DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Developing an Integrated English Syllabus for MTs Pesantren Al-Amin in Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto

Suharyono Suharyono

Abstrak


ABSTRACT

 

Suharyono. 2016. Developing an Integrated English Syllabus for MTs Pesantren Al-Amin in Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto. Thesis. Graduate Program in English Language Teaching. Advisors: (I) Prof. Mohammad Adnan Latief, Ph.D., (II) Prof. Dr. Yazid Basthomi, M.A.

Keywords: Syllabus, English, Integrated, MTs, Pesantren

Pondok Pesantren (PP) Al-Amin Mojokerto is still in progress of developing an effective English Language Teaching. PP Al-Amin has two different language programs. The first is under National Curriculum (2013 Curriculum) which stand in MTs Pesantren Al-Amin. Another one is Language Program of pesantren (informal English teaching) covering morning program, conversation, and khitobah program. Per week, the first has five meetings with 45 minutes for each. The second has a meeting with 45 minutes. The last has a meeting with 60 minutes. The teacher has no guideline to conduct teaching learning process. The unavailability of syllabus as guideline becomes a major problem. The materials in madrasah and pesantren overlap each other. The English language teaching has no clear purpose and steps to reach the purpose. Madrasah actually has current syllabus, but it is still on the basis of KTSP. It is the result of download from the internet. Meanwhile, the current curriculum is 2013 curriculum. Pesantren does not have any syllabus. Teacher decides what, when, and how to teach when they come to the classroom. The institution does not provide specific guideline for the teacher. The absence of clear and appropriate syllabus makes the students unable to achieve the goal.

The researcher developed the integrated syllabus for all English teaching in madrasah and pesantren by conducting Research and Development (R&D). The researcher adapted and combined the model of language program modification and language program development by Yalden (1983) and course development by Richard (2001). From those three models of development, some stages were implemented. The first was needs analysis. It covered interview with the institution authority, examination of current syllabus in madrasah, and finding information from the students. The result was the program of madrasah should be integrated. All programs had one general objective. The material supplemented each other. Madrasah gave more focus on knowledge, while pesantren gave more focus on skill. Both pesantren and madrasah covered behavior. The result of needs analysis was used to formulate the description of the purpose, selection of syllabus type, production of a proto syllabus and production of pedagogical syllabus. From those steps, full daft syllabus was developed. The draft was then given to experts for validation. Some revision was needed related to the instruction of how to use syllabus, KI-KD, learning experience and the assessment. After revision, try out was conducted. The result showed that the teachers need more explanation about the learning experience and assessment. The instruction of how to use syllabus was revised. The final product was ready after the revision. The syllabus was a combination of notional/functional, situational, and structural syllabus.

The final product was an integrated English Syllabus for MTs Pesantren Al-Amin. It consisted of the identity of the course and school, the core competence (Kompetensi Inti), basic competence (Kompetensi Dasar), indicators, topics and subtopics selection (materials), techniques (teaching and learning activities), evaluation system, time allocation and learning sources. Furthermore, in discussion of the materials, the integrated syllabus provided information about the programs (madrasah & pesantren) in which the materials are delivered. It was also completed with a guidance of how to use the syllabus and an example of lesson plan developed from the syllabus. They were in a printed form and soft file which were saved in a CD.

 

ABSTRAK

Suharyono. 2015. Developing an Integrated English Syllabus for MTs Pesantren Al-Amin in Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto. Thesis. Graduate Program in English Language Teaching. Advisors: (I) Prof. Mohammad Adnan Latief, Ph.D., (II) Prof. Dr. Yazid Basthomi, M.A.

Kata Kunci: Silabus, Bahasa Inggris, Terintegrasi, MTs, Pesantren

Pondok pesantren Al-Amin Mojokerto adalah sebuah pondok yang sedang mengembangkan pengajaran bahasa Inggris yang efektif. Institusi ini memiliki dua program pengajaran yaitu formal di madrasah dengan menggunakan kurikulum K13 dan informal di pesantren. Di pesantren, pengajaran bahasa Inggris melalui tiga kegiatan, yaitu morning program, conversation dan khitobah. Dalam satu minggu, masing-masing memiliki alokasi waktu 5 pertemuan dengan 45 menit per pertemuan, 1 pertemuan dengan 45 menit per pertemuan, dan 1 pertemuan dengan 60 menit per pertemuan. Dalam menjalan program ini guru tidak memiliki panduan sama sekali. Ketiadaan silabus sebagai pedoman menjadi masalah utama. Materi di madrasah dan pesantren saling tumpang tindih. Pengajaran bahasa Inggris tidak memiliki tujuan yang jelas dan tentunya langkah-langkah yang sistematis untuk mencapai tujuan tersebut. Sebenarnya madrasah memiliki syllabus. Akan tetapi masih berdasar KTSP. Dan silabus tersebut diperoleh dari internet. sedangkan kurikulum yang sedang dipakai adalah K13. Di pesantren, bahkan tidak tersedia silabus. Guru menentukan apa, kapan dan bagaimana pengajaran bahasa Inggris berlangsung pada saat datang ke kelas. Institusi juga tidak menyediakan panduan yang jelas  untuk guru. Ketiadaan silabus yang sesuai tersebut membuat santri-santri kesulitan mencapai kompetensi yang diharapkan.

Peneliti mengembangkan silabus terintegrasi untuk pengajaran bahasa Inggris di madrasah maupun di pesantren dengan melaksanakn Penelitian dan Pengembangan (R&D). Peneliti mengadaptasi dan menggabungkan model modifikasi program bahasa, pengembangan program bahasa dari Yalden (1983) dan pengembangan program bahasa dari Richard (2001). Dari ketiga model pengembangan tersebut, beberapa langkah dilakukan. Yang pertama adalah analisa kebutuhan yang meliputi interview dengan otoritas institusi, praktisi, dan santri-santri, serta mengevaluasi silabus yang ada. Hasilnya, seluruh program yang ada seharusnya diintegrasikan. Semua program akan tergabung dan memiliki satu tujuan yang bersifat umum. Materi-materinya saling melengkapi. Madrasah lebih fokus pada pengembangan pengetahuan, sedangkan pesantren fokus pada pengembangan keterampilan. Kedua program juga menanamkan sikap-sikap positif pada santri. Hasil dari analisa kebutuhan digunakan untuk merumuskan deskripsi dan tujuan dari program, menentukan tipe silabus, mengembangkan silabus proto, mengembangkan silabus pedagogik. Dari langkah-langkah tersebut, draf utuh dari silabus dikembangkan. Kemudian draf diserahkan kepada tiga ahli yang telah ditunjuk. Dari ahli-ahli tersebut, evaluasi dan revisi dilakukan. Diantara revisi tersebut mengenai petunjuk penggunaan silabus, KI-KD, pengalaman belajar dan penilaian. Setelah direvisi, uji coba dilakukan. Hasilnya menunjukna bahwa guru masih perlu penjelasan tentang pengalaman belajar dan penilaian. Dua poin tersebut digunakan untuk merevisi petunjuk penggunaan silabus sehingga menjadi produk akhir. Produk akhir dari silabus ini merupakan gabungan dari silabus notional/functional, situational, dan structrual.

 

Produk akhir berupa silabus bahasa Inggris terintegrasi untuk level MTs Pesantren Al-Amin. Silabus ini dilengkapi informasi tentang identitas program dan sekolah, kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, materi, pengalaman belajar, sistem evaluasi, alokasi waktu dan sumber belajar. Pada bagian materi, silabus ini dilengkapi dengan informasi tentang program-program yang dilaksanakan. Produk ini dilengkapi dengan petunjuk penggunaan dan sebuah contoh RPP yang dikembangkan dari silabus tersebut. Silabus ini disajikan dalam bentuk cetak dan soft file yang disimpan di CD.