional random sampling sehingga diperoleh 182 sampel siswa. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket dan tes serta dokumentasi. Angket digunakan untuk mengumpulkan data dari variabel X1, X2, dan Z, sedangkan instrumen tes digunakan untuk mengumpulkan data variabel X3 dan Y. Penelitian ini menggunakan analisis jalur yang terdiri dari 2 model jalur yaitu sub-struktur I dan II.

 

Hasil dan kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa seluruh koefisien jalur signifikan sehingga hipotesis alternatif (Ha) dinyatakan diterima dengan rincian sebagai berikut: (1) terdapat kontribusi signifikan antara self regulated learning terhadap penguasaan kompetensi kejuruan sebesar 9,4%; (2) terdapat kontribusi signifikan antara locus of control terhadap penguasaan kompetensi kejuruan sebesar 11,1%; (3) terdapat kontribusi signifikan antara kemampuan berpikir kreatif terhadap penguasaan kompetensi kejuruan sebesar 3,5%; (4) terdapat kontribusi signifikan antara self regulated learning terhadap kematangan vokasional sebesar 10,4%; (5) terdapat kontribusi signifikan antara locus of control terhadap kematangan vokasional sebesar 3,5%; (6) terdapat kontribusi signifikan antara kemampuan berpikir kreatif terhadap kematangan vokasional sebesar 1,7%; (7) terdapat kontribusi signifikan antara penguasaan kompetensi kejuruan terhadap kematangan vokasional sebesar 9,9%.