DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Estetika Profetik Novel Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan Karya Tasaro G.K. sebagai Sumber Pendidikan Karakter.

RAMADHANIAR WULANANDA

Abstrak


ABSTRACT

 

Wulananda, Ramadhaniar. 2016. Estetika Profetik Novel Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan Karya Tasaro G.K. sebagai Sumber Pendidikan Karakter. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd, (II) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd.

Kata Kunci: estetika profetik, novel, sumber pendidikan karakter

Estetika profetik adalah bentuk-bentuk ekspresi profetik dalam karya sastra, yaitu humanisasi, liberasi, dan transendensi yang dikaji melalui unsur-unsur estetik. Estetika profetik yang terdapat dalam karya sastra dapat dimanfaatkan sebagai sumber penanaman nilai-nilai, sikap, dan perilaku siswa karena sastra berfungsi sebagai penghibur dan pendidik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan estetika profetik novel Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pendidikan karakter yang mencakup aspek (1) humanisasi, (2) liberasi, dan (3) transendensi.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis teks. Sumber datanya berupa novel Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan karya Tasaro G.K. Data penelitian berupa bentuk-bentuk ekspresi profetik dalam novel yang dikaji melalui unsur-unsur estetik, yaitu (1) struktur/bentuk yang berupa citraan simbolik, kiasan, serta gaya, dan (2) makna yang tersirat maupun tersurat dalam kisah dan peristiwa, tokoh dan karakter, serta narasi dan dialog. Teknik pengumpulan data dengan cara studi dokumentasi. Analisis datanya meliputi (1) identifikasi data, (2) klasifikasi data, (3) kodifikasi data, (4) pemaknaan, (5) interpretasi, dan (6) penarikan simpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan uji kredibilitas, yaitu (1) kecermatan dan ketekunan dalam membaca dan menganalisis teks novel dan (2) diskusi dengan dosen pembimbing dan rekan sejawat.

Hasil penelitian ini berupa deskripsi estetika profetik novel Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pendidikan karakter meliputi aspek (1) humanisasi, (2) liberasi, dan (3) transendensi. Pertama, aspek humanisasi mencakup empat subaspek, yaitu aktivitas memperkuat (1) personalitas, (2) asertivitas, (3) sosialisasi, dan (4) spiritualitas. Subaspek yang pertama merepresentasikan kesadaran moral, pengetahuan nilai moral, penentuan perspektif, pemikiran moral, pengambilan keputusan, pengetahuan pribadi, hati nurani, harga diri, empati, mencintai hal yang baik, kendali diri, kerendahan hati, kompetensi, keinginan, dan kebiasaan. Subaspek yang kedua merepresentasikan kesadaran moral, pengetahuan nilai moral, penentuan perspektif, pemikiran moral, pengambilan keputusan, hati nurani, harga diri, empati, mencintai hal yang baik, kendali diri, kerendahan hati, kompetensi, keinginan, dan kebiasaan. Selanjutnya, subaspek ketiga merepresentasikan kerendahan hati. Subaspek yang terakhir merepresentasikan kesadaran moral, pengetahuan nilai moral, penentuan perspektif, pemikiran moral, pengambilan keputusan, pengetahuan pribadi, hati nurani, harga diri, empati, mencintai hal yang baik, kerendahan hati, kompetensi, keinginan, dan kebiasaan.

Kedua, aspek liberasi mencakup empat subaspek, yaitu aktivitas membebaskan dan memerdekakan dari (1) penindasan politik, (2) penindasan negara, (3) ketidakadilan ekonomi, dan (4) ketidakadilan gender. Subaspek pertama merepresentasikan kesadaran moral, pengetahuan nilai moral, penentuan perspektif, pemikiran moral, pengambilan keputusan, hati nurani, harga diri, empati, mencintai hal yang baik, kendali diri, kerendahan hati, kompetensi, keinginan, dan kebiasaan. Subaspek kedua merepresentasikan pengetahuan nilai moral, hati nurani, empati, kompetensi, keinginan, dan kebiasaan. Subaspek selanjutnya merepresentasikan pengetahuan nilai moral, pemikiran moral, hati nurani, empati, mencintai hal yang baik, kompetensi, keinginan, dan kebiasaan. Subaspek terakhir merepresentasikan pengetahuan nilai moral, penentuan perspektif, pemikiran moral, hati nurani, empati, kompetensi, keinginan, dan kebiasaan.

Ketiga, aspek transendensi mencakup enam subaspek, yaitu (1) khauf, (2) raja’, (3) tawakkal, (4) qana’ah, (5) syukur, dan (6) ikhlas. Khauf merepresentasikan pengetahuan nilai moral, pengetahuan pribadi, dan kerendahan hati. Raja’ merepresentasikan pengetahuan nilai moral, penentuaan perspektif, hati nurani, harga diri, empati, mencintai hal yang baik, kendai diri, kerendahan hati, kompetensi, dan keinginan. Tawakkal merepresentasikan pengetahuan nilai moral, penentuan perspektif, harga diri, mencintai hal yang baik, kendali diri, kerendahan hati, keinginan, dan kebiasaan. Qana’ah merepresentasikan pengetahuan nilai moral, pengambilan keputusan, mencintai hal yang baik, dan kendali diri. Syukur merepresentasikan pengetahuan nilai moral, penentuan perspektif, harga diri, empati, mencintai hal yang baik, kerendahan hati, dan kompetensi. Ikhlas merepresentasikan pengetahuan nilai moral, pengambilan keputusan, empati, mencintai hal yang baik, kendali diri, kerendahan hati, kompetensi, dan keinginan.

Saran penelitian ditujukan bagi guru, peneliti selanjutnya, pengarang, dan pembaca umum. Guru disarankan untuk dapat menemukan, mengaplikasikan, memanfaatkan, dan menerapkan strategi pembelajaran berdasarkan aspek humanisasi, liberasi, dan transendensi dalam novel Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan yang dapat digunakan sebagai sumber belajar terkait dengan keperluan dan tujuan instruksional agar siswa tergugah untuk mengaplikasikan komponen karakter yang baik pada kehidupan sehari-hari. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk dapat memperluas topik penelitian ini ke dalam berbagai jenis penelitian, misalnya pengembangan pendekatan estetik dalam pembelajaran sastra, pengembangan estetika sastra profetik berbasis pendidikan karakter, dan meningkatkan nilai karakter siswa melalui estetika profetik pada karya sastra. Pengarang disarankan untuk turut berpartisipasi dalam menghasilkan sebuah karya sastra profetik baru yang dapat mentransformasikan nilai-nilai karakter bagi individu sehingga sumber bacaan dan sumber belajar dalam menanamkan nilai karakter bagi anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia menjadi beragam. Bagi pembaca umum disarankan untuk lebih mengenal ragam sastra Indonesia, salah satunya sastra profetik karena estetika profetik dalam novel juga dapat mentransformasikan nilai ketuhanan dan kemanusiaan pada diri pembaca dan dapat menjadi sumber belajar pendidikan karakter bagi berbagai kalangan.

ABSTRACT

 

Wulananda, Ramadhaniar. 2016. Prophetic Aesthetic of Novel Muhammad:  Lelaki Penggenggam Hujan by Tasaro G.K. as The Source of Character Education. Thesis. Study Program of Indonesian Education, Postgraduate, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd, (II) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd.

Keywords: prophetic aesthetic, novel, source of character education

Prophetic aesthetic is expression forms of prophetic in literary works; they are (1) humanism, (2) liberation, and (3) transcendence, which is reviewed through aesthetic elements. Prophetic aesthetic in literary work can be utilized as source of imposing values and building character, attitude, and students behavior because literary functioned as entertainer and educator. Therefore, this study is aimed to describe prophetic aesthetic novel Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan that can be utilized as source of character education includes several aspects (1) humanism, (2) liberation, and (3) transcendence.

This study used qualitative approach with text analysis study. The data source is novel Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan by Tasaro G.K. Data of study is prophetic expression forms in novel reviewed through aesthetic elements; they are (1) structure/forms of symbolic images, simile, also style, and (2) meaning in explicit or explicit in story and occasion, figure and character, also narration and dialogue. Data collection technique used documentation study. Data analysis includes (1) data identification (2) data classification (3) data codification (4) meaning, (5) interpretation, and (6) conclusion. Data validity checking conducted with credibility test; it is (1) accuracy and tenacity in reading and analyzing novel text and (2) discussion with advisors and colleague.

Result of this study is description of prophetic aesthetic of novel Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan which is utilized as source of character education that includes several aspects (1) humanism, (2) liberation, and (3) transcendence. First, humanism aspect includes four sub aspects; they are strengthening activities (1) personality, (2) assertiveness, (3) socialization, and (4) spirituality. The first sub aspect represents moral awareness, knowledge of moral value, perspective determination, moral thinking, deduction, personal knowledge, conscience, empathy, loving the good, self-control, modesty, competence, will, and habit. The second sub aspect represent moral awareness, knowledge of moral value, perspective determination, moral thinking, deduction, conscience, pride, empathy, loving the good, self-control, modesty, competence, will, and habit. Moreover, the third sub aspect represents modesty. The last sub aspect represents moral awareness, knowledge of moral value, perspective determination, moral thinking, deduction, personal knowledge, conscience, pride, empathy, loving the good, competence, will, and habit.

Second, liberation aspect includes four sub aspects; they are (1) activity to release and to free politic oppression, (2) activity to release and to be free from state oppression, (3) activity to release and to be free from economy injustice, and (4) activity to release to be free from gender injustice. The first sub aspect represents moral awareness, knowledge of moral value, perspective determination, moral thinking, deduction, conscience, pride, empathy, loving the good, self control, modesty, competence, will, and habit. The second sub aspect represents knowledge of moral value, conscience, empathy, competence, will, and habit. The next sub aspect represents knowledge of moral value, conscience, empathy, loving the good, competence, will, and habit. The last sub aspect represents knowledge of moral value, perspective determination, moral thinking, conscience, empathy, competence, will, and habit.

Third, transcendence aspect includes six sub aspects; they are (1) kha’uf, (2) raja’, (3) tawakkal, (4) qana’ah, (5) fortune, and (6) sincere. Kha’uf represents knowledge of moral value, personal knowledge and conscience. Raja’ represents knowledge of moral value, perspective determination, conscience, pride, empathy, loving the good, self control, modesty, competence, and will. Tawakkal represents knowledge of moral value, perspective determination, pride, loving the good, self control, conscience, will, and habit. Qana’ah represents knowledge of moral value, deduction, loving the good and self control. Fortune represents knowledge of moral value, perspective determination, pride, empathy, loving the good, conscience, and competence. Sincere represents knowledge of moral value, deduction, empathy, loving the good, conscience, competence, and will.

 

Suggestion is aimed to teachers, further researchers, authors, and public readers. Teachers are encouraged to find, apply, utilize, and implement learning strategies based on aspects of humanization, liberation, and transcendence in the novel Muhammad: He grappler rain that can be used as a learning resource related to the purposes and instructional goals that the students motivated to apply the components of good character in everyday life. For further research is recommended to be able to expand this research topic into the different types of research, such as the development of aesthetic approach in teaching literary, aesthetic development prophetic literature-based character education, and increase the value of the aesthetic character of students through the prophetic literature. Authors are advised to participate in generating a new prophetic literature that can transform character values for the individual so that the source of reading and learning resources in instilling the value of character for children, adolescents, adults, and elderly to be diverse. For the general reader is advised to know more about the variety of Indonesian literature, one prophetic literature for aesthetic prophetic novel also can transform the value of divinity and humanity to the reader and can be a source of learning for the character education in various circles.