DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Proses kreatif siswa dalam menulis puisi

Yuli Dwi Pratiwi

Abstrak


ABSTRACT

 

Proses kreatif siswa dalam menulis puisi

Kreativitas siswa dalam menulis puisi tampak pada proses kreatif dan hasil karyanya. Penelitian ini didasarkan kreativitas siswa dalam menulis puisi kurang menjadi perhatian. Penelitian ini mendeskripsikan proses kreatif siswa dalam penulisan teks puisi dan kreativitas siswa dalam teks puisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Kehadiran peneliti dibutuhkan selama proses wawancara. Lokasi penelitian di SMA Negeri 03 Malang. Subjek penelitian lima orang siswa dan karya puisinya. Sumber data berupa proses kreatif siswa dan teks puisi karya siswa. Data berupa aktivitas siswa yang mencerminkan proses kreatif dalam menulis puisi dan kata-kata kreatif yang terdapat dalam puisi karya siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan studi dokumen. Instrumen yang digunakan adalah panduan pengumpulan data dan panduan analisis data. Analisis data dilakukan dalam beberapa tahap, seleksi dan reduksi data, analisis data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan teknik ketekunan pengamatan dan triangulasi.  Dari hasil analisis data diperoleh dua kesimpulan. Pertama, tahap pencarian ide yang dilakukan kelima subjek secara umum yaitu mendengarkan musik. Tahap pengendapan dan perenungan ide, yang dilakukan oleh kelima subjek adalah membuat catatan terlebih dahulu. Tahap penulisan, tiga dari lima subjek menulis puisi secara bertahap. Tahap editing dan revisi, kelima subjek  mempertentangkan apa yang ditulis dan mengubah gaya bahasa. Kedua, puisi yang ditulis oleh (S-01) menggunakan penyimpangan leksikal, sintaksis, semantis, register, dan grafologis, dengan penyimpangan semantis yang menonjol. Puisi yang ditulis oleh (S-02) menggunakan penyimpangan leksikal, semantis, grafologis, dengan penyimpangan semantis dan leksikal yang menonjol. Puisi yang ditulis oleh (S-03) menggunakan penyimpangan leksikal, semantis, morfologis, sintaksis, dialek, grafologis, dengan penyimpangan semantis yang menonjol. Puisi yang ditulis oleh (S-04) menggunakan penyimpangan semantis, morfologis, dan grafologis, dengan penyimpangan semantis yang menonjol. Puisi yang ditulis oleh (S-05) menggunakan penyimpangan morfologis, sintaksis dan grafologis, dengan penyimpangan sintaksis yang menonjol. Berdasarkan kesimpulan penelitian, disarankan kepada guru Bahasa Indonesia untuk memberi stimulus pada siswa dalam pencarian ide sebelum menulis puisi dan memberikan contoh penyimpangan bahasa dalam puisi yang lebih beragam. Saran kepada peneliti selanjutnya agar mengembangkan berbagai metode untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam menulis puisi.