DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, BERPIKIR KREATIF DAN RETENSI SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS XI SMA NEGERI DI BOJONEGORO

nilam . Retnosari

Abstrak


ABSTRACT

 

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, BERPIKIR KREATIF DAN RETENSI SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS XI SMA NEGERI DI BOJONEGORO

Retnosari, Nilam. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Multimedia Interaktif terhadap Keterampilan Berpikir Kritis, Berpikir Kreatif dan Retensi Siswa pada Pembelajaran Biologi Kelas XI SMA Negeri di Bojonegoro. Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D., (II) Dr. Hadi Suwono, M.Si

Kata Kunci: inkuiri terbimbing, multimedia interaktif, keterampilan berpikir kritis, berpikir kreatif, retensi.

Studi Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) menunjukkan siswa Indonesia berada pada rangking yang sangat rendah dalam kemampuan teori, analisis, pemecahan masalah dan melakukan investigasi. Kemampuan rata-rata siswa paling tinggi adalah domain pengetahuan (knowing), sedangkan kemampuan pada domain penalaran (reasoning) dan penerapan (applying) relatif rendah. Survei nasional pendidikan di Indonesia juga menyebutkan bahwa pendidikan formal di Indonesia kurang mengembangkan aspek kreativitas siswa (Tridjata, 2002). Salah satu model pembelajaran yang dirancang agar siswa dapat melakukan kegiatan investigasi adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing. Suchman (2010) menyatakan bahwa inkuiri dapat digunakan berpikir induktif, berpikir kreatif, belajar menemukan (discovery), dan melatihkan keterampilan kerja ilmiah. Melalui kegiatan pembelajaran berpendekatan inkuiri diharapkan akan memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatifnya karena dalam inkuiri siswa dapat mengeksplor pengetahuannya, membuat berbagai macam alternatif pemikiran, ide serta jawabannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan multimedia interaktif terhadap keterampilan berpikir kritis, berpikir kreatif dan retensi siswa kelas XI SMA Negeri di Bojonegoro.

Penelitian ini merupakan Quasi Experiment dengan rancangan Pretest-Postest Nonequivalent Control Group Design. Penelitian dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016 bulan Maret-Mei di SMA Negeri 1 Sumberrejo, Bojonegoro. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sumberrejo. Teknik pengambilan sampel secara cluster random sampling yang didasarkan pada hasil uji kesetaraan nilai kognitif siswa. Sampel penelitian adalah siswa Kelas XI IPA 5 sebagai kelas eksperimen 1 yang dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing berbantuan multimedia interaktif, Kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen 2 yang dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yaitu Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Lembar Kegiatan Siswa, soal tes berpikir kritis yang berbentuk essay dan tes kreativitas. Data hasil penelitian berupa pretest dan posttest kemudian dianalisis dengan statistik menggunakan analisis kovarian (Anakova) dengan bantuan program SPSS 22.0 for Windows.

 

Berdasarkan analisis data dan pembahasan diperoleh simpulan sebagai berikut. Pertama, model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan multimedia interaktif berpengaruh positif terhadap keterampilan berpikir kritis. Peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas konvensional dengan inkuiri terbimbing berbantuan multimedia sebesar 24,6%, kelas konvensional dengan inkuiri terbimbing sebesar 19,7% dan kelas inkuiri dengan inkuiri multimedia sebesar 4,15%. Kedua, model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan multimedia interaktif berpengaruh positif terhadap berpikir kreatif. Peningkatan berpikir kreatif siswa kelas konvensional dengan inkuiri terbimbing berbantuan multimedia interaktif sebesar 6,45%, kelas konvensional dengan inkuiri terbimbing sebesar 15,7% dan kelas inkuiri dengan inkuiri berbantuan multimedia sebesar 23,2%. Ketiga, model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan multimedia interaktif tidak berpengaruh terhadap retensi siswa.